Penemuan Mayat Remaja Putri di Siak Terungkap, Korban Dihantam Dengan Cangkul, Setelah Kritis Diperkosa

Korban ditemukan tewas di depan pondok singkong

SUMBARTIME.COM-Akhirnya teka teki penemuan mayat seorang remaja putri yang tewas terbunuh pada Minggu (18/8) kemaren di sebuah pondok kebun singkong, kawasan Simpang Belutu, Kecamatan Kandis, Siak, Riau, terungkap.

Dari hasil keterangan Polres Siak dalam gelaran jumpa pers, Kamis (22/8), diketahui korban berinisial DW (14), warga Libo Jaya, Kandis. Adapun pelaku yang membunuh korban adalah YP (19) warga Pondok II Palapa, Kandis.

Iklan
Loading...

Orang yang pertama kali menemukan mayat remaja putri itu adalah Tumiran (63) pemilik kebun singkong. Saat itu petani tersebut bermaksud hendak memanen singkongnya. Namun langkah kagetnya dia melihat ada sesosok tubuh yang sudah tidak bernyawa terbaring di depan pondoknya, pada Minggu (18/8) pagi, sekira pukul 09.30 WIB.

Penemuan mayat remaja putri tersebut dengan cepat tersebar. Polisi yang mendapatkan laporan langsung turun ke lokasi dan melakukan penyelidikan. Tak butuh lama, polisi berhasil mengungkap pelakunya yang tak lain adalah kenalan korban di Facebook.

Menurut keterangan polisi, korban dengan pelaku baru pertama bertemu. Sebelumnya kedua sejoli tersebut berkenalan baru seminggu di dunia di sosmed.

Dari hubungan di dunia maya tersebut keduanya sepakat untuk bertemu di dunia nyata. Pada Sabtu tanggal 17 Agustus, pelaku menjemput korban dan membawanya jalan jalan dengan menggunakan sepeda motor.

Saat putar putar dengan motor tersebut, pelaku membawa korban ke sebuah pondok kosong di dalam kebun singkong. Pelaku yang sudah berniat ingin mencabuli korban, berusaha merayu korban. Awalnya korban terpedaya dan sempat melayani napsu pelaku untuk berkencan.

Merasa keenakan, pelaku yang diketahui sering menonton film porno tersebut minta berhubungan badan layaknya suami istri. Namun saat itu korban menolak. Karena terus didesak oleh pelaku, korban ketakutan dan berusaha kabur melarikan diri.

Sementara pelaku yang napsu bejatnya sudah sampai ke ubun ubun, berusaha mengejar korban. Saat itu pelaku mengambil cangkul yang ada di dekatnya dan menghantamkannya ke punggung dan kepala korban. Mendapatkan hantaman pangkul tersebut, korban langsung roboh dan kritis.

Bejatnya, korban yang sudah dalam kritis langsung diperkosa oleh pelaku berulang kali. Setelah puas, pelaku langsung mencekik korban hingga korban tewas. Setelah pelaku memastikan korban sudah tidak bernyawa, selanjutnya dirinya mengambil ponsel korban dan kabur ke daerah Samsam, Kandis dan menjual ponsel korban di kawasan tersebut.

Usai menjual ponsel milik korban, Keesokan harinya tanggal 18 Agustus, pelaku melanjutkan pelariannya ke kawasan Tapung, Kabupaten Kampar dan pada malam harinya kembali pulang ke Kandis. Ketika sampai ke daerah asalnya pelaku singgah di kedai kopi, dan langsung ditangkap polisi, papar Waka Polres Siak, Kompol Abdullah Hariri. (kr)

Loading...
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here