Amril(48) tahun, kaget dapati rumahnya rata dengan tanah saat kembali selesai shalat tarawih di masjid.
Bukittinggi,-Sumbartime.com. Senin,4/4/22.
Kebakaran terjadi saat umat muslim tengah menjalani ibadah sholat tarawih di RT 03/RW 01, kelurahan campago guguk bulek kecamatan Mandiangin koto selayan (MKS) kota itu.
Menurut keterangan warga di sekitar lokasi api tampak pukul 20’05 WIB. Dikarenakan lokasi yang berada ditengah-tengah persawahan tim damkar kota Bukittinggi sulit mengakses lokasi tersebut dan secara manual masyarakat bergotong royong memadamkan api.
Api dapat dipadamkan pukul 21’00 WIB. Kerugian ditaksir Rp.150 juta.
Kebakaran terjadi disaat kondisi rumah sedang kosong tiba tiba api muncul, warga segera lakukan bantuan secara manual rumah yang terletak di tengah tengah persawahan dengan jarak kira kira 200 meter, dari jalan raya.
Arifin, ketua RT 03,kelurahan Campago guguak bulek langsung menghubungi Damkar dan menuju ke lokasi kebakaran bersama sama warga berusaha memadamkan api untungnya tidak ada korban jiwa.
Lurah campago guguak bulek Nofrianto langsung meninjau lokasi didampingi,Amrul ketua RW 01,dan seluruh perangkat kelurahan Campago guguak bulek Nazarnis (ASN)serta personil Damkar kota Bukittinggi langsung kelokasi membantu kebakaran ini.
“Nofrianto mengatakan,personil Damkar sulit menuju lokasi kebakaran karna akses jalan yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua meski personil sudah mengupayakan dengan memakai mesin pelampung namun terkendala dengan persediaan air yang sangat terbatas”. Katanya.
Dengan segala kondisi yang terbatas upaya untuk memadamkan api warga terpaksa melakukan penyiraman api secara manual dengan cara menderek air dari sumur warga.
“Nofrianto, mengingatkan kepada warga agar waspada dan lebih hati hati memperhatikan listrik dan api juga setelah ibu-ibu memasak di dapur, agar kita semua terhindar dari bahayanya kebakaran”.ia mengakhiri. (Alex)




















