BUKITTINGGI – Suasana penuh keceriaan tampak di Rumah Kelahiran Bung Hatta (RKBH) pada Kamis pagi (21/8/2025). Sebanyak 155 siswa-siswi Taman Kanak-Kanak (TK) Aisiyah 1 Bukittinggi menjalani pembelajaran luar kelas dengan tema Inspirasi Bung Hatta dan Kakeknya.
“Anak-anak begitu senang mendengarkan topik hari ini, yaitu kegiatan inspirasi tentang Bung Hatta dan kakeknya,” ungkap Kepala Sekolah TK Aisiyah 1 Bukittinggi, Marleni.

Selain mendengarkan kisah sang proklamator, para siswa juga diajak menggambar, mengelilingi area RKBH, serta mendengarkan cerita langsung dari edukator museum, Vinny Marlinda.
Antusiasme anak-anak terlihat jelas saat mereka menyimak kisah kehidupan Bung Hatta sejak kecil.
Jejak Keluarga Bung Hatta
Dalam kesempatan itu, para guru juga menjelaskan kisah keluarga Bung Hatta yang penuh makna sejarah.
Meski tak sempat bertemu langsung dengan kakeknya, Syekh Abdurrahman, ulama besar Minangkabau asal Batuhampar, Limapuluh Kota dan juga tak sempat mengenal ayahnya, Muhammad Djamil, yang meninggal saat Bung Hatta berusia delapan bulan, Hatta kecil tumbuh dalam asuhan pamannya, paman Sholeh dan Idris.
Kisah ini diabadikan Bung Hatta dalam Memoir (1979), di mana ia menulis tentang kedekatannya dengan keluarga ayahnya di Batuhampar. Syekh Abdurrahman, sang kakek, dikenal sebagai ulama karismatik yang memiliki banyak murid hingga ke Kalimantan dan Semenanjung Malaka, serta menjadikan Batuhampar sebagai pusat pertahanan agama Islam.
Belajar Sejarah Lewat Pengalaman
Studi lapangan ini menjadi cara menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar sejarah. Dengan metode bercerita dan kegiatan interaktif, para siswa dapat mengenal sosok Bung Hatta tidak hanya sebagai proklamator, tetapi juga sebagai cucu dari seorang ulama besar yang berpengaruh di Minangkabau.
“Melalui kunjungan ini, kami berharap anak-anak sejak dini mengenal sejarah bangsa dan tokoh besar yang lahir dari kota mereka sendiri,” tutur Marleni.
Kegiatan edukatif ini bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan upaya menanamkan nilai-nilai nasionalisme, inspirasi, dan rasa bangga terhadap tokoh bangsa sejak usia dini. (Alex)





















