• AD ART Sumbartime.com
  • Advertorial
  • Disclaimer
  • Home
  • Home
  • Iklan
  • Pedoman Berita
  • Redaksi Sumbartime.com
  • Sitemap
  • Tentang Kami
  • Visi Misi
Sumbartime.com
Advertisement
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sumbartime.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Sumbar
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Nasional
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Video
  • Wisata
ADVERTISEMENT
Home Cerbung

TIKAM SAMURAI 98

Sumbar Time by Sumbar Time
11 Juli 2020
in Cerbung, Tikam Samurai
A A
0
0
SHARES
141
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

SUMBARTIME.COM-Si Bungsu menarik nafas panjang. Seperti sebuah keluhan yang dalam. Ya, setiap orang seperti menghendaki nyawanya. Termasuk Michiko!! “Apakah mereka akan datang lagi?” si Bungsu bertanya perlahan. “Barangkali. Tapi meskipun mereka tak datang kemari, mereka akan tetap menghadang jalanmu..”

ADVERTISEMENT

“Bila itu terjadi, maka aku akan membuktikan kata-kataku tadi..”
“Ya. Engkau harus. Sebab mereka memang menghendaki nyawamu. Barangkali engkau ingin tetap mengalah. Tapi sampai bila engkau mampu bertahan? Suatu saat, engkau akan sampai pada titik, dimana engkau harus memilih antara membunuh atau dibunuh”

ADVERTISEMENT

Si Bungsu termenung. “Apa yang kau alami hari ini dan hari-hari mendatang, persis seperti yang kualami di zaman yang lalu Bungsu-san. Engkau memiliki sesuatu yang tak dimiliki orang lain. Engkau mempunyai kelebihan, dan orang jadi iri. Orang berusaha menjatuhkanmu. Engkau seorang yang tangguh, dan orang jadi ingin menguji sampai dimana ketangguhanmu.

Menjatuhkan dirimu merupakan kebanggan bagi orang yang iri atau musuhmu. Sebab dengan bangga mereka bisa berkata: aku telah menjatuhkan dan menghancurkan jagoan itu. Maka jalan yang akan kau tempuh, akan selalu berkuah darah” Si Bungsu termenung. “Negeri ini memang jauh berbeda kini Bungsu-san. Kini banyak mobil. Banyak listrik dan modernisasi. Tapi satu hal yang tak berobah. Yaitu kekerasan watak penduduknya.

BacaJuga

TIKAM SAMURAI 260 (TAMAT)

14 Februari 2021

TIKAM SAMURAI 259

22 Agustus 2021

TIKAM SAMURAI 258

22 Agustus 2021

Di zaman saya dahulu, saya harus menjaga leher saya untuk tidak ditebas orang. Padahal yang saya perbuat tak lebih dari sekedar membela orang yang teraniaya. Menolong orang yang tertindas dari kesewenang-wenangan penguasa dan orang kaya. Saya memang tak mengharapkan balasan. Tapi musuh saya jadi terlalu banyak. Orang-orang miskinpun ikut memburu dan menghendaki nyawa saya…’

Si Bungsu jadi kaget. “Ya. Merekapun ikut memburu saya. Karena penguasa dan orang kaya yang pernah saya gagalkan niat jahatnya, membayar mereka untuk itu. Maka uang segera saja mengalahkan hati nurani manusia. Namun mustahil saya bisa mengalah terus menerus. Ada kalanya saya terpaksa menurunkan tangan kejam.

Beberapa orang, atau tepatnya sekian ratus orang, ya Tuhan saya tak ingat lagi berapa jumlah yang pasti, telah saya bunuh. Ya, itulah yang terpaksa saya lakukan. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk membuang samurai saya. Tapi itu berarti bunuh diri. Saya menghindar ke hutan. Dapat kau bayangkan Bungsu-san? Kita harus menghindarkan diri ke rimba hanya untuk tidak membunuh manusia.

Peradaban ternyata lebih tinggi di rimba raya daripada di kota yang dihuni manusia. Di sana, dibelantara itu saya menemukan kedamaian. Tak ada dengki dan khianat. Tak ada penindasan. Dan sejak itulah saya dianggap lenyap dari bumi Jepang…” Keadaan jadi sunyi. Hanya suitan angin dingin yang terdengar. Si Bungsu terdiam, karena dalam ucapannya tadi dia menangkap nada yang luka dihati Zato Ichi.

Dia tak menyangka, bahwa seorang pahlawan rakyat Jepang, yang namanya menjadi legenda yang amat dicintai orang, ternyata memendam duka hidup yang alangkah pedihnya. “Lalu, kenapa kini Ichi-san mencul ke kota?” “Ada suatu tugas yang harus saya lakukan…”
“Kenapa hari itu justru muncul di kamar saya dan persis ketika nyawa saya terancam?” Zato Ichi tak menyahut. Dia menunduk.

“Saya sangat bersyukur dan berhutang budi pada Ichi-san. Kalau Ichi-san tak datang saat itu, saya pasti sudah mati…” Zato Ichi menarik nafas panjang dan berat. “Kehadiran saya itu, termasuk bahagian dari tugas saya…” suaranya terdengar perlahan. “Tentulah tugas besar. Dan saya akan sangat gembira kalau bisa membantu Ichi-san…”

“Tak seorangpun yang dapat membantu saya Bungsu-san…”
“Tugas apa itu yang tak mungkin dibantu?”
“Saya sendiri tak yakin, apakah saya bisa melaksanakannya…” suara Zato Ichi terdengar getir. “Kalau boleh saya tahu, apakah tugas itu?”
“Membunuh seseorang..”
“Membunuh seseorang?”
“Ya…”

Si Bungsu menatap tak mengerti pada Zato Ichi. Padahal baru sebentar ini pahlawan itu berkata, bahwa dia terpaksa harus lari menyembunyikan diri ke rimba untuk menghindar dari orang-orang bayaran yang diupah untuk membunuhnya. Tapi justru hanya beberapa detik setelah itu Zato Ichi sendiri mengakui bahwa dia “disuruh” seseorang untuk membunuh seseorang. Atau tugasnya, disuruh untuk membunuh orang lain. Sesuatu yang menurut ceritanya sangat dia benci.

Dan Zato Ichi nampaknya mengerti apa yang tengah dipikirkan si Bungsu.
“Saya tidak dibayar Bungsu-san. Tak ada yang bisa membayar samurai saya. Samurai saya tak pernah berlumur darah orang-orang yang tak berdosa…”

“Tapi, kenapa kali ini Ichi-san mau disuruh membunuh? Siapa yang menyuruh, dan siapa yang harus Ichi-san bunuh…”
“Saya diminta membunuh seseorang. Dan saya tak mungkin menolak. Sebab jika saya menolak, maka saya akan dianggap tidak membalas budi. Saya tak mau dianggap tak berbudi. Karena saya menjunjung budi pekerti ….”
“Saya tak mengerti apa yang Ichi-san maksudkan..’
“Ya, saya sendiri juga sulit memikirkannya Bungsu-san….hampir dua puluh tahun yang lalu, saya dalam perjalanan melarikan diri dari kejaran penjahat-penjahat di daerah Tanjung Noto. Saya menyangka nyawa saya takkan tertolong lagi. Saya dalam keadaan sekarat karena luka yang saya perdapat dari tembakan bedil dua orang penjahat.

Waktu itulah seseorang menyelamatkan saya…. Dapat Bungsu-san mengerti betapa saya berhutang budi padanya?” Si Bungsu mengangguk. Betapa tidak, cerita itu mirip dirinya, dia telah diselamatkan dalam keadaan luka parah, diambang maut, oleh Zato Ichi. Kalau kelak Zato Ichi meminta dia melakukan sesuatu, maka dia pasti tak pula bisa menolak.
“Ya, saya dapat mengerti sekarang…” kata si Bungsu. Zato Ichi tetap diam.

Masih tetap duduk di bangku batunya. Sementara si Bungsu juga duduk di kursi batu dua depa dihadapannya. “Dia yang menugaskan Ichi-san membunuh seseorang itu?” “Tidak. Dia sudah mati. Yang menugaskan saya adalah adiknya….adiknya mencari saya dan menceritakan kematian abangnya. Dan meminta saya mencari pembunuh abangnya itu untuk membalaskan dendam. Yaitu membunuh pembunuh abangnya yang telah membantu saya dahulu…”

ADVERTISEMENT

Ya. Saya mengerti sekarang. Ichi-san harus melakukannya. Dan kenapa pula saya tak bisa membantu Ichi-san? Bukankah kita bisa pergi bersama mencari orang itu, dan bersama pula membunuhnya?” Zato Ichi manarik nafas panjang. Dan si Bungsu dapat melihat, betapa dalam diri pahlawan Jepang itu berperang rasa yang sulit untuk diduga.

Si Bungsu mengerti. Dalam hidupnya, seperti yang dikatakannya tadi. Zato Ichi tak pernah melumuri samurainya dengan nyawa orang yang tak bersalah. Kalau Zato Ichi tentu merasa berat untuk melakukan pembunuhan itu. Dan si Bungsu merasa kinilah saatnya dia membantu Zato Ichi. Yang penting bagi Zato Ichi tentulah orang yang dia cari itu mati.

Tak perduli melalui tangan siapapun. Kalau Zato Ichi keberatan bukankah dia dapat menggantikan tugas ini? Dia akan kembali ke Indonesia tak lama lagi. Apa salahnya sebelum pergi, sebagai tanda terimakasih, dia menolong Zato Ichi membunuh lawannya? “Saya dapat membantumu Ichi-san. Tunjukkan siapa orangnya, dan Ichi-san tak perlu melumuri tangan Ichi-san dengan dosa, biar saya yang melakukannya…”

Si Bungsu terhenti takkala dia melihat air mata Zato Ichi mengalir dipipi.
“Tak apa-apa Ichi-san. Saya dengan rela menggantikan tugas Ichi-san. Saya dapat mengerti perasaan Ichi-san. Ini adalah negeri Ichi-san. Ichi-san sudah lama meninggalkan dunia bunuh membunuh ini. Dan Ichi-san akan tetap disini. Sementara saya, setelah tugas itu selesai, akan kembali ke negri saya. Dan orang akan melupakan peristiwa itu…”

Zato Ichi tak menyahut. Dia tetap tenang dan duduk memegang samurainya. “Kalau Ichi-san tak keberatan, tunjukkan saja pada saya siapa orang yang harus dibunuh itu…”
“Dia orang asing…”

Si Bungsu tertegun. Orang asing! Pastilah tentara Amerika. Ya, siapa lagi yang membuat kekacauan di negeri ini selama lima-enam tahun ini kalau tidak tentara pendudukan. Tentara Amerika itu pastilah telah membunuh orang yang pernah menolong Zato Ichi. Dan kini Zato Ichi harus membunuhnya. Patutlah Zato Ichi merasa tak enak hati untuk melakukan tugas itu.

“Tentara Amerika?” tanya si Bungsu.
Zato Ichi menggelang.
“Siapa?”
“Engkau Bungsu-san…!”

Suara Zato Ichi terdengar getir tapi pasti! Si Bungsu tertegun. Dia hampir tak percaya pada pendengarannya. Zato Ichi menarik nafas panjang. Dan suaranya terdengar perlahan: “Ya, engkaulah orangnya yang harus saya cari dan harus saya bunuh Bungsu-san…” Si Bungsu masih tetap tak berbicara. Tak kuasa bicara. Kalau benar dia yang harus dibunuh lelaki ini, kenapa dia menolongnya dari ancaman maut di hotel dulu? Kenapa dia juga mengobati lukanya?

Ada hal-hal yang tak masuk akal! “Saya tak berdusta Bungsu-san. Lelaki yang menolong saya dua puluh tahun yang lalu itu adalah Saburo Matsuyama…” Kalau ada petir yang menyambar, mungkin si Bungsu takkan seterkejut ini. “Ya. Dialah yang menolong nyawa saya Bungsu-san. Waktu itu dia belum memasuki dinas ketentaraan. Setahun setelah peristiwa itu dia baru jadi tentara kekaisaran Tenno Heika.

Dan beberapa hari yang lalu, saya dengar dia meninggal di kuilnya Shimagamo. Saya ada disana ketika upacara penguburan itu. Dan saya mendengarkan apa yang terjadi antara puterinya Michiko-san dengan Bungsu-san. Saya mengetahui semuanya. Itulah kenapa saya datang ke hotel Bungsu-san…”
“Kalau begitu….yang menyuruh Ichi-san membunuh saya pastilah…pastilah puterinya, Michiko!”

Zato Ichi menggeleng beberapa kali. “Tidak Bungsu-san. Gadis itu sangat mencintai dirimu. Dia melukai dirimu pagi itu di Shimogamo hanya karena pukulan bathin yang dahsyat. Kini dia sakit. Yang menyuruhku untuk membunuhmu adalah adik Saburo. Doku Matsuyama. Dia seorang pegawai pemerintah di kota Kyoto….”

Dan mereka sama-sama terdiam. Angin bersuit perlahan. Bagi si Bungsu, ini adalah sesuatu yang teramat dahsyat. Bagaimana dia bisa mempercayai bahwa orang yang akan membunuhnya adalah orang yang menyelamatkan nyawanya? “Kalau begitu….kenapa Ichi-san menolong saya dari kematian di hotel itu? Bukankah hari itu saya harusnya sudah mati dan Ichi-san tak usah susah-susah turun tangan sendiri…?” Bersambung>>>

ADVERTISEMENT
Previous Post

Pasangan Mesum Sering Terjaring, Satpol PP Padang Akan Panggil Pengelola Penginapan Kawasan Pasir Jambak

Next Post

Cepat Tanggap, AKP Amirwan SH Evakuasi Rumah Tertimpa Pohon Tumbang

Sumbar Time

Sumbar Time

Setiap Waktu Bernilai Informasi

BacaJuga

Cerbung

TIKAM SAMURAI 260 (TAMAT)

14 Februari 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 259

22 Agustus 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 258

22 Agustus 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 257

22 Agustus 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 256

22 Agustus 2021
Next Post
Cepat Tanggap, AKP Amirwan SH Evakuasi Rumah Tertimpa Pohon Tumbang

Cepat Tanggap, AKP Amirwan SH Evakuasi Rumah Tertimpa Pohon Tumbang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Justictalk ” Ngobrol santai melek hukum”

https://youtu.be/r3p0YSm3qWE
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Aviary Terbesar di Asia Tenggara Ada di Kota Bukittinggi Salah Satunya

Aviary Terbesar di Asia Tenggara Ada di Kota Bukittinggi Salah Satunya

7 Juni 2024
Lebih Dari 1000 Orang Mengantri di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi

Lebih Dari 1000 Orang Mengantri di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi

30 Desember 2023
Ini Dampak Digratiskan Objek Wisata Di Bukittinggi

Ini Dampak Digratiskan Objek Wisata Di Bukittinggi

23 Desember 2023
Viral Membawa Berkah di Objek Wisata Negeri Diatas Awan

Viral Membawa Berkah di Objek Wisata Negeri Diatas Awan

5 Mei 2024

Depósitos protegidos e ganhos instantâneos no casino Bwin para Portugal

0
Musda DPD PAN Payakumbuh,Empat Nama Diputuskan DPW Menjadi Pimpinan Pengurus DPD PAN Kota Payakumbuh

Musda DPD PAN Payakumbuh,Empat Nama Diputuskan DPW Menjadi Pimpinan Pengurus DPD PAN Kota Payakumbuh

0
BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Mobile Skrening pada Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile

BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Mobile Skrening pada Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile

0
Seorang Wanita Tewas Dengan Luka Sayatan di Leher Ditemukan Dalam Kamar Mandi Bika Siana

Seorang Wanita Tewas Dengan Luka Sayatan di Leher Ditemukan Dalam Kamar Mandi Bika Siana

0
Warga Jorong Piladang Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Kegiatan Kopdar YKCS dan desak wali nagari koto tangah batu ampar meminta maaf

Warga Jorong Piladang Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Kegiatan Kopdar YKCS dan desak wali nagari koto tangah batu ampar meminta maaf

18 April 2026
Warga Sungai Kamuyang Siap Aksi, Desak Bupati Tindaklanjuti Persoalan Pemerintahan Nagari

Warga Sungai Kamuyang Siap Aksi, Desak Bupati Tindaklanjuti Persoalan Pemerintahan Nagari

10 April 2026
Paripurna LKPJ Walikota, Ini Kata Ketua DPRD Bukittinggi

Paripurna LKPJ Walikota, Ini Kata Ketua DPRD Bukittinggi

2 April 2026
Lansia di Limapuluh Kota Ditangkap Cabuli Siswi SMP Anak Tetangga

Lansia di Limapuluh Kota Ditangkap Cabuli Siswi SMP Anak Tetangga

29 Maret 2026

Berita Terbaru

Warga Jorong Piladang Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Kegiatan Kopdar YKCS dan desak wali nagari koto tangah batu ampar meminta maaf

Warga Jorong Piladang Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Kegiatan Kopdar YKCS dan desak wali nagari koto tangah batu ampar meminta maaf

18 April 2026
Warga Sungai Kamuyang Siap Aksi, Desak Bupati Tindaklanjuti Persoalan Pemerintahan Nagari

Warga Sungai Kamuyang Siap Aksi, Desak Bupati Tindaklanjuti Persoalan Pemerintahan Nagari

10 April 2026
Paripurna LKPJ Walikota, Ini Kata Ketua DPRD Bukittinggi

Paripurna LKPJ Walikota, Ini Kata Ketua DPRD Bukittinggi

2 April 2026
Lansia di Limapuluh Kota Ditangkap Cabuli Siswi SMP Anak Tetangga

Lansia di Limapuluh Kota Ditangkap Cabuli Siswi SMP Anak Tetangga

29 Maret 2026
ADVERTISEMENT
Sumbartime.com

Sumbartime.com -"Setiap Waktu Bernilai Informasi"

Ikuti Kami

  • Redaksi Sumbartime.com
  • Pedoman Berita
  • Disclaimer

© 2025 sumbartime.com - Design By rudDesign.

No Result
View All Result
  • Redaksi Sumbartime.com
  • Pedoman Berita
  • Disclaimer
  • Iklan

© 2025 sumbartime.com - Design By rudDesign.