Sumbartime.com,- Cuaca yang tidak menentu belakangan ini membuat para petani di Sumatra barat resah. Hujan yang terus-menerus turun, bahkan melebihi hari-hari cerah, membuat para petani cabai dan bawang merah menghadapi tantangan serius.
Salah satu contohnya di Curah hujan yang tinggi mempengaruhi siklus gangguan hama dan jamur, yang mengakibatkan biaya produksi meningkat. Para petani harus rajin menyemprotkan obat hama dan jamur, tetapi hujan seringkali membasuh semuanya menjadi sia-sia.
Para petani juga menghadapi ancaman gagal panen akibat hujan berkepanjangan ini. Harga cabai dan bawang di pasaran yang sedang murah turut menambah beban mereka.
Boy, seorang petani bawang dan cabai merah di Lubuk Sikaping, mengungkapkan kekhawatirannya.
“Kalau sempat begini terus, ibarat sudahlah jatuh tertimpa tangga pula. Begitulah kira-kira keadaan kami saat ini. Semoga saja cuaca membaik,” ungkapnya. Dikutip prokabar.com
Tidak hanya petani di dipasaman salah satu petani di lima puluh kota jafar juga mengungkapkan hal sama ia mengungkapkan musim hujan tanamannya banyak di serang penyakit layu Fusarium
Ia berharap disaat hujan seperti ini ada perhatian dari pemerintah salah satunya mengontrol harga racun penyakit tanaman yang dia anggap terus melambung sementara harga komoditas di petani tak sebanding dengan harga racun tanaman.
“Semoga harga racun tanaman bisa di permurah menimbang dimusim hujan kebutuhan akan racun untuk tanaman tersebut dibutuhkan berlipat-lipat dari jumlah biasanya,” ungkapnya(*)

















