5 Pelaku Pembunuhan Sadis Diringkus Satreskrim Polres Payakumbuh, Motif Soal Asmara dan Cemburu

5 pelaku pengeroyokan dan pembunuhan

SUMBARTIME.COM-Satreskrim Polres Payakumbuh tangkap dan ringkus 5 orang pelaku pengeroyokan dan pembunuhan yang terbilang sadis terhadap seorang korban bernama Warido Anafiska (23), yang terjadi pada Senin (7/9) dini hari sekira pukul 03.00 WIB.

Korban yang merupakan warga Talang Maua, Kabupaten Limapuluh Kota, tewas setelah sempat dilarikan ke Rumah sakit dan mendapat penanganan medis pada pukul 14.00 WIB.

Iklan

Menurut Kapolres Payakumbuh, AKBP Alex Prawira, Jumat 11 September 2020, dalam gelaran press riles, di Mapolres mengungkapkan joka kasus pengeroyokan dan pembunuhan terhadap korban dilatar belakangi oleh persoalan asmara dan cemburu.

Dijelaskan, salah satu pelaku cemburu kepada korban yang ditenggarai mengganggu pacarnya melalui akun Facebook. Pelaku yang merasa kesal dan cemburu kekasih hatinya diganggu oleh korban, berencana melakukan penjebakan.

Dengan membajak akun facebook pacarnya, pelaku berpura pura menjadi si wanita, lalu menghubungi korban. Dalam komuniaksi via facebook tersebut pelaku yang menyamar menjadi wanita yang diganggu oleh korban dan sepakat berjanji serta bertemu di sebuah lokasi.

Sementara itu, korban yang tidak curiga jika jika dijebak oleh pelaku yang sedang menyamar, menyanggupi.

Selanjutnya korban yang mengendarai sepeda motor bersama seorang temannya, datang dari Talang Maua, menuju jalan KH. Ahmad Dahlan, Kelurahan Napar, Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, atau tepatnya di dekat SMPN 7, seperti yang telah dijanjikan pelaku.

Sementara pelaku inisial AMD (20) warga Kelurahan Tigo Koto Diateh, Payakumbuh Utara, dengan mengajak dan membawa 4 orang temannya, masing masing, IR, warga Kelurahan Napar, MI (17), BRP (17), dan RMRS (17) yang juga merupakan warga Tigo Koto Diateh, telah menunggu di TKP.

Sesampai korban di lokasi, tanpa basa basi, pelaku bersama teman temannya langsung mengeroyok korban. Korban yang masih diatas motor memegang stang kendaraan, langsung dipukul oleh para pelaku dengn menggunakan balok, hingga korban terkapar jatuh berlumuran darah.

Usai mengeroyok korban, para pelaku langsung kabur melarikan diri. Sementara teman korban langsung menghubungi pihak kelurga korban dan melarikan korban ke RSI Yarsi Ibnu Sina. Setelah beberapa jam di rawat, pada siang harinya korban meninggal dunia.

Sementara itu, polisi yang mendapatkan laporan dari keluarga korban, langsung turun ke TKP melakukan olah kejadian perkara dan melakukan penyelidikan. Pada Tanggal 10 September 2020, 3 dari 5 pelaku berhasil diamankan. Selanjutnya polisi meminta 2 orang pelaku lagi untuk menyerahkan diri.

Himbauan polisi tersebut disanggupi oleh dua keluarga pelaku, dan menyerah anggota keluarga mereka yang terlibat pengeroyokan ke polisi.

Saat ini kelima pelaku sudah diamankan, bersama barang bukti berupa dua motor milik korban dan salah satu pelaku, serta beberapa potongan kayu. 5 unit ponsel milik para pelaku. Kelima pelaku telah ditepakan sebagai tersangka dan diancam serta dijerat dengan pasal berlapis yang diatur dalam KUHP. Yakni, Pasal 170 jo Pasal 351, Pasal 353, Pasal 56 jo Pasal 53, dengan ancaman hukuman penjara 9 Tahun.

Alex Prawira juag menyampaikan pesan serta himbauan kepada seluruh lapisan warga masyarakat yang berada di bawah Wilayah hukumnya agar bisa menjaga anak serta kemenakan mereka terkait dalam pergaulan sehari hari,, tutupnya menjelaskan. (rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here