Kesaksian Razab, Korban Longsor Selamat di Kotoalam: “Brak, Brak, Kami Terhempas, Terguling Seperti Ikan Sarden”

Limapuluhkota, sumbartime.com–Raut muka Razab (54), terlihat lemas akibat trauma mendalam yang dialaminya usai terjebak longsor bersama belasan pengendara lain, ketika melintas jalur Sumbar-Riau, tepatnya di kilometer 22 (dari Payakumbuh), Jorong Polongduo, Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru.

Iklan

Ya, bapak tiga anak, warga Kota Pariaman ini menjadi korban selamat dalam tragedi pilu, Jumat pagi sekitar pukul 08.00 WIB itu. Adapun putra kandungnya bernama Roni (25), yang ikut bersamanya dalam kejadian, belum ditemukan.

Ia diduga terseret material ke dasar jurang berkedalaman 20 meter di tepi ruas jalan. “Anak saya tidak ditemukan. Mobil truk barang yang kami tumpangi, terguling-guling ke jurang, akibat terseret timbunan tanah dan kayu,” aku Razab dengan suara terbata-bata di dalam mobil ambulan milik Dinkes Limapuluh Kota.

Mata Razab berkaca-kaca. Beberapa bagian tubuhnya, mulai dari kepala, kaki dan tangan tampak mengalami luka robek dan memar terkena benturan dan pecahan kaca. Razab berhasil selamat, bersama Palong (33), seorang sopir truk pengangkut sayur, kelapa dan telur.

Dia dievakuasi ke tempat aman oleh warga bersama tim Tagana dan SAR gabungan yang terdiri dari personil BPBD, Polri, TNI dan Satpol PP, sekitar pukul 14.00 WIB. “Mobil truk saya itu ambruk di lereng jurang. Muatan berserakan. Kami terhempas, terguling, seperti ikan sarden di dalam kaleng,” tuturnya.

Razab selamat, karena mobil truk colt diesel miliknya tersangkut di pokok kayu besar. Sementara, puluhan kubik timbunan tanah dan batu tak henti berjatuhan, menimpa badan mobil. Dengan sisa tenaga, ia dan Palong, berupaya keluar dari ruang kemudi.

Sebelum terseret meterial longsor di Kotoalam, Razab menyebut ia bersama Palong dan anaknya Roni, hendak menuju Pekanbaru mengantar sayur, kelapa dan telur. Tapi, mereka malah terjebak macet di jalan.

“Kami dari Pariaman pukul 20.00 WIB, Kamis (2/3) malam. Karena cuaca hujan, kami sempat berhenti istirahat di Ketinggian, Sarilamak. Apalagi, kami dapat kabar, jalan putus karena ada banjir di Pangkalan,” tambah Razab.

Namun, pukul 06.30 WIB pagi, Razab bersama Palong dan Roni sepakat melanjutkan perjalanan. Pagi itu cuaca masih hujan deras. Mereka tiba di Kotoalam pukul 08.00 WIB. Di tempat longsor, selain mobil Razab, pagi itu juga ada belasan mobil pribadi berhenti, akibat terjebak longsor.

“Karena macet, anak saya Roni sempat turun, untuk mengatur posisi mobil. Sementara, Palong mengemudi. Roni sempat menyebut: Bapak tak usah turun, tanah dan pohon di atas tebing bergerak-gerak. Tak lama, brak, brak, mobil kami langsung diseret tanah. Saat itu, saya tak melihat lagi anak saya, Roni,” tuturnya.

Selain mobil Razab, dalam peristiwa itu, ada sekitar 7 unit mobil pribadi tertimpa. Longsor diperkirakan sepanjang 50 meter. Puluhan orang pengendara terjebak. Sedangkan 4 dilaporkan tewas. Adapun 3 lainnya (termasuk Roni), sampai Jumat (3/3) malam, belum berhasil dievakuasi. (ARY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here