Reskrim Polres Bukittinggi Berhasil Ungkap Misteri Penemuan Mayat di Pendakian Wowo

pelaku pembunuhan di pendakian wowo Bukittinggi

SUMBARTIME.COM-Setelah sempat menjadi sebuah teka teki ditemukannya seseosok mayat seorang pria tanpa identitas di pendakian Wowo, Pasar Bawah, Kota Bukittinggi, beberapa waktu yang lalu, akhirnya polisi berhasil mengungkap misteri tewasnya korban.

Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara, Kamis (3/12) pagi, mengungkapkan misteri kematian korban yang kemudian diketahui bernama Dwangkara Wirayuda (13).

Iklan

Menurutnya, korban yang masih seorang remaja tersebut diketahui merupakan warga asal Aek Kanopan Kabupaten Labuan Batu Provinsi Sumatera Utara. Sehari hari korban menjadi seorang pengamen jalanan di Kota Bukittingi.

Adapun terkait kematiannya diduga akibat menjadi korban pembunuhan.

Lebih jauh Dody menejelaskan, jika Reskrim Polres Bukittinggi berhasil mengungkap peristiwa tersebut dan mengamankan satu orang terduga pelaku, paparnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bukittinggi AKP Chairul Amri Nasution dalam keterangan persnya menyebutkan dari hasil identifikasi awal yang dilakukan oleh tim inavis di TKP serta dari hasil otopsi yang dilakukan di RS. Bhayangkara Polda Sumbar bahwa ditemukan tanda kekerasan benda tajam pada dada yang menjadi penyebab kematian Korban.

Dari hasil otopsi tersebut Tim Opsnal melakukan penyelidikan untuk mencari Indentitas serta penyebab kematian korban. Awalnya Tim Opsnal mendapatkan indentitas yang bersangkutan dari hasil Koordinasi dengan Polsek Aek Kualah Hulu Polres Labuan Batu Polda Sumatra Utara.

Selanjutnya dari beberapa keterangan saksi, polisi menemukan sejumlah bukti jika korban sebelumnya mendapat pengancaman dari seseorang yang menyebutkan jika korban kembali ke Bukittinggi akan dibunuh.

Berdasarkan informasi awal itulah, polisi akhirnya menemukan terduga pelakunya yakni inisial DS (27) warga Tarok Dipo Kota Bukittinggi.

Selanjutnya pelaku langsung diamankan pada Rabu 2 Desember 2020. Dari hasil pemeriksaan pelaku, dirinya mengakui jika telah menghabisi nyawa korban dengan cara menikam dan menusuk korban dengan sebilah senjata tajam jenis pisau lipat.

Adapun motif pelaku menghabisi nyawa korban karena merasa tersindir dari ucapan korban. Sementara itu pelaku juga mengakui saat menjalankan aksi penikamn tersebut dirinya dalam pengaruh minuman keras tradisional jenis tuak.

Selain itu pelaku juga mengaku dalam menghabisi korban dirinya dibantu oleh seseorang temannya yang kini masih dalam pengejaran polisi, papar Chairul Amri.

Sekedar diketahui, sebelumnya pada tanggal 6 November 2020 silam, warga Kota Bukittinggi dikagetkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas berjenis laki laki di kawasan pendakian wowo, pasar bawah, tepatnya di depan pos terminal.

Penemuan mayat berjenis pria dalam kondisi terlentang itu petama kali ditemukan oleh seorang Driver Ojek Online, sekira pukul 12.00 WIB. Saat ditemukan, jasad korban sudah dalam kondisi membusuk dan mengeluarkan bau yang menyengat. (ezi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here