SUMBARTIME.COM-Baru saja viral dan beredar di sosmed sebuah informasi yang meresahkan bagi warga Nunang Daya Bangun, Kota Payakumbuh, dan sekitarnya, terkait akan dugaan dijadikannya bekas Bioskop Karya sebagai tempat lokasi kafe dan karoeke.
Menurut akun Facebook bernama @MasjidMukhlisin, yang pertama menunggah di sosial media, Rabu (30/10), jamaah Mesjid, serta masyarakat Kelurahan Nunang Daya Bangun, resah dengan akan dibangunnya sebuah tempat hiburan malam di eks bisokop Karya.
Dipaparkan di dalam akunnya tersebut, jika keberadaan lokasi kafe yang diduga pindahan dari kawasan Ramayana terindikasi merupakan lokasi hiburan malam yang menyediakan wanita penghibur. Ditambah lagi menurut akun @MasjidMuklisin lokasi kafe tersebut juga berdekatan dan hanya berjarak seratus meter dari Mesjid.
Untuk dia meminta kepada pihak pihak yang berwenang dalam mengeluarkan perizinan agar bisa meninjau ulang kembali akan keberadaan kafe di eks bisokop karya tersebut.
Menanggapi cuitan akun @MasjidMukhlisin, warganet rata rata mengeluarkan komentar yang mengritisi rencana kehadiran Kafe tersebut di eks bioskop Karya tersebut. Selain mengritisi warganet juga menolak kehadiran kafe yang menurut mereka terindikasi berbau mesum. Untuk itu warganet ramai ramai meminta agar pihak yang telah mengeluarkan perizinan kafe itu agar meninjau ulang serta mencabut izin pengoperasiannya.
Terpisah, saat awak media menghubungi Ketua Karang Taruna Nunang Daya Bangun, Dedi Hendri, Rabu (30/10) sore, dirinya membenarkan jika eks bioskop Karya akan dijadikan sebuah kafe yang terindikasi menyediakan wanita penghibur. Atas rencana tersebut, dia serta beberapa tokoh masyarakat serta pemuda setempat menolak dengan tegas kebearaadn kafe remang remang di Kelurahan mereka.
Untuk itu dia berharap agar Pemerintahan setempat bisa meninjau ulang kembali perizinan yang diduga telah dikeluarkan. Hal itu menurutnya demi menjaga suasana yang kondusif di Kelurahan mereka, paparnya.
” Jangan sampai warga yang bergerak ke lokasi untuk menolak keberadaan kafe tersebut, jika pihak Pemerintah Kelurahan tidak menghiraukan tuntutan masyarakat,” papar Dedi Hendri.
Ditambahkan menurutnya lagi, pada Rabu (30/10) akan berkumpul tokoh masyarakat serta pemuda di Mesjid Muhklisin membahas penolakan mereka terkait keberadaan kafe tersebut, tutupnya mengatakan. (aa)





















