Oknum Polsuspas Pekanbaru Tertangkap, Lapas Sempat Menolak Ada Pemeriksaan Napi Diduga Pengendali Narkoba

kurir dan oknum polsuspas tertangkap bawa 2 kg sabu dan ribuan butir pil

SUMBARTIME.COM-Sempat ditolak dan tertunda dalam beberapa jam, akhirnya pihak Ditrektorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau, diizinkan memeriksa seorang napi yang diduga seorang pengendali narkoba di dalam lapas Pekanbaru.

Alhamdulillah polisi sudah bisa memeriksa seorang napi yang diduga sebagai pengendali narkoba,” ungkap Kasubdit I Dit Narkoba Polda Riau, AKBP Hardian Pratama, Jumat (30/10).

Iklan

Menurutnya, pemeriksaan yang pada akhirnya dibolehkan itu berkat kerjasama serta koordinasi yang baik antara dua unsur pimpinan lembaga, sambungnya.

Hardian mengungkapkan, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkum Ham Riau, telah mempersilahkan pihak Polda untuk melakukan pemeriksaan terhadap salah seorang napi. Selain itu Kakanwil sendiri telah menegur pihak Kalapas terkait insiden penolakan pemeriksaan, tuturnya.

Di jelaskan, insiden penolakan pemeriksaan oleh Ditresnarkoba Polda Riau terhadap seorang napi yang diduga sebagai pengendali narkoba mendapat penolakan dan penghadangan dari pihak Lapas Pekanbaru pada Kamis (29/10) malam.

Saat itu walaupun pihak Kepolisian telah membawa surat resmi, namun pihak lapas tidak mengizinkan sehingga sempat terjadi ketegangan diantara kedua belah pihak.

Adapun alasan lapas menolak kedatangan pihak polisi dikarenakan hari tersebut merupakan hari libur sehingga pihak manapun dari luar dilarang berkunjung ke lapas.

Namun ungkap Hardian lagi, alasan yang diberikan oleh pihak lapas itu seperti dibuat buat saja. Sebab pihaknya melihat ketika saat berada di lapas ada seorang wanita yang diduga istri seorang bandar narkoba yang pernah ditangkap polisi dengan barang bukti 40 kg narkoba jenis sabu.

Adapun ketangan wanita tersebut dalam rangka berkunjung dan membezuk, sambungnya.

Ada indikasi serta dugaan jika ketangan polisi untuk melakukan pemeriksaan agar napi yang diduga sebagai pengendali narkoba bisa menghilangkan barang bukti, tutup Hardian.

Adapun pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Subdit IV Ditpitnarkoba Bareskrim Polri yang di bakup Ditresnarkoba Polda Riau ke lapas Pekanbaru, berangkat dari tertangkapnya seorang oknum Polisi Khusus Lapas (Polsuspas) Narkotika Rumbai Pekanbaru bernama Wandi (39) dan seorang kurir narkoba bernama Joko (29) pada Rabu 21 Oktober 2020 lalu, di dua lokasi yang berbeda di Pekanbaru.

Dari tangan keduanya polisi berhasil menyita barang bukti narkoba jenis sabu seberat 2 kg dan 1970 butir Happy five.

Dari hasil pemgembangan kasus mengarah kepada seorang napi di dalam lapas bernama Sugeng yang diduga sebagai pengendali narkoba dan terhubung terhadap seseorang bernama Fendi yang kini kabur ke Malaysia.

Adapun penangkapan itu berawal banyaknya informasi yang masuk ke Bareskrim Polri tentang peredaran narkoba yang diduga banyak dikendalaikan oleh para napi. Selanjutnya Bareskrim Polri langsung turun ke Pekanbaru melakukan penyelidikan.

Dari informasi, tim gabungan polisi mendeteksi akan ada transaksi narkoba pada Selasa 20 Oktober 2020 di kawasan Gang Rambutan, Kota Pekanbaru. Saat tim sampai ke lokasi, dilihat seorang pria dengan mengendarai sepeda motor meletakan sesuatu barang yang diduga narkoba. Selanjutnya datang seirang lagi mengambil barang tersebut.

Saat digerebek, keduanya berhasil melarikan diri. Namun barang bukti berhasil disita dan diamankan, yakni narkoba jenis sabu seberat 1 kg.

Ke esokan harinya, polisi berhasil menangkap Joko. Dan dariketerangan Joko polisi pun berhasil menangkap Wandi. Saat dilakukan introgasi terhadap oknum Polsuspas tersebut, dirinya mengaku juga ada menyimpan barang bukti narkoba di rumahnya.

Saat tim gabungan melakukan penggekedahan ditemukan narkoba jenis sabu dan 970 pil happy five. (kr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here