Ini Pengakuan PSK Bawah Umur di Pariaman, Tarif Serta Kencan Mucikari yang Mengatur

REMAJA KORBAN PERDAGANGAN

SUMBARTIME.COM-CK (16) warga asal Kota Padang yang berprofesi sebagai Perempuan Seks Komersial (PSK) tersebut hanya dapat tertunduk pasrah saat Kasi Penyidik Satpol PP Kota Pariaman, Alrinaldi memeriksanya, Minggu (9/2).

Remaja yang patut dianggap sebagai korban perdagangan eksploitasi birahi oleh pasangan suami istri inisial IS (23) dan AY (23), dengan terbata mengaku jika dirinya telah dua kali menjadi pelayan hohihihi alias seks komersial atas kordinator mucikarinya.

Iklan

Sebelum tertangkap oleh warga bersama salah satu anggota Satpol PP di kawasan GOR Rajo Bujang, Minggu 9 Februari 2020, dini hari, dirinya pernah melayani tamu berkencan di dalam mobil selama dua jam dengan bayaran Rp 200 ribu.

Aktifitas kencan yang dia lakukan di atas mobil yang sedang berjalan di seputaran Lubuk Alung bersama seorang pria inisial SH (32) tersebut, dia lakukan selama dua jam dengan tarif Rp 200 ribu.

Selanjutnya pada malam penggerebekan dia juga melayani permintaan kencan bersama seorang pria inisial ZZ (46) di kawasan GOR Rajo Bujang, dengan tarif Rp 150 ribu.

Semua aktifitas kencan yang dia lakukan bersama pria pemesannya tak lepas dari kordinasi serta arahan pasutri yang menjadi mucikarinya yang tinggal di Kawasan Pauh Kamba Padang Pariaman.

Selain dirinya ada lagi 5 remaja perempuan lainnya yang tergabung dan dikordinasi oleh pasutri tersebut dalam aktifitas layanan kencan, tuturnya mengatakan. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here