BUKITTINGGI – Praktisi pendidikan Kota Bukittinggi, Dr.(Hc.) Defi Endri, MM. M.Pd, mengadakan syukuran doa bersama atas kembalinya dari Tanah Suci Makkah Al Mukkaramah.
Acara ini digelar bersama anak-anak dari Panti Asuhan Griya Dhuafa, dengan menghadirkan penceramah Niki Sondra, Lc, serta tamu undangan lainnya, termasuk Niniak Mamak, Bundo Kanduang, Kacabdin I Sumbar, Kadis Koperasi, UKM & Naker Bukittinggi, Kapolsekta Bukittinggi.
Defi Endri, yang merupakan putra asli Maninjau, Kabupaten Agam, melaksanakan kegiatan ini di Laman Puti Hotel Denai Bukittinggi pada Senin (8/7/2024).
Acara dimulai dengan siraman rohani oleh penceramah Niki Sondra, Lc. Dalam ceramahnya, Niki menyampaikan, “Jemaah sepulang dari Tanah Suci justru malaikat selama 40 hari masih melihat dan doa dipanjatkan akan dikabulkan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa manusia yang membeli mobil dengan DP Rp.50 juta belum tentu masuk surga, tetapi dengan berhaji sudah ada jaminan masuk surga, dan haji mabrur ditandai dengan perubahan perilaku baik terhadap rekan sejawat maupun keluarga.
Defi Endri, yang juga pemilik SMK Kesehatan Genus & SMK Praja Nusantara, menyatakan rasa syukurnya bisa pergi ke Tanah Suci. “Belum lengkap manusia jika belum ke tanah suci, apalagi saat ini proses ke sana cukup lama. Ada orang yang memiliki harta banyak tapi terhalang kesehatan, dan sebaliknya. Selama proses haji, aturan cukup ketat dengan biaya Nuzukat sebesar Rp. 50 juta, dan jika ingin naik haji harus uang bersih,” katanya.
Ia menambahkan, “Jika berbahagia di dunia, maka akan ditunjukkan di Tanah Suci, dan itu diwujudkan tahun 2024 ini saya bisa berangkat dan cium langsung Hajar Aswat.”
Acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat Haji kepada adik dan ibunda Defi Endri yang juga telah melaksanakan ibadah Haji. (alex)





















