SUMBARTIME.COM-Dalam tiga hari terakhir ini viral di sosmed tentang nasib tragis yang dialami oleh seorang remaja putri berinisial T (12), warga Aie Pacah, Bungus, Teluk Kabung, Kota Padang.
Diduga akibat mengalami pemerkosaan serta sodomi berulang kali oleh tetangganya sendiri berinisial Ard (59), saat ini gadis lugu tersebut terbaring lemah di tempat tidur rumahnya karena mengidap penyakit Kanker Rektum (Anus) Stadium 4 akibat infeksi bekas luka.
Tindakan dugaan kekerasan seksual yang dialami korban dengan pelaku pengidap pedofil tersebut nyaris hampir setahun sejak pertengahan 2018 hingga Maret 2019 silam.
Menurut sumber informasi terpecaya, berdasarkan pengakuan korban, saat ini korban sering menangis kesakitan menahan perih akibat sakit yang dideritanya. Gadis remaja lugu tersebut disamping mengalami kanker Rektum stadium 4, juga mengalami pembengkakan di (maaf) kemaluan serta anusnya.
Hal itu terjadi akibat mengalami tindakan kekerasan seksual yang sangat brutal dari terduga pelaku yang sampai saat ini kabur mengilang dari tempat tinggalnya.
Menurut pengakuan korban lagi, aksi kekerasan yang dia terima dari pelaku tersebut mengakibatkan kemaluan serta anusnya rusak dan membengkak. Namun pelaku bukannya kasihan malah semakin menjadi jadi melakukan aksi pedofile nya terhadap korban.
Hingga Bulan Maret 2019 silam, korban mengalami pendarahan hebat. Namun saat itu keluarga menyangka korban mengalami menstruasi biasa. Namun saat sakit makin mendera, korban bercerita jika sakit yang dia alami tersebut akibat mengalami tindakan kekerasan seksual yang sangat brutal oleh tetangganya sendiri. Korban juga awalnya takut mengadu kepada ibu serta pamannya dengan alasan diancam akan dibunuh oleh pelaku jika berani melaporkan peristiwa yang dia alami tersebut.
Oleh pihak keluarga, korban sempat dibawa ke beberapa Rumah Sakit yang ada di Kota Padang. Namun karena keterbatasan biaya, akhirnya keluarga yang tergolong tidak mampu tersebut membawa korban kembali pulang ke rumah dan hanay dirawat dengan seadanya saja.
Sementara itu, Ibu korban hanya bisa menangis pasrah melihat kondisi anaknya yang terbaring lemah tersebut. Menurut Y (33) ibu kandung korban, putrinya kerap menangis akibat menahan sakit, namun dengan berlinang air mata, Y berharap ada keajaiban yang datang dari Tuhan dan mendoakan kesembuhan anaknya. (dei)





















