Kubur Janin Hasil Hubungan Terlarang, Sepasang Kekasih ini Ditangkap Polisi

Gambar dari Tribun Pekanbaru

SumbartimePekanbaru-Sepasang Kekasih berinisial RR (25) dan KRA (20) diamankan Unit Reskrim Polsek Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau, usai keduanya ketahuan telah melakukan aborsi dan menguburkan janin di kawasan Jalan Kapau Sari, Gg Ocu, Kelurahan Pematang Kapau.

Dari pengakuan kedua tersangka, orok janin akibat hubungan terlarang mereka dikuburkan pada 10 Januari 2018 silam, usai melakukan aborsi di dalam kamar mandi rumah KRA, ujar Kapolsek Tenayan Raya, Kompol Rahmadani kepada awak media.

Iklan

Saat itu, usai meminum obat Cytotec sebanyak 2 butir, janin yang diperkirakan telah berumur 6 bulan langsung keluar dari dalam perut KRA. Setelah selesai melakukan aborsi dalam kamar mandi, KRA langsung menghubungi RR agar segera menguburkan janin tersebut.

Dengan dibungkus jaket, RR langsung membawa janin hasil hubungan terlarang mereka ke rumahnya kawasan Jalan Kapau Sari, Gg Ocu, Kelurahan Pematang Kapau, dan dikuburkan di halaman depan rumah RR.

Kasus ini terbongkar, saat ibu kandung tersangka KRA, merasa curiga ada genangan bercak darah yang terdapat di dalam kamar mandi. Awalnya, saat ibu tersangka menanyakan kepada KRA, tersangka menjawab itu adalah darah dari datang bulan.

Namun beberapa hari kemudian, Ibu tersangka kaget saat sang suami menceritakan jika anaknya KRA telah mengaku baru saja melakukan aborsi di dalam kamar mandi. KRA mengaku jika dirinya telah hamil akibat melakukan perbuatan terlarang dengan kekasihnya RR.

Mendengar cerita tersebut, ibu tersangka tidak terima akan kejadian tersebut, dan langsung melaporkan ke Mapolsek Tenayan Raya. Pada Senin (5/03) siang, keduanya berhasil ditangkap oleh aparat di dua lokasi yangg berbeda dan langsung diamankan di Mapolesek.

Saat di intrograsi oleh penyidik kedua tersangka mengakui segala perbuatannya dan menunjukan lokasi mpenguburan orok tersebut. Saat aparat bersama pihak keluarga tersangka melakukan penggalian, terlihat orok yang dikubur sedalam kurang lebih 60 cm itu sudah banyak dihinggapi belatung, papar Kompol Rahmadani.

Adapun dari pengakuan keduanya lagi, mereka telah menjalin hubungan asmara selama 4 tahun. Dalam berpacaran tersebut, mereka kerap melakukan hubungan diluar nikah, sehingga menyebabkan KRA hamil. Hamilnya KRA, sebenarnya telah dicurigai oleh kakak kandung tersangka, pada November 2017 silam, kakak tersangka merasa curiga melihat perut KRA tampak membesar.

Namun saat kakak tersangka mencoba mempertanyakan hal tersebut, KRA selalu mengelak dan menghindar. (kr)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here