Motif Pemerkosaan di Bukittinggi Terungkap! Takut Diceraikan Istri Bantu Suami Memperkosa Karyawati Toko

gambar ilustrasi

SUMBARTIME.COM-Kasus pemerkosaan oleh seorang suami yang dibantu isrinya terhadap seorang wanita berusia 26 pada 11 Desember 2020 lalu yang membuat geger warga Bukittinggi, motifnya akhirnya terungkap.

Terungkapnya motif kasus pemerkosaan yang terbilang langka itu dipaparkan oleh Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Chairul AMri Nasution, Senin (25/1).

Iklan

Menurutnya, kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh tersangka AF (36) yang dibantu oleh istrinya inisial YN (40) terhadap seorang wanita berinisial S (26) motifnya karena YN diancam jika tidak memenuhi keinginan AF.

Di jelaskan, AF meminta kepada istrinya agar membawa S ke rumah untuk ditiduri dan harus disaksikan oleh istrinya tersebut. Jika keinginan itu tidak dipenuhi oleh YN, maka ia akan diceraikan oleh AF.

Karena takut diceraikan suami, YN terpaksa mencari dan menemui S di tempat kerjanya sebagai karyawati di salah satu toko kawasan Kota Bukittinggi. Kepada S, YN membujuk dan merayunya agar dirinya mau diajak ke rumah. Lantaran tidak menduga akan terjadi sesuatu, S mau saja mengikuti kemauan YN untuk pergi kerumahnya.

Namun sesampai di rumah YS yang juga rumah AF, terjadilah peristiwa perkosaan terhadap S yang dilakukan oleh AF. Parahnya aksi pemerkosaan itu dibantu dan disaksikan secara secara langsung oleh YN sendiri.

Sebelumnya, aksi pencabulan dan pelecehan seksual telah sering diterima S dari AF. Di ketahui, antara S dan AF teman satu kerja di toko kawasan Kota Bukittinggi.

Sementara itu, menurut Kanit PPA Sat Reskrim Polres Bukittinggi Aipda Amelia Candra menambahkan, Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terungkap bahwa kejadian pemerkosaan berawal rasa suka AF terhadap Korban.

Rasa itu berlanjut dengan seringnya AF menggoda Korban di tempat mereka berdua bekerja, sekira tahun 2018 ketika pulang bekerja pelaku AF memaksa korban untuk naik keatas sepeda motor yang di kendarainya dan selanjutnya membawa ke rumahnya yang dalam keadaan sepi, sesampai dirumah, AF memaksa korban untuk melakukan hubungan suami istri dengannya.

Setelah melakukan hubungan suami istri, AF mengancam akan membunuh orang tua korban dan akan menyebarkan Foto dan video Syur mereka apabila melaporkan kejadian tersebut kepada orang lain.

Selanjutnya AF juga sering meminta korban untuk mengirimkan video Syur korban melalui pesan WhatsApp, karena merasa takut dengan ancaman pelaku, korban mengirimkan video syur kepada AF.

Pada tahun 2020 hubungan terlarang AF dan Korban terkuak oleh sang istri, dan terjadilah percekcokkan di dalam rumah tangga mereka, disitulah AF mengancam akan menceraikan sang istri, karena takut akan di ceraikan, sang istri menuruti permintaan suaminya untuk ingin kembali berhubungan dengan Korban.

Ancaman akan diceraikan itulah yang membuat YN menghubungi korban dan membawa korban kerumahnya dan memaksa korban untuk kembali melakukan hubungan layaknya suami istri dengan suaminya di hadapan YN, dan terjadi sebanyak 2 kali terang Chairul Amri Nasution.

Dan pada tanggal 19 Januari 2021 Korban melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Bukittinggi, Kasat Reskrim Polres Bukittinggi sangat menyayangkan keputusan yang di ambil oleh sang istri yang menuruti permintaan suaminya karena takut akan diceraikan.

Terhadap perbuatan AF kita terapkan pasal 285 KUH Pidana dengan ancaman 12 tahun penjara sedangkan YN dengan pasal 289 KUH Pidana 9 tahun penjara, jelas Chairul Amri Nasution. (ezi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here