Sosialisasi Pengawasan Pemilu, Bawaslu 50 Kota Ajak Masyarakat Aktif

Sosialisasi Pengawasan Pemilu, Bawaslu 50 Kota

SUMBARTIME.COM, LIMAPULUH KOTA,-Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Limapuluh Kota (Bawaslu 50 Kota), mengundang seluruh lapisan masyarakat mengikuti kegiatan Sosialisasi Pengawasan Kampanye Pemilu 2019, untuk seluruh Kecamatan Di Kabupaten Limapuluh Kota, berlangsung sejak 13 November hingga 24 November 2018 di Hotel Shago Bungsu 1 dan Tombak Resto Taeh.

“Sosialisasi Pemilu telah berlangsung sejak pertengahan 2017 dan berakhir 3 hari sebelum masa pencoblosan 17 April 2019 mendatang. Sosialisasi ini merupakan wadah berbagi pengetahuan kepada masyarakat, sehingga masyarakat juga terlibat aktif dalam hal pengawasan pesta Pemilu.” Sebut Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Limapuluh Kota Putra Illah Khair, saat pembukaan acara di Shago Bungsu.

Iklan
Loading...

Senada dengan itu Ketua Bawaslu Kabupaten Limapuluh Kota, Yoriza Asra juga menjelaskan dalam materi Sosialisasi Pengawasan. “Bawaslu merasa perlu berbagi informasi kepada masyarakat, tugas kita untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawasi proses Pemilu. Fungsi pencegahan, pengawasan dan penindakan harus kita jalankan berasama, namun tahapan – tahapan proses itu harus kita patuhi. Untuk ini lah kita mengadakan sosialisasi.” Jelas Putra kelahiran Talang Maua tersebut.

Landasan hukum dan peraturan kampanye Pemilu 2019 sendiri, diatur oleh undang – undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 32, 23, 28 dan 33 tahun 2018. Peraturan Bawaslu nomor 28 tentang pengawasan kampanye Pemilu tahun 2019. “Sosialisasi ini sangat penting untuk masyarakat, tugas Panwaslu Kecamatan dan Nagari yang berat diharapkan menjadi ringan, karena Kita telah bersama – sama mengawasi Pemilu.” Tukuk Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwascam Situjuah Limo Nagari, Yorry Anetof.

Dalam sosialisasi ini juga disampaikan larangan keterlibatan ASN, pematerinya dari Pemerintah Daerah Kabupaten Limapuluh Kota. “ASN tidak boleh terlibat dalam proses Pemilu dalam bentuk apa pun.” Kata Elfitria yang juga alumni IPDN tersebut.

Acara sosialisasi ini dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan, Kapolsek, Danramil, Panwascam, Kelompok Tani, Kelompok Yasin, Pemilih Pemula. Tokoh masyarakat, tokoh agama, media, Bamus Nagari dan penyandang disabilitas. (Fadli)

Loading...
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here