Lima Begal Bau Kencur di Kota Padang Ancam Korban Dengan Sebilah Parang

salah satu pelaku begal

SUMBARTIME.COM-Ancam korban dengan sebilah parang serta merampas dan membawa kabur sepeda motor, 5 orang begal yang masih bau kencur diringkus Tim Opsnal Polsek Padang Timur, Kota Padang.

Ke Limanya ditangkap pada Selasa (1/12) sore, di tempat serta lokasi yang berbeda beda.

Iklan

Menurut Kapolresta Padang AKBP Imran Amir, melalui Kapolsek Padang Timur, AKP Afrides Roema, 5 orang bandit jalanan ini, masing masing, RP (17), GH (15), AA (15), IEK (16) dan WF (16), telah melakukan tindakan pencurian dengan kekerasan terhadap seorang korban di kawasan Jalan sisingamangaraja tepatnya didepan cafe Taki taki, Minggu 29 November 2020 dini hari sekira pukul 04.00 WIB.

Pelaku yang masih terbilang dibawah umur itu terbilang cukup nekat dalam melancarkan aksi bandit jalanan mereka. Saat itu korban dipepet dan dihentikan. Selanjutnya salah satu dari pelaku mengeluarkan sebilah parang dan mengancam korban.

Korban yang ketakutan diacungi dengan sebilah parang lari dan meninggalkan motor miliknya. Saat korbannya kabur ke lima pelaku langsung membawa kabur motor milik korban.

Ke lima pelaku yang 4 orang diantaranya masih berstatus pelajar dan 1 orang remaja putus sekolah itu memiliki peran masing masing dalam melakukan aksi pembegalan pada hari kejadian tersebut.

RP berperan sebagai orang yang membawa kabur sepeda motor. Pelaku GH bertugas mengancam korban dengan menggunakan parang dan kemudian melepas body kendaraan. Pelaku AA berperan orang yang mengambil parang dan kemudian menyerahkanya kepada GH. Pelaku IEK berperan membuka body sepeda motor bersama GH dan yang terakhir Pelaku WF bertugas menjual sepeda motor hasil rampasan tersebut kepada seseorang.

Para pelaku begal tersebut ditangkap di lokasi serta tempat yang berbeda. Polisi terlebih dahulu menangkap pelaku RP saat tengah berada dirumahnya yang berada di kawasan Kelurahan Jati Padang.

Ke limanya ditangkap atas laporan polisi  nomor LP/237/B/XI/2020/Sektor Padang Timur yang dilaporkan oleh korbanya pada 30 November 2020, papar Afrides Roema menjelaskan. (dei)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here