Arosuka.sumbartime – ” Mulut Mu Adalah Harimau Mu ” itulah pepatah yang bisa diibaratkan untuk Gubernur Sumatera Barat H.Mahyeldi, setelah membantah dan mengatakan tidak pernah mendukung keputusan PT. Tirta Investama (AQUA) yang meng-PHK 101 Karyawannya.
Dalam persoalan itu, H.Mehyeldi terkesan cuci tangan, setelah membuat pernyataan disejumlah media online dan dihalaman resmi Pemprov Sumbar. Dalam pernyataannya, Gubernur mengatakan keputusan PT. Tirta Investama dalam meng-PHK karyawannya adalah keputusan yang benar. (Baca di sumbarprov.go.id edisi 04 November 2022).
Dalam pernyataannya itu, Mahyeldi juga mengarahkan penyelesaian melalui Ninik mamak, meskipun ia mengetahui bahwa domisili perusahaan terletak di kawasan pemerintahan kabupaten Solok, yang seyogyanya penyelesaian terlebih dahulu melalui pemkab setempat.
” Walaupun ia mengeles, tapi masyarakat telah tau gubernur tidak berpihak kepada masyarakatnya, dan mengatakan PHK itu adalah keputusan yang benar ” kata ketua Media Online Indonesia (MOI) Solok, Wahyu Yudistira.
Menurut Wahyu Yudistira yang akrab disapa dengan penggilan Ega itu, jejak digital tidak pernah berbohong, dan tidak seharusnya Gubernur Cuci tangan. Sebaiknya turun ketengah masyarakat yang sedang bermasalah dan mencarikan solusinya.
Sementara itu pada klarifikasi yang dikeluarkan oleh juru bicara Pemprov Sumbar, Jasman, mengatakan, Gubernur tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan keputusan PT. Tirta Investama adalah benar.
Dan malahan dalam klarifikasi yang dimuat dalam pemprovsumbar.go.id itu, Jasman mengatakan, dalam pertemuan antara Gubernur dan perwakilan PT. Tirta Investama waktu itu, tidak pernah membahas masalah PHK karyawan perusahaan tersebut.** Gia




















