BUKITTINGGI – Kelurahan Campago Ipuh, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS) Kota Bukittinggi, merupakan kawasan terpadat kedua di 24 kelurahan di kota kelahiran Bung Hatta.
Selayaknya masyarakat di daerah tersebut patut berbangga hati dan tetap selalu waspada. Sebab, saat ini kawasan yang berpenduduk 9322 jiwa, dijadikan kampung bebas narkotika dan obat-obatan terlarang oleh inisiatif Kapolresta Bukittinggi Kombes pol Yessi Kurniati dan mendapat dukungan penuh oleh orang nomor satu di kota itu.
Walikota Bukittinggi Erman Safar mengatakan, atas nama Pemerintah Kota Bukittinggi sangat mengapresiasi hal ini.
“Terimakasih kepada seluruh masyarakat di kelurahan Campago Ipuh atas partisipasi aktif dan semangat yang diberikan selama proses pencapaian program kampung bebas Narkotika,” kata Erman saat launching Kampung Bebas Narkoba, kegiatan yang dilaksanakan di depan kantor kecamatan MKS, Senin (11/9/2023) pagi.
Walikota itu juga berharap tidak hanya satu kelurahan saja, akan tetapi seluruh kelurahan di Kota Bukittinggi menjadi Kampung Bebas Narkoba.
Kapolresta Kombes Pol Yessi Kurniati, mengharapkan kampung bebas narkoba ini dapat membangkitkan kesadaran masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah mereka.
Pihaknya juga mengajak seluruh warga masyarakat, terutama para orang tua dan tokoh masyarakat untuk aktif terlibat dalam upaya mencegah peredaran narkoba, peran orang tua sangat penting dalam mendidik anak-anak mereka tentang bahaya narkoba dan mengawasi aktivitas mereka di lingkungan sekitar.
“Melalui kesadaran masyarakat, diharapkan akan terbentuk sebuah lingkungan yang bersih dan bebas dari narkoba,” terangnya.
Hal itu merupakan bentuk perwujudan dan keseriusan Polresta Bukittinggi, memerangi berbagai bentuk kejahatan narkotika yang di inisiasi Mabes Polri dalam rangka implementasi program Quick Wins Presisi Triwulan III tahun 2023.
“Dengan digagasnya Kampung Bebas Narkoba di Kelurahan ini, tentunya merupakan suatu wujud program Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah (ABS SBK) yang merupakan sebuah filosofi Minangkabau, untuk membawa generasi muda bebas narkotika,” kata salah satu tokoh adat di daerah setempat.
Ditempat yang sama Lurah Campago Ipuh Winaldi mengatakan, keberadaaan Kampung Bebas Narkotika didaerahnya telah mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk dari tokoh-tokoh adat dan masyarakat.
Dikatakan, edukasi dan sosialisasi terhadap bahaya narkotika telah kami lakukan termasuk membuat posko-posko bebas narkotika di masing masing RW. (alex)


















