Jhon Kenedi Aziz : Ada Kepala Daerah Yang Tidak Mau Memanfaatkan Dirinya Untuk Kepentingan Rakyat

John Kennedy Azis Sumber Foto : Tribunnews.com

Sumbartime-Anggota DPR-RI Jhon Kenedi Aziz, saat lakukan temu ramah dengan kader partai Golkar se Luhak Limopuluah, Sabtu (27/01) sempat mengatakan jika dirinya heran dengan para Kepala Daerah yang ada di Sumbar ini khususnya dapil II.

Dia mengatakan, para kepala daerah tersebut ogah memanfaatkan dirinya sebagai salah satu anggota Banggar DPR-RI untuk mencari anggaran ke pusat demi pembangunan di kawasannya. Kepala daerah tersebut tidak mau memanfaatkannya demi untuk kepetingan rakyat, jelasnya.

Iklan

Jhon Kenedi Aziz menyebutkan salah satu contoh dia sudah pernah menawarkan sebuah program kerja normalisasi sungai di kawasan Pangkalan, LimapuluhKota beberapa waktu silam. Namun entah kenapa Kepala daerah yang bersangkutan sepertinya enggan bekerja sama dengan dirinya. ucapnya kepada awak media, Sabtu (27/01) malam.

Padahal tuturnya lagi, setiap tahun kawasan Pangkalan dan sekitarnya nyaris tiap tahun terjadi musibah banjir bandang. Tiap tahun baik di sosmed maupun pemberitaan, jika musim hujan tiba, selalu ada pemberitaan tentang kawasan tersebut terendam banjir. Namun ironis, ketika kami mencoba masuk untuk melakukan kerja sama, menawarkan program pembiayaan normalisasi sungai Pangkalan, tapi sepertinya Kepala daerahnya belum menganggap perlu, tukas Ajo panggilan akrab Anggota DPR tersebut.

Seperti diketahui ujar dirinya lagi, pernah dirinya telah melakukan pembicaraan serius dengan pihak BPBD Pusat, terkait normalisasi, namun kembali harus kandas ditengah jalan jika Kepala daerah yang bersangkutan belum respon.

Untuk itu dia berharap kedepan ada Kepala Daerah yang mau memanfaatkan dirinya yang sampai saat ini masih tercatat sebagai salah satu anggota Banggar. ” Banyak Kepala Daerah lain luar Sumbar yang datang kepadanya, meminta dan bekerja sama untuk pembangunan daerah mereka, namun ironis justru Kepala daerah di dapilnya seakan ogah untuk bekerja sama dan seakan ada sekat yang membatasi, curhat Jhon Kenedi Aziz tersebut. (aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here