Selamat Jalan Sahabat, Uda Kami Rachpendri..

Kita pernah bersama, mengarungi pahit getirnya sebagai pemburu berita. Bahkan sering perang mulut dan saling menenangkan diri. Sering kami lihat kau tidur di kursi usang kantor kita. Sambil menikmati sebatang rokok, hari ini kami tak akan ada lagi melihat wajah brewokmu, sahabat. Pergilah dengan tenang, semoga tidur panjangmu dijaga Sang Illahi. Sorga Sang Khalik menantimu..

Selamat jalan kawan, do’a kami menyertaimu..

Payakumbuh, sumbartime.com —Sejumlah kalimat berisi ungkapan hati ini tertulis di dinding akun facebook milik, Lili Yuniati, salah seorang wartawati media cetak yang sehari-hari bermarkas di Kantor Balai Wartawan (BW) Luak Limopuluah, Minggu (29/4). Di bagian atas kalimat, terpajang foto lelaki berkaca mata di tepi pantai, mengenakan jaket hitam.

Iklan

Ungkapan serupa juga tertulis di dinding akun facebook milik, Rino Chandra, salah seorang wartawan media online. “Kita pernah duduk di bangku plastik ruangan pinjaman pemerintah ini, berteriak, bersorak, adu mulut, bahkan rokok dan kopi setengah di gelasmu menjadi favoritku. Kini semua itu tak ada lagi. Dirimu dipanggil Sang Khaliq..

‘Bang, bagi rokok sebatang’, bahasa yang hampir setiap hari aku lontarkan mengganggu konsentrasimu dalam menulis dan berkabar untuk negeri ini, tidak akan Aku lupakan. Insya Allah, bahasa itu akan berganti do’a untukmu Bang. Dirimu guru dan sahabat bagiku. Selamat jalan Bang Rachpendri Sakti,” tulisnya.

Akun media sosial milik wartawan lain, yakni Mardikola Tri Rahmad, pun tak ketinggalan. Pada dinding akunnya tertulis ucapan duka, dengan pemuatan foto momen bersama seniornya, Rachpendri Sakti, pada akhir 2016 silam. Ya, insan pers Luak Limopuluah tengah dirundung duka..

Seorang wartawan senior, Rachpendri Sakti, dipanggil Sang Khalik, Minggu dini hari, setelah sempat menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit, sejak 3 bulan lampau. Menurut keterangan pihak keluarga, Sevindra Juta, Racpendri wafat sekitar pukul 02.30 WIB, setelah sempat dilarikan ke rumah sakit Achmad Mukhtar Bukittinggi.

Sebelumnya, Rachpendri sempat dirawat inap di RSUD Ahmad Darwis Suliki, akibat komplikasi penyakit di tubuhnya. “Kondisi adik kami mulai drop, tiga hari belakangan ini, hingga ia menghembuskan nafas terakhir dinihari tadi,” sebut Sevindra, yang juga ketua Dewan Pendidikan Kota Payakumbuh.

Rachpendi Sakti, dikatakan, berpulang menghadap Sang Pencipta di usia 46 tahun. Pendi panggilan sehari hari Pimpred Tiras Andalas yang pernah menjabat sebagai Redaktur di Harian Detil Pekanbaru, Riau ini meninggalkan seorang Istri.

Ia disemayamkan di rumah kakaknya di Kelurahan Kototangah, Kota Payakumbuh. Selanjutnya, dibawa ke pemakaman keluarga di Kenagarian Batu Balang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, kampung halaman almarhum.

Turut melepas ke peristirahatan terakhir almarhum rekan rekan keluarga besar Balai Wartawan Luak Limopuluah, Bupati Irfendi Arbi dan Wakil Bupati Ferizal Ridwan, serta karib kerabat Almarhum.

Selamat jalan kakanda, senior, sahabat. Doa kami menyertai perjalananmu menghadap Sang Illahi.. (ARY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here