Miras Beredar Bebas Di Kota  Solok Serambi Madinah

Miras yang disita Pihak Berwajib

Sumbartime.com-Meskipun Pemerintah daerah kota Solok telah mengeluarkan peraturan daerah ( Perda) Nomor 8 Tahun 2016 tentang pencegahan dan pemberantasan penyakit masyarakat, dan bahkan telah  merazia tempat  tempat hiburan malam yang ada, ternyata hal itu tidak mengerucutkan angka peredaran Minuman Keras (Miras) dikota yang dipimpin oleh H.Zul Elfian tersebut, dan mirisnya  tempat hiburan malam itu seakan akan hanyalah sebagai korban dan dijadikan alasan oleh Tim penegak Perda untuk melakukan kegiatannya.

Hal tersebut dapat terbukti setelah jajaran Polres Solok Kota menggelar Operasi Bina Kusuma Singgalang 2018 dengan sasaran premanisme dan penyakit masyarakat. Secara nasional Operasi yang digelar oleh Penegak hukum itu terjadwal selama satu bulan, dan selama melaksanakan tugasnya tersebut, jajaran Polres Solok Kota telah menyita puluhan Miras yang terdiri dari berbagai macam merek dan golongannya, dan terbukti minuman beralkohol tersebut lebih banyak didapatkan ditempat umum dari pada ditempat hiburan malam yang ada.

Iklan

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan melalui Kabag Ops Polres Solok Kota, Kompol Bresman Simanjuntak, Sabtu 24 Maret 2018 menerangkan, pada razia yang dilakukannya dalam minggu ini telah menyita puluhan minuman beralkohol yang terdiri dari golongan A (mengandung etil alkohol atau etanol dengan kadar 0-5%) sebanyak 59 botol, golongan B (5-20%) sebanyak 3 botol, serta golongan tinggi atau C (20-55%) sebanyak 24 botol, dan mirisnya minuman yang beralkohol tinggi tersebut ditemukannya ditempat umum yakni diwarung kaki lima, dan  bukanlah ditempat hiburan malam.

” Miras tersebut kami sita di 9 tempat yang berbeda, yakni 3 kafe (Pelangi, Carli, dan Bigstone), 1 mini market, 3 warung kaki lima, 1 toko, dan 1 rumah warga sebagai tempat penyimpanan sebelum dibawa ketempat berjualan ” ungkapnya mengakui.

Lebih jauh Kompol Bresman Simanjuntak menerangkan, bagi pemilik Miras tersebut proses hukumnya akan dilanjutkan ke pengadilan, dan dikatakannya, apresiasi untuk pemerintah kota Solok, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang telah mendukung giat yang dilaksanakan oleh jajaran Polres Solok Kota.

Sementara itu pada tempat yang berbeda, Kapolres Solok Kota mengatakan, terkait untuk menegakan Perda yang dilahirkan oleh pemerintah setempat, khususnya dalam menertibkan dan menanggulangi penyakit masyarakat, sangat dibutuhkan sekali sebuah keberanian, ketegasan yang berkelanjutan, serta sinergisitas antara instansi terkait, dan janganlah ada kepentingan kepentingan  lain dalam menegakan sebuah peraturan itu, siapa yang salah harus ditindak tampa memandang siapa mereka.

Kapolres Solok Kota juga mengakui bahwa pemerintah kota Solok juga telah membentuk sebuah wadah koordinasi bagi instansi terkait tersebut untuk menegakan Peraturan yang ada, dan itulah yang dinamakan dengan sebutan Tim Terpadu Satuan Kordinasi Keamanan dan Ketertiban Kota atau yang disebut juga dengan singkatan tim SK4, dan jelas sangat besarnya harapan masyarakat kepada Tim tersebut untuk dapat menciptakan  Kota Solok menjadi kota yang aman dan tertib, serta bebas dari penyakit masyarakat.

Terkait dengan penertiban tempat hiburan malam agar sesuai dengan  peraturan daerah yang ada, pimpinan Polisi itu juga mengakui bahw  tim SK4 telah berkali kali melakukannya, yakni dengan cara memberikan himbauan kepada pemilik atau pengelolanya, dan selanjutnya melakukan  razia sesuai dengan himbauan yang telah diaampaikannya tersebut, dan bahkan tim SK4 pernah melakukan penyegelan terhadap tempat hiburan malam tersebut, namun dikatakannya,  hal itu belumlah maksimal dan harus dilanjutkan, ungkap Kapolres Solok Kota mengakhiri. (Gia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here