• AD ART Sumbartime.com
  • Advertorial
  • Disclaimer
  • Home
  • Home
  • Iklan
  • Pedoman Berita
  • Redaksi Sumbartime.com
  • Sitemap
  • Tentang Kami
  • Visi Misi
Sumbartime.com
Advertisement
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sumbartime.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Sumbar
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Nasional
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Video
  • Wisata
ADVERTISEMENT
Home Cerbung

TIKAM SAMURAI 38

Sumbar Time by Sumbar Time
1 Mei 2020
in Cerbung, Tikam Samurai
A A
0
0
SHARES
39
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

SUMBARTIME.COM-“Kopi pahit satu …” Katanya sambil menjangkau sebuah goreng ubi. Dia mengunyah goreng itu.Sementara si Bungsu menghirup kopinya. Lelaki yang baru datang itu melayangkan pandangannya ke berbagai penjuru. Ketika dia lihat tak ada yang mencurigakan, dia berkata perlahan.“Dia sudah dipensiunkan .

ADVERTISEMENT

”Si Bungsu menghirup lagi kopinya, lalu bertanya.“Dimana dia kini ?”“Sudah pulang ke Jepang …”Si Bungsu tertegun. Hampir saja gelas di tangannya jatuh. Sudah pulang ke Jepang Mungkinkah itu? Dia seharusnya tak menoleh pada lelaki tersebut. Namun dia tak perduli. Dia menatap pada lelaki yang tetap saja menatap kedepan dan mengunyah goreng ubinya.

ADVERTISEMENT

“Pulang ke Jepang ?”“Ya. Fujiyama tidak suka tentara Jepang bertindak sadis. Karena itu dia memaksa Mayor itu untuk pensiun dan memaksanya untuk pulang ke Jepang”“Tapi buktinya masih banyak pembunuhan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh tentara Jepang ..”“Ya. Dan itu pasti tak sampai ketelinga Fujiyama.

Sebuah peraturan dan disiplin yang baik yang diputuskan atasan, belum tentu baik pelaksanaannya sampai ke bawah. Tapi jelas, Fujiyama sebagai pimpinan tertinggi pasukan Jepang di Sumatera telah berbuat banyak untuk membuat pasukannya agar tak menjadi iblis. Hanya saja bawahannya tak semua mendukung kebijakannya.

BacaJuga

TIKAM SAMURAI 260 (TAMAT)

14 Februari 2021

TIKAM SAMURAI 259

22 Agustus 2021

TIKAM SAMURAI 258

22 Agustus 2021

Atas kebersihannya itu, Fujiyama telah dinaikkan pangkatnya dari Tei Sha (Kolonel) menjadi Syo Sho (Mayor Jenderal)..”“Kenaikan dua tingkat ?”“Tidak. Hanya satu tingkat. Dalam ketentaraan Jepang tak dikenal pangkat Brigadir Jenderal. Dari Kolonel langsung ke Mayor Jenderal …”“Sudah berapa lama Saburo pulang ke Jepang ?”“Tiga bulan yang lalu ..”“Tiga bulan yang lalu ?”“Ya ..”“Sebelum itu dia berada di kota ini ?”“Tidak. Setelah pindah dari Payakumbuh, dia berada di kota ini dua bulan.

Kemudian diangkat menjadi chu-Tei cho (Komandan Kompi di Batusangkar). Dan ketika dia ..” ucapan lelaki itu terhenti ketika mereka mendengar suara bentakan dan derap sepatu.Mereka menoleh, dan empat orang Kempetai kelihatan menuju ke arah mereka. Di depan mereka ada seorang lelaki. Jelas lelaki itu orang Indonesia. Lelaki itu menunjuk kearah kedai kopi dimana kini mereka duduk.

ADVERTISEMENT

“Jahannam. Ada penghianat. Saya sudah menduga, banyak orang awak yang jadi penghianat. Awas dia …saya harus pergi”Lelaki itu beranjak cepat. Namun bentakkan menyuruh berhenti terdengar dari mulut Kempetai itu. Karena hari malam, lelaki itu tak perduli. Dia melompat, namun saat itu senapan Kempetai itu meledak. Lelaki itu terpekik rubuh. Kakinya kena tembak. Kempetai Kempetai itu berlarian dengan samurai terhunus.“Larilah Bungsu.

Katakan pada pak Datuk saya terbunuh di sini. Saya akan melawan sampai tetes darah terakhir ..”Lelaki itu bicara sambil tetap berguling seperti mati. Keempat Kempetai itu sampai di sana. Yang satu menunduk membalikkan tubuh lelaki yang sampai saat itu tak diketahui oleh si Bungsu siapa namanya. Begitu Jepang itu menjamah tubuhnya, begitu lelaki itu bergerak. Tangannya terayun keatas.

Keris di tanganya menancap di leher Kempetai itu. Mati Demikian cepatnya peristiwa itu berlangsung. Si Bungsu masih duduk ditempatnya tadi. Tangannya masih memegang gelas berisi kopi. Pemilik lepau itu juga tertegak diam.Kini, kedua Jepang yang masih hidup bersama lelaki yang tadi menunjuk kearah mereka, yang dimaki sebagai jahanam penghianat oleh kurir anak buah Datuk Penghulu Basa itu, mendekat ke lepau. Si Bungsu tertegun menyaksikan peristiwa kematian anak buah Datuk Penghulu tersebut.

Lelaki itu telah berkata sebelum dia mati, bahwa dia akan berjuang sampai tetes darah terakhir. Lelaki itu sudah memilih jalan berjuang sampai mati dari pada harus tertawan oleh Kempetai.Sebab sudah bukan rahasia lagi, set iap pejuang yang melawan Jepang, yang berhasil ditawan Kempetai, akan mendapatkan siksaan yang amat pahit sebelum nyawa mereka direngutkan. Kalau begitu ditangkap kemudian dibawa kedepan regu tembak atau dipancung, tak akan jadi soal.

Artinya mereka tak takut menghadapi kematian yang demikian. Tetapi menghadapi siksaan cabut seluruh kuku, kemudian jari jemari dipatahkan satu demi satu, kemudian rambut dibotaki dengan cara mencabutnya, siapakah yang akan tahan ? Begitulah penyiksaan model Kempetai.Daripada menyerah dalam tahanan, menyerah dengan menyebutkan rahasia teman teman, lelaki itu merasa lebih baik mati dalam perlawanan.

Dan dia telah membuktikan hal itu di hadapan mata si Bungsu.Tanpa dapat ditahan, air mata meleleh di pipi anak muda itu. Dia teringat pada ayahnya. Pada pejuang pejuang yang telah mengorbankan nyawa mereka demi mengusir penjajah. Dan dia juga teringat pada si Baribeh dan siJuling yang sampai hati berkhianat. Dia juga teringat lelaki yang jadi tukang tunjuk tadi. Dia yakin lelaki itu pastilah orang Minang juga.

Dia melihat hal itu pada gaya dan pakaiannya. Kedua Kempetai dan lelaki tukang tunjuk itu berhenti tiga depa di belakangnya. Dia dengar suara bedil dikokang. Lalu sebuah suara serak.“Hei, kamu pemilik lepau dan yang pakai baju hitam, kemari cepat. Kemari dengan mengangkat tanganmu tinggi-tinggi . . .”Pemilik lepau itu menatap dengan tenang pada si Bungsu. Si Bungsu heran melihat ketenangan lelaki itu.

Lambat lambat tangan lelaki itu mendekati meja di depannya. Dan sekali pandang, si Bungsu melihat keris di atas meja yang dipenuhi pisang itu. Segera saja si Bungsu dapat menebak, lelaki ini pastilah salah seorang kurir atau mata mata pihak pejuang Indonesia. Sebab kalau tidak, takkan mungkin Datuk Penghulu menyuruh dia menanti kurir yang telah mati itu di lepau ini.

Si Bungsu juga segera menyadari bahaya besar kalau sampai pemilik lepau ini mengambil kerisnya.Dia berada di bawah bayangan lampu, gerakannya pasti kelihatan oleh Kempetai yang sudah siap dengan bedil terkokang. Lelaki itu akan mati sebelum dia sempat berbuat apa apa. Tapi dia tak bisa memberi ingat, lelaki itu sudah menjamah kerisnya. Saat itulah si Bungsu melemparkan gelas berisi kopi di tangannya kebelakang, ke arah Kempetai itu.

Serentak dengan itu tangannya menyambar samurai di pahanya. Tubuhnya d ia jatuhkan ke belakang. Tiga kali bergulingan cepat, lalu samurainya bekerja. Kedua Kempetai itu semula menatap dengan bengis melihat gerak tangan lelaki itu mengambil kerisnya.Mereka sudah siap menarik pelatuk bedil begitu keris diangkat. Tapi mereka jadi kaget ketika tiba-tiba sebuah gelas berisi kopi panas melayang ke wajah mereka.

Mereka lalu menghindar sebisanya, namun tetap saja wajah mereka terpercik kopi panas itu. Mereka tahu siapa melemparkan gelas kopi ini. Pasti orang yang duduk si sebelah kurir yang telah mati itu. Namun begitu mereka bersiap. begitu si Bungsu sampai di dekat mereka dengan cara bergulingan di tanah.

Dan …Sret … sret .. snap!!Dua buah sabetan amat cepat, kemudian sebuah tikaman ke belakang. Tikam Samurai Kedua Kempetai itu mati di tempat. Bedil di tangan kedua Jepang itu tak pernah menyalak. Tapi orang orang sudah berkerumun di kejauhan.

Pemilik lepau itu tertegun. Keris di tangannya, belum sempat dia cabut dari sarungnya, kini masih terpegang di tangannya. Dia masih belum beranjak setapakpun dari tempatnya. Dia ingin mengadakan perlawanan, tapi musuh yang akan dilawannya itu sudah mati keduanya. Demikian cepat anakmuda itu bertindak. Bersambung>>>

ADVERTISEMENT
Previous Post

Peduli Keselamatan Wartawan Polres Payakumbuh Bagikan Masker

Next Post

Rawat 1 Pasien, 13 Tenaga Kesehatan Padang Panjang Positif Covid 19

Sumbar Time

Sumbar Time

Setiap Waktu Bernilai Informasi

BacaJuga

Cerbung

TIKAM SAMURAI 260 (TAMAT)

14 Februari 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 259

22 Agustus 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 258

22 Agustus 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 257

22 Agustus 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 256

22 Agustus 2021
Next Post
Rawat 1 Pasien, 13 Tenaga Kesehatan Padang Panjang Positif Covid 19

Rawat 1 Pasien, 13 Tenaga Kesehatan Padang Panjang Positif Covid 19

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Justictalk ” Ngobrol santai melek hukum”

https://youtu.be/r3p0YSm3qWE
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Aviary Terbesar di Asia Tenggara Ada di Kota Bukittinggi Salah Satunya

Aviary Terbesar di Asia Tenggara Ada di Kota Bukittinggi Salah Satunya

7 Juni 2024
Lebih Dari 1000 Orang Mengantri di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi

Lebih Dari 1000 Orang Mengantri di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi

30 Desember 2023
Ini Dampak Digratiskan Objek Wisata Di Bukittinggi

Ini Dampak Digratiskan Objek Wisata Di Bukittinggi

23 Desember 2023
Viral Membawa Berkah di Objek Wisata Negeri Diatas Awan

Viral Membawa Berkah di Objek Wisata Negeri Diatas Awan

5 Mei 2024

Depósitos protegidos e ganhos instantâneos no casino Bwin para Portugal

0
Musda DPD PAN Payakumbuh,Empat Nama Diputuskan DPW Menjadi Pimpinan Pengurus DPD PAN Kota Payakumbuh

Musda DPD PAN Payakumbuh,Empat Nama Diputuskan DPW Menjadi Pimpinan Pengurus DPD PAN Kota Payakumbuh

0
BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Mobile Skrening pada Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile

BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Mobile Skrening pada Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile

0
Seorang Wanita Tewas Dengan Luka Sayatan di Leher Ditemukan Dalam Kamar Mandi Bika Siana

Seorang Wanita Tewas Dengan Luka Sayatan di Leher Ditemukan Dalam Kamar Mandi Bika Siana

0
Warga Jorong Piladang Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Kegiatan Kopdar YKCS dan desak wali nagari koto tangah batu ampar meminta maaf

Warga Jorong Piladang Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Kegiatan Kopdar YKCS dan desak wali nagari koto tangah batu ampar meminta maaf

18 April 2026
Warga Sungai Kamuyang Siap Aksi, Desak Bupati Tindaklanjuti Persoalan Pemerintahan Nagari

Warga Sungai Kamuyang Siap Aksi, Desak Bupati Tindaklanjuti Persoalan Pemerintahan Nagari

10 April 2026
Paripurna LKPJ Walikota, Ini Kata Ketua DPRD Bukittinggi

Paripurna LKPJ Walikota, Ini Kata Ketua DPRD Bukittinggi

2 April 2026
Lansia di Limapuluh Kota Ditangkap Cabuli Siswi SMP Anak Tetangga

Lansia di Limapuluh Kota Ditangkap Cabuli Siswi SMP Anak Tetangga

29 Maret 2026

Berita Terbaru

Warga Jorong Piladang Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Kegiatan Kopdar YKCS dan desak wali nagari koto tangah batu ampar meminta maaf

Warga Jorong Piladang Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Kegiatan Kopdar YKCS dan desak wali nagari koto tangah batu ampar meminta maaf

18 April 2026
Warga Sungai Kamuyang Siap Aksi, Desak Bupati Tindaklanjuti Persoalan Pemerintahan Nagari

Warga Sungai Kamuyang Siap Aksi, Desak Bupati Tindaklanjuti Persoalan Pemerintahan Nagari

10 April 2026
Paripurna LKPJ Walikota, Ini Kata Ketua DPRD Bukittinggi

Paripurna LKPJ Walikota, Ini Kata Ketua DPRD Bukittinggi

2 April 2026
Lansia di Limapuluh Kota Ditangkap Cabuli Siswi SMP Anak Tetangga

Lansia di Limapuluh Kota Ditangkap Cabuli Siswi SMP Anak Tetangga

29 Maret 2026
ADVERTISEMENT
Sumbartime.com

Sumbartime.com -"Setiap Waktu Bernilai Informasi"

Ikuti Kami

  • Redaksi Sumbartime.com
  • Pedoman Berita
  • Disclaimer

© 2025 sumbartime.com - Design By rudDesign.

No Result
View All Result
  • Redaksi Sumbartime.com
  • Pedoman Berita
  • Disclaimer
  • Iklan

© 2025 sumbartime.com - Design By rudDesign.