Bukittinggi, – Pada Sabtu (23/3/2024), Kota Bukittinggi menjadi saksi dari momentum penting dalam dunia ekonomi mikro. Dalam Rapat Akhir Tahun (RAT) BMT Ar Raudhah BKMT Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS), berbagai masukan dan inovasi disampaikan untuk mendukung perkembangan usaha kecil mikro di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kota Bukittinggi, Mihandrik, S STP, menekankan pentingnya efektivitas lembaga mikro dalam membantu anggotanya mengembangkan usaha kecil mikro di Kota Bukittinggi.
“Lembaga mikro dapat berjalan dengan efektif sehingga dapat membantu anggota mengembangkan usaha kecil mikro di Kota Bukittinggi,” ujar Mihandrik.
Mihandrik juga memberikan apresiasi atas keaktifan pengurus dan anggota BMT Ar Raudhah dalam menerapkan prinsip “Dari Kita Untuk Kita”.
“Alhamdulillah..!! Dari tahun 2007 BMT Ar Raudhah yang bermodal Rp 26 juta sekarang sudah mencapai Rp 280 juta dengan jumlah lembaga keuangannya 126 orang,” ungkap H. Syamsul Bahri, Ketua BKMT Kota Bukittinggi.
RAT menjadi kewajiban bagi lembaga mikro keuangan setelah tiga bulan tutup buku. Dalam RAT tersebut, pejabat berwenang akan memberikan teguran lisan dan tertulis bagi lembaga yang tidak memenuhi kewajiban mereka.
Acara di Kantor Kecamatan MKS Kota Bukittinggi dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kadis Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Mihandrik, S STP, kabid Sesri, Kasi Amriman, Kemenag Zulfikar, Ketua BKMT Kota Bukittinggi H. Syamsul Bahri, Ketua BKMT Kecamatan MKS Ahmad Antoni, serta Ketua BMT Ar Raudhah beserta pengurus dan peserta lainnya. Semoga rapat ini membawa berkah dan kemajuan bagi ekonomi mikro di Kota Bukittinggi. (Alex)





















