SUMBARTIME.COM-Suasana duka menyelimuti keluarga besar dari Almarhum Ganti Akmal (34) seorang tahanan yang meninggal dunia usai ditangkap Reskrim Polres Agam, dalam kasus eksploitasi anak, Kamis (10/3).
Pihak keluarga merasa tidak percaya akan kepergian dari Ganti Akmal warga Cumateh, Lubuk Basung, yang begitu cepat. Menurut pihak keluarga, korban menjelang ditangkap polisi kondisinya baik baik saja. Namun selang beberapa jam usai ditangkap dan ditahan, polisi mengembalikan Ganti Akmal ke pihak keluarga sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Atas peristiwa ngenes itulah pihak keluarag menganggap kematian korban tidak wajar dan diduga akibat mendapatkan penganiayaan.
Hal tersebut diungkapkan Neli (41) kakak kandung dari Ganti Amal, kepada awak media. Tuturnya, jelang ditangkap kondisi korban baik baik dan sehat sehat saja, akunya. Namun beberapa jam kemudian polisi menyerahkan kembali adiknya ke pihak keluarga dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Saat pihak keluarga melihat kondisi korban, ditemukan bekas luka lebam di bagian tubuh serta keluarnya darah dibagian telinga serta hidung, papar Neli.
Lebih jauh dirinya menjelaskan jika sebelumnya pihak keluarga tidak tahu jika adiknya ditangkap atas kasus dugaan ekploitasi anak pada Rabu 9 Maret 2022. Saat itu saat adiknya berada di kebun datang beberapa polisi menjemput dan membawa paksa adiknya. Pihak keluarga baru mengetahui jika adiknya ditangkap setelah polisi datang ke rumah bada’ Maghrib mengantarkan surat perintah penangkapan.
Saat pihak keluarga mendatangi Polres Agam, untuk menjenguk adiknya yang ditangkap polisi, Neli merasakan adanya kejanggalan. Menurutnya, saat itu polisi tidak membolehkan pihak keluarga bertemu dengan korban dengan alasan sedang di visum di Rumah Sakit. Bahkan saat itu polisi meminta pihak keluarga untuk kembali pulang ke rumah, sambungnya lagi.
Namun beberapa saat kemudian, datang informasi dari polisi jika adiknya dibawa dan dirujuk ke Rumah Sakit Padang. Terang saja, informasi tersebut membuat keluarga makin cemas dengan kondisi yang dialami Ganti Akmal. Dalam kondisi panik itu, kembali polisi datang menghubungi pihak keluarga untuk meminta kartu BPJS korban. Namun saat itu pihak keluarga tidak mau memberikan apa yang diminta polisi.
Tak lama kemudian, kembali pihak keluarga mendapatkan informasi dari salah seorang kerabat yang menyebutkan jika Ganti Akmal telah meninggal dunia. Bak disambar petir, kami sekeluarga lemas dan kaget mendengar informasi tersebut tutur Neli dengan mata yang sabak.
Atas kejadian tersebut pihak keluarga mencoba mencari keadilan dan mempertanyakan proses penangkapan sehingga menyebabkan tahanan yang kondisinya sehat sehat saja, namun usai ditangkap telah menjadi mayat, ungkap Neli menutup pembicaraan.
Terpisah, Kapolres Agam, Dwi Nur Setiawan, saat dihubungi para awak media Kamis 10 Maret 2022, membenarkan kabar meninggalnya tahanan bernama Ganti Akaml tersebut. Menurutnya pelaku yang disangkakan atas dugaan kasus eksploitasi anak sempat melawan dan menyerang petugas yang menangkapnya dengan sebilah clurit.
Saat itu anggota dilapangan melakukan pembelaan diri dari bahaya yang menyerang sehingga terjadi perkelahian antara polisi dengan tahanan, sambungnya lagi.
Usai terlibat insiden, tahanan segera dilarikan ke Klinik selanjutnya dirujuk ke RSUD Lubuk Basung. Saat berada di RSUD, pihak medis meminta korban untuk dirujuk ke Rumh Sakit Kota Padang. Namun dalam perjalanan menuju kota Padang, pelaku meninggal dunia, paparnya menjelaskan. (ezi)




















