Kadis Perhubungan Kota Solok Diperiksa Polisi, Wawako : Tidak Akan Ada Pembelaan

Sumbartime-Akhirnya Asril Kepala Dinas Perhubungan Kota Solok, diperiksa Polres Solok Kota terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap dua anggotanya yang bertugas ditempat pembayaran Restribusi Terminal Truk (PRTT) Dishub Kota Solok. Asril diperiksa sabagai saksi, dan dalam menjawab pertanyaan petugas Satreskrim Polres tersebut, Asril mengatakan tidak tahu adanya pungutan liar di TPR PRTT yang dikelola oleh instansi yang dipimpinnya itu.

Iklan

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan melalui Kasat Reskrim AKP Zamri Elfino mengatakan,  walaupun Kadis itu menjawab tidak tau dengan adanya OTT diinstansi yang dipimpinnya itu,  namun pihaknya akan terus mendalami penyidikan kasus itu sehingga siapapun yang terlibat atau siapa saja yang menerima aliran dana tersebut dapat ditemukan atau terungkap.

Seblumnya pada Rabu (31/1) lalu tim Saber Pungli Kota Solok menangkap tangan dua petugas Dishub Kota Solok , JF (20) dan IS (50) tertangkap sedang melakukan pungutan liar terhadap mobil truk yang melewati jalan lintas Sumatera depan terminal Bareh Solok, adapun modus petugas Dishub itu dalam melakukan prakteknya adalah dengan tidak menyerahkan karcis atau tiket pembayaran distribusi disaat melakukan penagihan atau penarikan uang kepada sopir truk yang lewat.

Selain dua petugas tersebut, dalam OTT yang di lakukan pada pagi itu, tim saber pungli kota Solok juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar 3.697.000 rupiah dan blangko setoran yang sudah diisi dengan jumlah nominalnya sebesar 2.700.000 rupiah, serta empat bundel sisa karcis distribusi.

Setelah dibawa ke Mapolres Solok Kota dan dilakukan pemeriksaan, JS dan IS mengakui telah melakukan pungutan sebesar 3.697.000 rupiah, hal itu dilakukannya dari tanggal 30 sampai 31 Januari 2018. Dari dana yang didapatkan itu, sebesar 2.700.000 rupiah diserahkan kepada bendahara penerima sesuai dengan catatan diblangko isian yang telah disediakan, sementara itu sisanya sebesar 997,000 rupiah dibagi rata untuk kepentingan pribadi.

Kapolres Solok Kota mengatakan, OTT yang dilakukan oleh jajarannya itu berawal dari informasi yang disampaikan oleh beberapa Supir truk yang ada, dikatakannya, petugas tersebut tidak memberikan karcis atau tiket disaat menarit atau meminta uang distribusi, dari informasi yang didapatkan itu tim Saber Pungli segera melakukan pengintaian, dan tepatnya pada pukul 04.00 Wib tim menangkap dapat menagkap dua pelaku Saber Pungli.

Terkait dengan kasus ini, sesuai dengan peraturan yang ada, tidak dilakukan penahanan kepada kedua tersangka, karena barang bukti yang didapatkan hanya dibawah 5 juta rupiah, namun proses hukum bagi mereka akan tetap dilanjutkan, ungkap AKBP Dony Setiawan Dt. Pandeka Rajo Mudo.

Sementara itu Wakil Walikota Solok Reineir.ST.MM saat diminta tanggapan nya terkait kasus tersebut mengatakan, tidak akan ada pembelaan dari pemerintah atau dari dirinya pribadi untuk suatu kesalahan yang disengaja. Dan semuanya diserahkan kepada penegak hukum yang ada, dan semoga permasalahan yang ada tersebut bisa menjadi efek jera bagi pelaku dan calon pelaku lainnya, sehingga uang masyarakat benar benar dapat dikembalikan untuk kepentingan masyarakat secara bersama. (Gia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here