6 Pasien Positif Corona yang Bertambah di Payakumbuh, Begini Penjelasannya

gambar ilustrasi

SUMBARTIME.COM-Sebagaimana diketahui bersama terkait perkembangan Covid 19 di Kota Payakumbuh telah terjadi penambahan pasien yang positif corona sebanyak 6 orang.

Hal itu diketahui pada Sabtu 23 Mai 2020 sore , sekira pukul 18.00 WIB, dari hasil tes labor Unand yang keluar. Adapun 6 pasien yang dinyatakan positif berdasarkan hasil tes Swab Labor adalah YA, EM, SFI, RP, AQ, dan SK.

Dalam gelaran jumpa pers yang dilakukan Pemko Payakumbuh Minggu 24 Mai 2020 melalui Vidcom, Kepala Dinas Kota Payakumbuh Bekhrizal menjelaskan tentang status pasien serta dari klaster mana mereka terpapar.

Menurutnya, YA yang merupakan Kepala Pelaksana Satuan (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh, sampai saat ini Tim Gugus Covid 19 masih melakukan traking dengan siapa saja yang bersangkutan pernah kontak fisik.

Adapun kondisi pasien YA saat ini berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) dan sudah dilakukan isolasi mandiri serta di rawat di Rumah Sakit. Untuk orang orang yang yang pernah kontak secara langsung dengan YA, direncanakan pada Senin (25/5) esok, akan dilakukan tes Swab termasuk Walikota Riza Falepi, Wakil Walikota, Erwin Yunaz, serta pejabat maupun staf dan ASN di Lingkungan Pemko Payakumbuh yang pernah kontak langsung dengan yang bersangkutan, papar Bechrizal.

Selanjutnya EM (31) merupakan petugas medis di salah satu Puskesmas Payakumbuh warga Muaro, Koto Nan Gadang, Payakumbuh Utara. Yang bersangkutan klaster dari seorang petugas medis dari Puskesmas inisial S yang terlebih dahulu dinyatakan positif. EM saat ini juga telah melakukan isolasi mandiri dengan pengawasan ketat tim medis Gugus Covid 19.

Adapun untuk pasien positif lainnya masing masing inisial SFI (44), RP (25), AQ (9) dan AK (6), merupakan warga Kelurahan Padang Tangah, Air Tabit, Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh. Keempat pasien tersebut, merupakan klaster dari pasien DP warga yang sama dan dinyatakan terlebih dahulu positif corona. Yang mana pasien DP ini berprofesi sebagai pedagang warung di daerahnya.

Untuk pasien SFI dan RP, telah dibawa ke Padang untuk dilakukan isolasi mandiri. Sementara untuk AQ dan AK yang masih merupakan anak anak, dilakukan isolasi mandiri di kawasan rumah mereka sendiri, Kawasan Padang Tangah Air Tabit, dengan pengawasan ketat Tim Gugus Puskesmas Air Tabit, tutur Bekrizal menjelaskan. (npn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here