Ini Kronologi Pembantaian Sejumlah Pekerja Trans Papua Oleh OPM

Pasukan saparatis papua

SUMBARTIME.COM-Puluhan pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua, di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua ditembak mati oleh kelompok bersenjata.

Ada yang menyebut jumlah korban meninggal dilaporkan mencapai 24 orang pekerja dari PT. Istaka Karya. Namun ada juga yang menyebut korban penembakan yang meninggal sebanyak 31 orang.

Iklan

Terkait dengan jumlah korban, Kadiv Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Mohammad Iqbal menyatakan bahwa pihaknya akan segera memastikan jumlah korban penembakan di pekerja Trans-Papua. Pihak Polda Papua dan Pangdam Cenderawasih, dalam perjalanan menuju lokasi.

“Peristiwa ini memang terjadi kemarin, namun Mabes Polri belum memastikan jumlahnya. Beredar memang ada 31orang, 24 orang di narasi media mainstream. Tapi, sekali lagi bapak kapolda papua dan bapak pangdam sedang menuju ke lokasi untuk melakukan tindakan tindakan,” jelas Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (4/11/2018), dikutip dari Tribunnews.

Peristiwa penembakan dan pembunuhan itu sendiri diketahui setelah polisi menerima laporan pada Senin (4/12/2018) kemarin. Senin (3/12) pukul 15.30 WIT polisi menerima laporan dari warga soal adanya penembakan terhadap 31 pekerja proyek Trans Papua di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

“Pada hari Senin 3 Desember 2018 sekitar Pukul 15.30 WIT, telah didapat informasi dari masyarakat bahwa telah terjadi pembunuhan terhadap para pekerja proyek Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal, Senin (3/12/2018), dikutip dari Suara.

Berikut ini adalah fakta-fakta yang berhasil didapatkan terkait insiden penembakan puluhan pekerja proyek oleh kelompok bersenjata di Kabupaten Nduga, Papua:

Jumat, 30 November 2018

Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan bahwa berdasarkan keterangan PPK Satker PJN IV PU Binamarga wilayah Habema-Kenyam, Monang Tobing, komunikasi dengan Jhoni selaku koordinator lapangan di Distrik Yigi terjadi pada Jumat, 30 November 2018 lalu. Jhoni sendiri merupakan koordinator lapangan PT Istaka Karya untuk pembangunan jembatan Habema-Mugi, jalur Trans Papua.

Pada Jumat (30/11), pukul 04.00 WIT, mobil milik PT. Istaka Karya yang hendak menuju kamp di lokasi kejadian di Distrik Yigi tidak dapat masuk. Berdasarkan informasi di pos Satgaspamrahwan 755/Yalet di Napuamena, mobil yang membawa 5 orang tersebut kembali ke Wamena.

“Bahwa Tanggal 30 November 2018 pukul 04.00 WIT, tercatat satu mobil ran Strada dengan supir atas nama bapak MS dengan muatan BBM solar milik PT. Istaka Karya menuju kamp Istaka Karya di Distrik Yigi dengan membawa 5 orang pegawai dan tiba kembali di Wamena pada pukul 18.30 WIT,” ungkap Kamal.

Sabtu, 1 Desember 2018

Sabtu, 1 Desember 2018, pukul 02.00 WIT 2 Mobil milik PT Istaka Karya menuju ke kamp di Distrik Yigi. Mobil itu masing-masing membawa 15 orang pekerja proyek dari PT. Istaka Karya. Pada pukul 20.30 WIT, Project Manager PT. Istaka Karya Cahyo mengaku menerima telepon dari nomor yang biasa digunakan pegawainya di lapangan atas nama Jhoni. Akan tetapi, Cahyo mengaku tidak paham dengan ucapan orang yang berbicara di telepon tersebut.

Minggu, 2 Desember 2018

Minggu, 2 Desember 2018, pukul 20.00 WIT, salah satu dari mobil yang hendak menuju Distrik Yigi pada Sabtu (1/12) sebelumnya kembali lagi ke Wamena. Sementara itu 1 mobil lainnya belum diketahui keberadaannya.

Selain itu, pada waktu yang sama, menerima laporan adanya penembakan oleh kelompok bersenjata, personel gabungan TNI-Polri yang dipimpin Kabag Ops Polres Jayawijaya AKP R.L. Tahapary mencoba masuk ke lokasi kejadian. Namun, ketika tiba di KM 46, tim bertemu dengan salah satu mobil dari arah Distrik Bua dan menyampaikan untuk tim segera balik karena jalan diblokir oleh kelompok bersenjata.**

Sumber: Ngelmu.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here