Polisi Lakukan Penyelidikan Terkait Dugaan Pemakaian Buku Nikah Palsu Hasil Curian Oleh Oknum PNS Pasaman

gambar ilustrasi

SUMBARTIME.COM-Terkait adanya laporan dan pengaduan dari seorang anggota TNI AD ke Polres Pasaman Barat, terkait tentang dugaan penggunaan buku nikah oleh oknum ASN inisial R, polisi mulai melakukan penyelidikan.

Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Pasaman Barat AKBP  Sugeng Hariyadi melalui Kepala Satuan Reskrim AKP Fetrizal, Rabu (21/10).

Iklan

Menurutnya, pihaknya kini sedang melakukan pmeyelidikan dan pendalaman kasus terkait atas pelaporan dugaan penggunaan buku nikah yang hilang di Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, oleh seorang oknum PNS yang berdinas di Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Pasaman.

“Kami masih melakukan penelusuran dari mana buku nikah itu diperoleh. kami akan segera memanggil pelapor dan terlapor,” ujar Fetrizal.

Seperti diketahui, sebelumnya pada Senin 19 Oktober 2020, lalu, seorang anggota TNI AD bernama Poniman bersama seorang rekannya Itnawati, melaporkan seorang oknum PNS insial R dalam kasus dugaan penggunaan buku nikah ilegal.

Menurut Poniman dia dan rekannya telah menemukan setumpuk buku nikah yang sempat dilaporkan hilang sebanyak 2 ribu pasang oleh Kantor Kemenag Pasaman Barat pada 2017 silam di rumah R kawasan Benteng Nagari Tanjung Beringin Kecamtan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman.

Ironisnya tutur Poniman lagi, salah satu buku nikah yang dilaporkan hilang akibat dicuri oleh Kemenag Pasaman Barat dengan nomor seri SB 5663986 justru telah ditulis dan diisi dengan nama R sendiri di dalam buku nikah tersebut.

Menurutnya R sebelum bekerja di Disperindagkop Kabupaten Pasaman, merupakan pejabat di Kemenag Pasaman Barat.

Melihat ada kejanggalan tersebut Poniman melakukan penyelidikan, dirinya sempat menemui pihak Penghulu yang sempat menikahkan R dengan seorang Bidan Desa.

Dari hasil penyelidikan tersebut Poniman mendapatkan informasi jika diduga R dan pasangannya belum pernah menikah secara resmi melalui KUA namun telah memiliki buku nikah. Ironisnya buku nikah yang dimiliki R diduga berasal dari salah satu 2 ribu pasang buku nikah yang hilang akibat dicuri di Kemenag Pasaman Barat, papar Poniman.

Terpisah, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasaman Barat, Muhammad Nur, membenarkan jika pihaknya pada tahun 2017 silam telah melaporkan hilangnya dua ribu pasang buku nikah ke polisi dengan nomor polisi LP /202/VI/2017 pada tanggal 25 Juni 2017.

Dengan adanya titik terang atas laporan temuan dugaan buku nikah yang hilang oleh saudara Poniman, dirinya berharap kasus hilangnya dokumen negara di kantornya pada 2017 silam bisa terungkap, paparnya.

Atas nama Kementrian Agama, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada pelapor dan polisi yang kini telah melakukan penyelidikan, pungkas Muhammad Nur. (sggn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here