Mengejutkan, 1 Dari 11 Sindikat Pencurian Ternak Wilayah Sumbar Merupakan Mantan Anggota DPRD dan Ketua Partai Kota Solok

Tersangka sindikat mantan anggota DPRD Kota Solok

SUMBARTIME.COM-Polres Payakumbuh baru saja berhasil menggulung dan meringkus sindikat kawanan pencurian ternak yang beraksi sejak tahun 2016 silam di wilayah hukum Polda Sumbar.

Terhitung 35 ekor ternak baik sapi maupun kerbau milik warga dari berbagai wilayah dan TKP telah berhasil disikat oleh sindikat kawanan pencurian ternak yang berasal dari berbagai daerah tersebut. Tak kurang dari dari 2016 hingga 2020, sindikat ini telah berhasil melakukan aksinya sebanyak 30 kali.

Iklan
Loading...

Publik sempat dibuat kaget dan tercengang saat gelaran jumpa pers yang dilakukan oleh Polres Payakumbuh, Rabu (12/2) di Mapolres, jika 1 dari 11 sindikat berinisial AK (50) asal Kelurahan Nan Balimo, Kota Solok, merupakan mantan anggota DPRD Solok priode 2009- 2014.

Hal itu dikatakan Kapolres Payakumbuh, AKBP Dony Setiawan yang didampingi Kasatreskrim AKP Ilham Indarwaman. Berdasarkan pengakuan tersangka dirinya juga merupakan mantan anggota DPRD.

AK berperan sebagai penadah daging sapi yang berhasil disikat dan dibantai oleh kawanan pencuri ternak. Hasil curian tersebut dijual kepada AK dengan harga dibawah pasaran.

Tersangka ditangkap di Kota Solok pada tanggal 25 Januari 2020. Adapun sangkaan terhadap pelaku adalah menadah daging sapi hasil curian di kawasan Limbukan, Kota Payakumbuh dan kawasan Jorong Menara Agung, Nagari Batu Hampar, Kabupaten Limapuluh Kota, papar Dony.

Sementara itu dari informasi yang beredar, selain merupakan mantan anggota DPRD, AK juga masih aktif dalam kegiatan partai sebagai pengurus inti di salah salah satu partai di Kota Solok, hingga saat sekarang.

Namun kini hari hari mantan anggota DPRD dan pimpinan partai itu harus mendekam dibalik jeruji sel untuk mempertanggung jawabkan perbuatan kriminalnya sebagai penadah daging sapi dan kerbau hasil curian. (aa)

Loading...
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here