Sumbartime.com,- Komunitas Pedagang Pasar (KPP) Raya Padang mengeluarkan kritik pedas terhadap kondisi Pasar Raya di Kota Padang. Mereka menyebut bahwa kota tersebut tidak layak menerima penghargaan apapun dari pemerintah pusat.
Dilansir Tribunenews.com Sekretaris KPP, Irwan Sofyan, mengungkapkan kekecewaannya terhadap keadaan etalase pasar yang kotor dan tidak tertata rapih.
“Kenapa saya berbicara demikian? Karena etalase kotanya (Pasar Raya) esaja kotor, tak tertata, bagaimana mungkin bisa penghargaan demi penghargaan itu diterima,” katanya, Jumat (7/7/2023) malam.
Irwan mengatakan bahwa kesemrawutan di Pasar Raya Padang berawal dari pindahnya terminal dan keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan secara sembarangan.
Dia juga menambahkan bahwa dahulu orang dari Pekanbaru dan Jambi berbelanja di pasar tersebut, namun sekarang hal tersebut tidak lagi terjadi.
“Dahulu, orang Pekanbaru, Jambi belanja ke sini, sekarang bisa dikatakan tidak,” tambahnya
Selain itu, KPP tidak sepakat dengan hasil pertemuan bersama Wakil Wali Kota Padang yang menetapkan jam berdagang bagi PKL di Pasar Raya. Menurut Irwan, pihaknya tidak setuju dengan keputusan tersebut namun membiarkan Pemko Padang yang melaksanakannya.
“Kami dari KPP tidak menyepakati, namun membiarkan saja Pemko Padang yang melaksanakannya,” lanjut Iwan
Wakil Wali Kota Padang menjelaskan bahwa kesepakatan mengenai jam berdagang PKL di Pasar Raya melibatkan TNI, Polri, dan Satpol PP. Keputusan tersebut akan dijalankan dengan dukungan Dandim 0312/Padang dan Kapolresta Padang.
Ketika ditanya mengenai alasan baru menjalankan peraturan yang sudah ada, Wakil Wali Kota menyebut bahwa keputusan ini diambil untuk melihat ke depan.
Wakil Wali Kota juga menyatakan bahwa Peraturan Wali Kota (Perwako) nomor 438 tahun 2018 mengenai PKL akan dicabut setelah pembangunan Pasar Raya Fase 7 selesai. Saat ini, proses pemagaran pasar tersebut sudah selesai dan pembangunannya terus berjalan.
Kritik keras yang dilontarkan oleh KPP terhadap kondisi Pasar Raya Padang menjadi sorotan publik. Diharapkan adanya upaya perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah setempat untuk menjaga kebersihan dan ketertiban pasar yang menjadi ikon kota tersebut.





















