• AD ART Sumbartime.com
  • Advertorial
  • Disclaimer
  • Home
  • Home
  • Iklan
  • Pedoman Berita
  • Redaksi Sumbartime.com
  • Sitemap
  • Tentang Kami
  • Visi Misi
Sumbartime.com
Advertisement
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sumbartime.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Sumbar
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Nasional
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Video
  • Wisata
ADVERTISEMENT
Home Cerbung

TIKAM SAMURAI 36

Sumbar Time by Sumbar Time
1 Mei 2020
in Cerbung, Tikam Samurai
A A
0
0
SHARES
38
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

SUMBARTIME.COM-Sedangkan si Bungsu juga melatih samurainya. Dia tak ikut belajar silat. Meskipun Datuk Penghulu pernah menawarkan padanya untuk ikut namun dia merasa sudah terlambat. Keinginannya kini hanya satu, membalaskan dendam keluarganya membunuh Saburo dengan samurainya.

ADVERTISEMENT

Ayahnya telah bersumpah sesaat sebelum mati, bahwa dia akan menuntut balas membunuh Saburo dengan samurai. Dia saksi langsung saat sumpah itu diucapkan. Adalah kewajibannya untuk melaksanakan. Karena itu, selama setahun di rumah Datuk dia melatih kecepatan samurainya dalam hutan bambu yang ada di sana.Dia mengulangi lagi cara latihannya seperti di gunung Sago dahulu.

ADVERTISEMENT

Mencabut dan memasukkan samurai secepat yang mampu dia laksanakan. Memancungkannya keempat penjuru. Berkali kali hal serupa itu dia ulangi. setelah kecepatannya kembali normal, lalu dia memejamkan mata, memusatkan konsentrasi. Mengerahkan tenaga untuk mendengarkan geseran yang paling halus sekalipun ketika angin berhembus.Beberapa daun bambu jatuh. Dia menanti, ketika daun bambu itu tinggal sedepa dari permukaan tanah dia mencabut samurainya, secepat kilat.

Kemudian dengan masih tetap memejamkan mata, dia bergerak dua langkah kekanan. Menyabetkan samurainya dua kali. Dua helai daun bambu terbelah.Kemudian berguling cepat kekiri, menyabetkan samurainya dua kali, sehelai daun bambu belah dua. Dan sehelai lagi luput dari tebasan samurainya. Dia mengulangi latihan begitu terus menerus. Hingga akhirnya kecepatan dan kemahirannya bertambah dari yang sudah sudah.

BacaJuga

TIKAM SAMURAI 260 (TAMAT)

14 Februari 2021

TIKAM SAMURAI 259

22 Agustus 2021

TIKAM SAMURAI 258

22 Agustus 2021

Selama setahun itu mereka tetap tinggal bersama Datuk Penghulu dan Tek Ani. Dengan uang yang mereka bawa dari Payakumbuh, ditambah perhiasan yang mereka peroleh dari rumah Babah gemuk pimpinan komunis itu, Mei-mei dan si Bungsu dapat membantu kehidupan Datuk itu. Bahkan Mei-mei menyuruh si Upik sekolah terus dengan biayanya.

Malam itu, ketika Datuk Penghulu dan si Bungsu tak di rumah, Mei-mei tengah membaca Al Quran, Tek Ani dan Upik menyimaknya. Suaranya yang halus lembut seperti membelah hutan bambu. Menyelusup di antara pohon pohon dan daunnya yang hijau. Di rumah Datuk itu hanya mereka bertiga kini.Datuk Penghulu entah berada dimana. Kegiatannya sangat memuncak. Sebab waktu itu adalah penghujung bulan Juli 1945.

Yaitu dua pekan lagi sebelum Proklamasi dibacakan di Pengangsaan Timur Jakarta Pejuang pejuang Indonesia saling mengadakan kontak dengan tokoh tokoh pergerakan. Datuk Penghulu pimpinan dari delapan kurir utama kaum pejuang yang berpusat di Bukittinggi. Dialah yang menghubungkan kontak antara Mayor Dakhlan Jambek yang saat itu bertugas dalam Gyugun dan bermarkas di Pasaman dengan Mayor Makkimuddin di Payakumbuh.

Kepada mereka disampaikan pesan pesan dari Engku Syafei. Tokoh pejoang di bawah tanah yang bermarkas di Kayu Tanam. Kontak itu juga menghubungkan mereka dengan encik Rahmah El Yunussiyah. Seorang pejuang wanita yang mendirikan sekolah Diniyah Puteri di Padangpanjang. Menjelang hari Proklamasi, kesibukan para pejuang sangat meningkat. sebaliknya, Kempetai yang merupakan Polisi Militer Jepang, memperketat pula pengawasan mereka.

ADVERTISEMENT

Sudah tentu anggota anggota Gyugun yang berasal dari pemuda Indonesia berada dalam pengawasan utama dan sangat ketat. Gerak gerik mereka diawasi secara rahasia. Dari pengawasan dan penyelidikan itulah bocor rahasia tentang diri Datuk Penghulu ayah si Upik di Padang Gamuak itu. Dari penyelidikan diketahui bahwa kusir bendi hanya dibuat sebagai kedok saja dari tugas mata matanya. Kempetai menyiapkan suatu penyerangan ke rumahnya.Dan malam itu lima orang Kempetai pilihan datang kerumah mereka.

Namun seperti telah diutarakan di atas, saat itu Datuk tersebut tak ada di rumah. Yang ada hanyalah istri Datuk itu, Mei-mei dan si Upik. Perempuan ketiganya. Si Bungsu sendiripun tak ada di rumah tersebut. Dia tengah menggantikan tugas Datuk Penghulu membawa bendinya. Ada berita penting yang sedang dia nanti di kota. Yaitu tentang diri Saburo. Untuk itu dia menyamar sebagai kusir untuk menemui kurir di kota.

Tek Ani, si Upik dan Mei-mei kaget dan terhenti mengaji tatkala pintu didobrak oleh Kempetai.“Mana Datuk Penghulu ..”Seorang Kempetai bertanya dengan senjata terhunus. Sementara yang seorang lagi mengawasi set iap sudut rumah. Mata mereka merah dan nyalang. Waspada terhadap segala kemungkinan. Ketika pernyataan itu diulangi, barulah tek Ani menjawab, bahwa suaminya memang tak ada.

Orang yang menggeledah itu kemudian berbisik bisik dengan Komandannya yang berpangkat Djun-i (Pembantu Letnan) yang memimpin penggerebekan itu. Djun-i itu menatap Mei-mei dengan mata berkilat. Ketika dia mengangguk, yang berbisik tadi lalu keluar. Lalu terdengar suaranya menyuruh jaga sekitar rumah itu. Dari jawaban di luar, Mei-mei segera tahu bahwa di luar ada tiga orang lagi tentara Jepang.

“Hei, kamu sini ikut. Saya mau periksa ..” Ujar Djun-i itu kepada Mei-mei.Si Upik mulai menangis. Tapi dia terdiam begitu dibentak oleh Kempetai yang seorang lagi. Perlahan Mei-mei bangkit. Mei-mei itu menelan ludahnya melihat tubuh montok gadis cina itu. Segera saja dia menyeret tangan Mei-mei ke bilik yang biasanya ditempati si Bungsu.Kemudian pintu dia tutup, Si Upik memeluk ibunya dengan wajah pucat.

Sementara serdadu yang satu lagi menatap mereka dengan seringai buruk. Dari dalam kamar terdengar suara gelosokposoh tak menentu. Dan Kempetai yang di ruang tengah itu menelan ludahnya beberapa kali. Membayangkan kenikmatan yang sedang dikenyam oleh komandannya di dalam bilik itu bersama gadis montok tadi. Dia jadi tak sabaran menunggu giliran, cukup lama dia menanti, dan tiba tiba pintu kamar terbuka. Mei-mei muncul dengan senyum di bibir.

Dia memberi isyarat pada Kempetai yang ada di ruang tengah itu. Kempetai itu bergegas.Tak peduli komandannya tadi belum keluar, yang jelas dia harus cepat mendapat giliran. Dia masuk kamar itu. Didapatinya komandannya masih terbaring dalam pakaian lengkap. Tapi yang menjadikannya heran adalah karena komandannya itu terbaring tidak di tempat tidur. Melainkan di lantai. Pertanyaan belum menjawab, ketika dia berpaling pada gadis itu, tangan gadis itu bergerak cepat sekali.

Pukulan dengan sisi tangannya mendarat di tengkuk Kempetai itu. Kempetai tersebut bukanlah orang lemah. Sebagai seorang Kempetai, dia belajar karate dan Yudo. Pukulan pertama dia tangkis dengan tangannya. Namun meleset. Pukulan gadis itu amat cepat. Tapi pukulan itu belum merubuhkannya. Dalam keadaan heran dan kaget Kempetai itu coba memeluk gadis tersebut.Itulah kesalahannya.

Mei-mei membiarkan Kempetai itu memeluknya, disaat tubuh mereka merapat, Mei-mei menghantamkan lututnya keatas. Mendarat persis di selangkang Jepang itu. Jepang itu hampir saja terpekik. Mei-mei bertindak cepat. Tangannya segera menutup mulut Jepang itu. Kalau teriakannya sampai kedengaran oleh tiga temannya di luar, bisa berbahaya. Dan Kempetai itu melosoh turun.

Kentang kentangnya pecah. Mei-mei hari ini bukan lagi Mei-mei setahun yang lalu.Bukan lagi Mei-mei yang lemah yang tak dapat berbuat apa apa ketika tubuhnya digumuli oleh perwira perwira Jepang di Payakumbuh dulu. Mei-mei hari ini adalah gadis yang telah berisi. Dia membuktikan hal itu dengan merubuhkan kedua Kempetai ini dengan mudah. Kempetai yang berpangkat Djun-i yang masuk pertama kali tadi juga mendapatkan perlakuan yang sama.

Begitu masuk dan menutup pintu, dia segera memeluk dan berusaha mencium gadis itu.Mei-mei seperti akan membalas pelukannya. Namun kedua tangannya memegang leher Djun-i itu. Begitu terpegang lehernya, sementara Jepang itu masih asik menciumi mukanya, Mei-mei menghantam lututnya keselangkang Jepang itu.

Ketika Jepang itu tersentak kaget dan amat sakit, kedua tangannya memegang leher Jepang itu bergerak pula. Yang satu mencengkram rambut di belakang kepala Kempetai itu. Tangan yang satu lagi menghantam dagunya. Rambut Jepang itu dia tarik sekuat kuatnya arak kekanan. Sementara dagunya dipukul arah kekiri.Akibatnya kepala Jepang itu terputar denganpaksa amat kuat.

Terdengar suara tulang berderak. Leher Jepang itu patah tulangnya. Dia mati tanpa sempat berteriak. Itulah yang dialami oleh Djun-i yang masuk pertama kali. Kini sudah dua orang selesai oleh Mei-mei. Benci dan dendam yang telah lama menyala dalam dada gadis ini kepada Jepang yang telah melaknati tubuhnya, kini mendapat tempat pelampiasannya. Diam diam dia mengunci pintu kamar.

Kemudian mengambil samurai yang panjangnya dua jengkal yang tersisip di pinggang Djun-i yang telah mati itu. Lalu perlahan dia membuka jendela dan berjingkat dia keluar. Masuk kedalam malam yang gelap.Tadi dia mendengar ada tiga Jepang lagi menjaga di luar rumah. Dia ingin menyudahi ketiga Jepang jahanan itu. Perlahan lahan dia menuju ke depan. Tiba tiba langkahnya terhenti.

Dari depan seorang Kempetai rupanya menaruh curiga akan situasi rumah yang sepi itu. Dengan bedil terhunus dia mengitari rumah tersebut. Dan dia melihat sesosok bayangan tegak mematung dekat dinding.“Siapa itu..!” Jepang itu membentak sambil mengacungkan bedil yang siap memuntahkan peluru.

“Malaikat maut..” Jawab Mei-mei dengan suara mendesis tajam. Dan seiring dengan itu tubuhnya bergulingan di tanah. Dalam tiga kali bergulingan yang amat cepat, dari posisi berbaring menyamping di tanah, kaki kanannya menghantam keatas. Terdengar seruan terkejut dan kesakitan dari mulut Jepang itu ketika sisi kaki Mei-mei yang terlatih mendarat di perutnya.

Namun Jepang itu tak rubuh. Dia hanya terjajar kebelakang.Bedil masih terpegang ditangannya. Dan justru saat itu, dalam keadaan terjajar kebelakang itu, telunjuknya menarik pelatuk bedil. Suara dentaman bedil mengoyak malam yang kelam. Membuat terkejut kedua temannya yang berada di depan. Mereka segera berlari kesamping. Bersambung>>>

ADVERTISEMENT
Previous Post

Terkait Lambatnya Bantuan, Marsanova Andesra Sebut Pemkab Limapuluh Kota Jangan Seperti Tong Kosong Nyaring Bunyinya

Next Post

Meski Ditengah Pandemi Covid 19, Usaha Kerupuk masyarakat Tetap Berjalan

Sumbar Time

Sumbar Time

Setiap Waktu Bernilai Informasi

BacaJuga

Cerbung

TIKAM SAMURAI 260 (TAMAT)

14 Februari 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 259

22 Agustus 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 258

22 Agustus 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 257

22 Agustus 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 256

22 Agustus 2021
Next Post
Meski Ditengah Pandemi Covid 19, Usaha Kerupuk masyarakat Tetap Berjalan

Meski Ditengah Pandemi Covid 19, Usaha Kerupuk masyarakat Tetap Berjalan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Justictalk ” Ngobrol santai melek hukum”

https://youtu.be/r3p0YSm3qWE
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Aviary Terbesar di Asia Tenggara Ada di Kota Bukittinggi Salah Satunya

Aviary Terbesar di Asia Tenggara Ada di Kota Bukittinggi Salah Satunya

7 Juni 2024
Lebih Dari 1000 Orang Mengantri di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi

Lebih Dari 1000 Orang Mengantri di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi

30 Desember 2023
Ini Dampak Digratiskan Objek Wisata Di Bukittinggi

Ini Dampak Digratiskan Objek Wisata Di Bukittinggi

23 Desember 2023
Viral Membawa Berkah di Objek Wisata Negeri Diatas Awan

Viral Membawa Berkah di Objek Wisata Negeri Diatas Awan

5 Mei 2024

Depósitos protegidos e ganhos instantâneos no casino Bwin para Portugal

0
Musda DPD PAN Payakumbuh,Empat Nama Diputuskan DPW Menjadi Pimpinan Pengurus DPD PAN Kota Payakumbuh

Musda DPD PAN Payakumbuh,Empat Nama Diputuskan DPW Menjadi Pimpinan Pengurus DPD PAN Kota Payakumbuh

0
BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Mobile Skrening pada Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile

BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Mobile Skrening pada Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile

0
Seorang Wanita Tewas Dengan Luka Sayatan di Leher Ditemukan Dalam Kamar Mandi Bika Siana

Seorang Wanita Tewas Dengan Luka Sayatan di Leher Ditemukan Dalam Kamar Mandi Bika Siana

0
Warga Jorong Piladang Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Kegiatan Kopdar YKCS dan desak wali nagari koto tangah batu ampar meminta maaf

Warga Jorong Piladang Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Kegiatan Kopdar YKCS dan desak wali nagari koto tangah batu ampar meminta maaf

18 April 2026
Warga Sungai Kamuyang Siap Aksi, Desak Bupati Tindaklanjuti Persoalan Pemerintahan Nagari

Warga Sungai Kamuyang Siap Aksi, Desak Bupati Tindaklanjuti Persoalan Pemerintahan Nagari

10 April 2026
Paripurna LKPJ Walikota, Ini Kata Ketua DPRD Bukittinggi

Paripurna LKPJ Walikota, Ini Kata Ketua DPRD Bukittinggi

2 April 2026
Lansia di Limapuluh Kota Ditangkap Cabuli Siswi SMP Anak Tetangga

Lansia di Limapuluh Kota Ditangkap Cabuli Siswi SMP Anak Tetangga

29 Maret 2026

Berita Terbaru

Warga Jorong Piladang Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Kegiatan Kopdar YKCS dan desak wali nagari koto tangah batu ampar meminta maaf

Warga Jorong Piladang Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Kegiatan Kopdar YKCS dan desak wali nagari koto tangah batu ampar meminta maaf

18 April 2026
Warga Sungai Kamuyang Siap Aksi, Desak Bupati Tindaklanjuti Persoalan Pemerintahan Nagari

Warga Sungai Kamuyang Siap Aksi, Desak Bupati Tindaklanjuti Persoalan Pemerintahan Nagari

10 April 2026
Paripurna LKPJ Walikota, Ini Kata Ketua DPRD Bukittinggi

Paripurna LKPJ Walikota, Ini Kata Ketua DPRD Bukittinggi

2 April 2026
Lansia di Limapuluh Kota Ditangkap Cabuli Siswi SMP Anak Tetangga

Lansia di Limapuluh Kota Ditangkap Cabuli Siswi SMP Anak Tetangga

29 Maret 2026
ADVERTISEMENT
Sumbartime.com

Sumbartime.com -"Setiap Waktu Bernilai Informasi"

Ikuti Kami

  • Redaksi Sumbartime.com
  • Pedoman Berita
  • Disclaimer

© 2025 sumbartime.com - Design By rudDesign.

No Result
View All Result
  • Redaksi Sumbartime.com
  • Pedoman Berita
  • Disclaimer
  • Iklan

© 2025 sumbartime.com - Design By rudDesign.