Seni Kaum Intelektual dalam Merawat Kebhinnekaan

Sumbartime- Indonesia sebagai negara dengan jumlah suku bangsa terbanyak di dunia, menyimpan potensi besar untuk tumbuh sebagai bangsa yang kreatif dan mapan dalam kemajemukan. Keberagaman yang sangat unik ini jarang ditemukan di negara lainnya. Kondisi dewasa ini, permasalahan yang dijumpai karena ketidakmampuan beberapa kelompok dalam mengelola perbedaan masih dapat kita temukan di Indonesia. Hal ini memancing kepeduliaan segenap elemen bangsa untuk terus memupuk semangat toleransi dan merawat semangat kebhinnekaan, setidaknya demikianlah yang dirasakan oleh kaum intelektual, mahasiswa.

Dalam rangka mendorong terwujudnya nilai-nilai toleransi dan semangat keberagaman ini, mahasiswa yang tergabung dalam organisasi HMJ Ilmu Sosial Politik, HMJ Seni Rupa dan DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Provinsi Sumatera Barat menggelar seminar kebangsaan dengan tema “Peran Pemuda dalam Mencegah Radikalisme, Memperkuat Nilai Kebangsaan dan Menghargai Keberagaman”, yang diselenggarakan pada hari selasa, 30 Januari di aula LPMP kampus UNP Air Tawar.
Seminar yang didominasi peserta dari kalangan pemuda dan mahasiswa ini menghadirkan tokoh pemuda Sumatera Barat, Ari Prima dan Ahmad Halmi yang juga akademisi sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut.

Iklan

Radikalisme itu berawal dari pembacaan hampir di kota Padang ini minat pembaca buku-buku yang mendalam tentang gerakan radikal itu ada 40%. Di tambah pula dari mahasiswa membaca di situs Web yg sangat banyak sekali dan gampang di akses tentang radikal oleh mahasiswa, Sebenarnya seminar seperti ini harus mengelora di kota Padang khususnya di jalankan oleh Mahasiswa kata Ahmad Lahmi, Dosen Univ Muhammadiyah Sumbar dalam Seminar Kebangsaan yang dilaksanakan.

Ahmad Halmi menilai pluralisme tidak bisa di kotak-kotakan. Sekarang permasalahnya adalah kita tidak terbuka dalam pemahaman yang berbeda maka dari itu kita muncul faham-faham radikalisme. Radikalisme itu bisa di cegah dari ilmu sosial politik, Maka kita meminta pada Pemerintah untuk bisa menghentikan akses Internet yang terdapat gerakan radikalisme.

Praktisi sekaligus tokoh Pemuda Sumatera Barat, Ari Prima, dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan, “Kaum muda harus kembali melihat sejarah berdirinya bangsa ini, kaum muda memiliki peran dan posisi strategis dalam melahirkan kedaulatan negara Indonesia, semangat ini harus kembali hadir dan terus dalam diri setiap pemuda, agar peran pemuda sebagai leader of change benar-benar mampu dirasakan sentuhannya oleh bangsa yang besar ini”.

Riyan Hidayat selaku ketua DPD IMM Sumater Barat berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat untuk segenap pemuda, “Kita tidak boleh melupakan sejarah, Ben Anderson pernah menyampaikan, jika ingin belajar sejarah Indonesia, maka pelajarilah sejarah pemudanya. Kedepan kita semua juga harus menjadi pemuda-pemuda yang menyejarah, bukan menjadi sampah sejarah”, tegasnya.(IM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here