• AD ART Sumbartime.com
  • Advertorial
  • Disclaimer
  • Home
  • Home
  • Iklan
  • Pedoman Berita
  • Redaksi Sumbartime.com
  • Sitemap
  • Tentang Kami
  • Visi Misi
Sumbartime.com
Advertisement
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sumbartime.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Sumbar
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Nasional
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Video
  • Wisata
ADVERTISEMENT
Home Sumbar Bukittinggi

Jam Gadang, Ikon Kota Bukittinggi yang Menyimpan Sejarah dan Pesona Wisata

Sumbar Time by Sumbar Time
5 Desember 2024
in Bukittinggi
A A
0
Jam Gadang, Ikon Kota Bukittinggi yang Menyimpan Sejarah dan Pesona Wisata
0
SHARES
82
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BUKITTINGGI, SUMATERA BARAT – Berkunjung ke Kota Wisata Bukittinggi di Sumatera Barat, Indonesia, rasanya tak lengkap tanpa menyempatkan diri untuk mengunjungi Jam Gadang.

ADVERTISEMENT

Sebagai simbol kota yang terkenal, Jam Gadang merupakan menara jam besar yang terletak di pusat kota, dikelilingi taman yang sering menjadi tempat berkumpulnya masyarakat maupun pengunjung.

ADVERTISEMENT

Asal Usul Nama dan Lokasi

Jam Gadang, yang dalam bahasa Minangkabau berarti “jam besar”, memiliki keunikan pada empat sisi menara yang masing-masing terdapat jam besar.

BacaJuga

Polemik 30 Kios di TMSBK Bukittinggi Jadi Isu Publik

Polemik 30 Kios di TMSBK Bukittinggi Jadi Isu Publik

18 Juli 2026
Sejarah yang Terlupakan Siap Diangkat ke Layar, Tim Dimensia Creatif Bedah Jejak PRRI di Bukittinggi

Sejarah yang Terlupakan Siap Diangkat ke Layar, Tim Dimensia Creatif Bedah Jejak PRRI di Bukittinggi

16 Juni 2026
Wartawan Bukittinggi Terima Penghargaan, Kolaborasi Pendidikan dan Media Tuai Apresiasi

Wartawan Bukittinggi Terima Penghargaan, Kolaborasi Pendidikan dan Media Tuai Apresiasi

16 Juni 2026

Lokasinya yang berada di jantung Kota Bukittinggi, tepatnya di Kelurahan Bukit Cangang, Kecamatan Guguk Panjang, membuatnya menjadi salah satu destinasi wisata yang tak boleh dilewatkan. Jam ini juga berada dekat dengan Istana Bung Hatta, menambah daya tarik wisata di kawasan ini.

Sejarah Jam Gadang

ADVERTISEMENT

Jam Gadang bukan hanya sekadar landmark, tetapi juga menyimpan sejarah panjang. Dibangun pada tahun 1926 M, Jam Gadang merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, seorang kontroler atau sekretaris Fort de Kock (sekarang Kota Bukittinggi).

Meskipun berasal dari era kolonial, kehadiran Jam Gadang tidak hanya sebagai simbol kekuasaan Belanda, tetapi kini menjadi bagian integral dari identitas Kota Bukittinggi.

Dengan biaya pembangunan sebesar 3000 Guilder, Jam Gadang dirancang oleh seorang arsitek Minangkabau, Yazid Abidin Rajo Mangkuto Sutan Gigi Ameh. Menara yang berdiri setinggi 26 meter ini terdiri dari empat tingkat yang memiliki fungsi masing-masing, mulai dari ruang petugas hingga tempat mesin jam yang ditempatkan di tingkat ketiga.

Arsitektur dan Keunikan Jam Gadang

Arsitektur Jam Gadang sangat menarik, karena konstruksinya tidak menggunakan semen, melainkan menggunakan campuran kapur, putih telur, dan pasir putih. Tingkat pertama berfungsi sebagai ruang untuk petugas, sementara pada tingkat kedua terdapat dua bandul besar yang berfungsi sebagai pemberat untuk mekanisme jam.

Pada tingkat ketiga, terdapat mesin jam yang menjadi inti dari fungsi Jam Gadang, sedangkan pada tingkat keempat, terdapat lonceng besar yang tertera nama produsen mesin jam, yaitu Vortmann Recklinghausen, dari Jerman.

Uniknya, mesin jam yang dipasang di Jam Gadang merupakan edisi terbatas yang hanya diproduksi dua unit, satu di Bukittinggi dan satu lagi di Big Ben, Inggris.

Jam Gadang juga memiliki ciri khas pada angkanya yang menggunakan angka romawi, menambah kesan klasik pada bangunan ini.

Perubahan Atap Jam Gadang

Jam Gadang tidak hanya menjadi simbol penanda waktu, tetapi juga menjadi saksi perubahan zaman. Seiring dengan pergantian kekuasaan, bentuk atap Jam Gadang pun mengalami beberapa perubahan. Pada masa Hindia Belanda, atap Jam Gadang berbentuk kubah kerucut bersegi khas Eropa, lengkap dengan ornamen ayam jantan.

Ketika Jepang menguasai Indonesia pada periode 1942-1945, atap Jam Gadang diubah menjadi bentuk pagoda, sesuai dengan pengaruh budaya Jepang pada masa tersebut.

Setelah kemerdekaan Indonesia, atap Jam Gadang kembali diubah menjadi bentuk gonjong, yang merupakan arsitektur khas Minangkabau, sebagai simbol identitas budaya daerah.

Jam Gadang, Ikon Wisata dan Sejarah Bukittinggi

Hingga kini, Jam Gadang tetap menjadi ikon Kota Bukittinggi yang tak hanya indah secara visual tetapi juga kaya akan sejarah. Menara jam ini tidak hanya berfungsi sebagai penanda waktu, tetapi juga menjadi lambang kebanggaan masyarakat Bukittinggi yang terus memelihara warisan sejarah dan budaya mereka.

Sebagai destinasi wisata, Jam Gadang selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin merasakan nuansa sejarah sekaligus keindahan kota yang dikelilingi oleh alam pegunungan yang asri. (alex)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Walinagari dan Anggota DPRD Lakukan Penyerahan Bantuan CSR Peralatan Memasak di Malalak Selatan

Next Post

Rekaman CCTV Bantu Polisi Tangkap Pelaku Perampokan di Bukittinggi

Sumbar Time

Sumbar Time

Setiap Waktu Bernilai Informasi

BacaJuga

Polemik 30 Kios di TMSBK Bukittinggi Jadi Isu Publik
Bukittinggi

Polemik 30 Kios di TMSBK Bukittinggi Jadi Isu Publik

18 Juli 2026
Sejarah yang Terlupakan Siap Diangkat ke Layar, Tim Dimensia Creatif Bedah Jejak PRRI di Bukittinggi
Bukittinggi

Sejarah yang Terlupakan Siap Diangkat ke Layar, Tim Dimensia Creatif Bedah Jejak PRRI di Bukittinggi

16 Juni 2026
Wartawan Bukittinggi Terima Penghargaan, Kolaborasi Pendidikan dan Media Tuai Apresiasi
Bukittinggi

Wartawan Bukittinggi Terima Penghargaan, Kolaborasi Pendidikan dan Media Tuai Apresiasi

16 Juni 2026
Mahasiswa di DPRD Bukittinggi: Dari Jam Gadang 100 Tahun hingga Kritik Pedas ke Istana
Bukittinggi

Mahasiswa di DPRD Bukittinggi: Dari Jam Gadang 100 Tahun hingga Kritik Pedas ke Istana

15 Juni 2026
Bedah APBD 2025, DPRD Bukittinggi Soroti SILPA Rp94 Miliar hingga Efektivitas Belanja Daerah
Bukittinggi

Bedah APBD 2025, DPRD Bukittinggi Soroti SILPA Rp94 Miliar hingga Efektivitas Belanja Daerah

9 Juni 2026
Next Post
Rekaman CCTV Bantu Polisi Tangkap Pelaku Perampokan di Bukittinggi

Rekaman CCTV Bantu Polisi Tangkap Pelaku Perampokan di Bukittinggi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Justictalk ” Ngobrol santai melek hukum”

https://youtu.be/r3p0YSm3qWE
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Aviary Terbesar di Asia Tenggara Ada di Kota Bukittinggi Salah Satunya

Aviary Terbesar di Asia Tenggara Ada di Kota Bukittinggi Salah Satunya

7 Juni 2024
Lebih Dari 1000 Orang Mengantri di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi

Lebih Dari 1000 Orang Mengantri di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi

30 Desember 2023
Ini Dampak Digratiskan Objek Wisata Di Bukittinggi

Ini Dampak Digratiskan Objek Wisata Di Bukittinggi

23 Desember 2023
Viral Membawa Berkah di Objek Wisata Negeri Diatas Awan

Viral Membawa Berkah di Objek Wisata Negeri Diatas Awan

5 Mei 2024
Polemik 30 Kios di TMSBK Bukittinggi Jadi Isu Publik

Polemik 30 Kios di TMSBK Bukittinggi Jadi Isu Publik

0
Musda DPD PAN Payakumbuh,Empat Nama Diputuskan DPW Menjadi Pimpinan Pengurus DPD PAN Kota Payakumbuh

Musda DPD PAN Payakumbuh,Empat Nama Diputuskan DPW Menjadi Pimpinan Pengurus DPD PAN Kota Payakumbuh

0
Safaruddin Dt. Bandaro Rajo : Bamus DPRD Bukan Hanya Membahas Ranperda SOPD Semata

Safaruddin Dt. Bandaro Rajo : Bamus DPRD Bukan Hanya Membahas Ranperda SOPD Semata

0
MTB JELAJAH GUNUNG BUNGSU BERTABUR HADIAH

MTB JELAJAH GUNUNG BUNGSU BERTABUR HADIAH

0
Polemik 30 Kios di TMSBK Bukittinggi Jadi Isu Publik

Polemik 30 Kios di TMSBK Bukittinggi Jadi Isu Publik

18 Juli 2026
Enam Tahun Menempuh Jalur Hukum, Sengketa Tanah Pusaka Tinggi di Nagari Sungai Kamuyang Berakhir Inkrah

Enam Tahun Menempuh Jalur Hukum, Sengketa Tanah Pusaka Tinggi di Nagari Sungai Kamuyang Berakhir Inkrah

30 Juni 2026
PUTRA LIMA PULUH KOTA HARUMKAN NAMA SUMATERA BARAT DAN INDONESIA DI AJANG INTERNASIONAL

PUTRA LIMA PULUH KOTA HARUMKAN NAMA SUMATERA BARAT DAN INDONESIA DI AJANG INTERNASIONAL

28 Juni 2026
Dari Negeri Kecil di Tengah Atlantik, Tanjung Verde Tulis Sejarah di Piala Dunia 2026

Dari Negeri Kecil di Tengah Atlantik, Tanjung Verde Tulis Sejarah di Piala Dunia 2026

27 Juni 2026

Berita Terbaru

Polemik 30 Kios di TMSBK Bukittinggi Jadi Isu Publik

Polemik 30 Kios di TMSBK Bukittinggi Jadi Isu Publik

18 Juli 2026
Enam Tahun Menempuh Jalur Hukum, Sengketa Tanah Pusaka Tinggi di Nagari Sungai Kamuyang Berakhir Inkrah

Enam Tahun Menempuh Jalur Hukum, Sengketa Tanah Pusaka Tinggi di Nagari Sungai Kamuyang Berakhir Inkrah

30 Juni 2026
PUTRA LIMA PULUH KOTA HARUMKAN NAMA SUMATERA BARAT DAN INDONESIA DI AJANG INTERNASIONAL

PUTRA LIMA PULUH KOTA HARUMKAN NAMA SUMATERA BARAT DAN INDONESIA DI AJANG INTERNASIONAL

28 Juni 2026
Dari Negeri Kecil di Tengah Atlantik, Tanjung Verde Tulis Sejarah di Piala Dunia 2026

Dari Negeri Kecil di Tengah Atlantik, Tanjung Verde Tulis Sejarah di Piala Dunia 2026

27 Juni 2026
ADVERTISEMENT
Sumbartime.com

Sumbartime.com -"Setiap Waktu Bernilai Informasi"

Ikuti Kami

  • Redaksi Sumbartime.com
  • Pedoman Berita
  • Disclaimer

© 2025 sumbartime.com - Design By rudDesign.

No Result
View All Result
  • Redaksi Sumbartime.com
  • Pedoman Berita
  • Disclaimer
  • Iklan

© 2025 sumbartime.com - Design By rudDesign.