BUKITTINGGI – Sebuah benda berusia lebih dari setengah abad tiba di tengah masyarakat, perangkat tape real yang pernah menjadi saksi perjalanan sejarah bangsa.Suasana halaman Rumah Kelahiran Bung Hatta (RKBH) Bukittinggi menjadi terasa berbeda pada Kamis (2/10/2025).
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, tampak begitu antusias menyambut penyerahan benda berharga ini dari LPP RRI Bukittinggi. “Benda ini sangat bernilai sejarah dan menjadi warisan penting untuk masyarakat,” ucapnya penuh semangat.
Baginya, tape real bukan sekadar mesin pemutar rekaman, melainkan pintu waktu. “Melalui tape real, generasi muda bisa lebih mengenal sosok Bung Hatta serta mempelajari sejarah bangsa. Nantinya rekaman ini dapat diputar agar wisatawan dalam dan luar negeri bisa mendengarkan langsung pidato bersejarah Bung Hatta,” tambahnya.
Tak hanya pemerintah kota, apresiasi juga datang dari Kepala Stasiun LPP RRI Bukittinggi, Abdul Gafar Zakaria. Ia menyebut penyerahan tape real ini sebagai rangkaian peringatan HUT RRI ke-80.
“Perangkat tape real ini beroperasi sejak tahun 70-an dan kini dihibahkan ke museum. Kami berharap benda bersejarah ini dapat memperkaya koleksi museum serta memberi nilai tambah bagi kota Bukittinggi,” jelasnya.
Lebih dari sekadar benda antik, tape real ini menyimpan rekaman suara Bung Hatta, termasuk pidato monumental ketika berbicara di PBB, juga lagu kebangsaan serta rekaman penting lainnya. “Ini bukan sekadar koleksi, melainkan sumber pengetahuan,” ujar Abdul Gafar.
Dengan koleksi baru ini, Rumah Kelahiran Bung Hatta seakan semakin hidup. Para pengunjung tak hanya dapat melihat jejak fisik sang proklamator, tetapi juga mendengar langsung getaran suara dan semangat kebangsaannya.
Seperti kata Ibnu Asis, tape real ini akan dijaga, dimanfaatkan, dan dihidupkan kembali, bukan sekadar disimpan di balik kaca. Bukittinggi kini memiliki alasan baru untuk membanggakan diri: suara Bung Hatta kembali menggema dari rumah kelahirannya. (Aa)



















