Sumbartime.com,- Kisah tragis : Kakek pikun dipukul di warung kopi Mungka yang pernah diberitakan oleh Sumbar Time tanggal 26 Februari 2024 saat ini kasusnya bergulir di Polsek Dangung- dangung.
Pihak keluarga mengapresiasi kinerja kepolisian Polsek Dangung-dangung yang responsif menangani kasus ini.
Selang beberapa hari sejak pihak keluarga membuat laporan, polisi bergerak cepat dan sudah memanggil para saksi peristiwa dan terlapor Ison.
Pihak keluarga sangat mengharapkan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya dan mengharapkan menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat.
Pihak keluarga mengaku, banyak masyarakat yang sengaja bertemu dan juga masyarakat perantau lewat telepon memberikan dorongan kepada pihak keluarga: Hendra Triwarman agar meneruskan kasus ini sampai di pengadilan dan melarang diselesaikan secara damai.
Terutama mantan murid-murid Pak Budiman, hati mereka sangat terluka dan sangat menyayangkan kejadian ini. Guru yang sangat mereka hormati, telah diberlakukan tidak wajar ditempat umum.
Telah menghina profesi guru, tokoh masyarakat yang berjasa dimasa sehatnya, dan telah menjadikan kehidupan kampung tidak aman bagi orang tua yang sudah pikun oleh oknum masyarakat.
Kasus ini telah membawa emosi masa dan memberikan empati yang besar terhadap nasib Bapak Budiman.
Hendra Triwarman sebagai pihak keluarga yang pertama kali melaporkan ke polisi, menilai desakan masyarakat tersebut sebagai dukungan moril terhadap keluarganya.
Mengucapkan ribuan terimakasih dan berusaha semaksimal mungkin agar pelaku penganiayaan bisa dihukum sesuai dengan perbuatannya. Disamping sebagai pihak keluarga dari korban, Hendra Triwarman sebagai tokoh masyarakat yang pernah menjadi Wali Nagari di Mungka (2003-2010) menganggap peristiwa ini merupakan bagian tanggung jawab moralnya.
Memberikan pelajaran bagi masyarakat banyak, bahwa semua perbuatan jahat pasti tidak bisa lolos dari jeratan hukum. Baik hukum dunia dan hukuman dari Allah.
Ingin menciptakan, bahwa sesungguhnya kehidupan kampung, semestinya menjadi tempat yang paling aman bagi masyarakat, terutama bagi orang tua piku seperti Pak Budiman.(*)

















