Gatot Nurmantyo dan Rombongan Gagal Jenguk Tahanan Anton Permana Cs

Presidium KAMI dan rombongan batal temui tahanan

SUMBARTIME.COM-Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo, Din Syamsuddin dan Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani mendatangi Bareskrim Polri Kamis (15/10) siang.

Elite KAMI bermaksud untuk menjenguk Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, Anton Permana yang ditahan polisi. Selain itu mereka juga bermaksud melakukan pertemuan dengan Kapolri Jenderal Idham Azis maupun Kabareskerim Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Iklan

Namun setelah menunggu beberapa waktu di bagian loby, rombongan tersebut batal bisa memenuhi keinginan mereka datang ke Bareskrim, Kamis (15/10). Pihak Bareskrim mempersilahkan mereka untuk kembali pulang.

Awalnya Presidium KAMI bersama rombongan meminta ingin bertemu dengan Kapolri Jenderal Idham Azis. Namun aparat kepolisian menyampaikan Idham tak pernah berkantor di Mabes Polri sejak pandemi Covid-19.

Lantas mereka menyampaikan niat untuk menjenguk tiga deklarator KAMI yakni Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan Anton Permana yang ditahan di gedung Bareskrim.

Saat Ahmad Yani Kuasa Hukum Aktifis KAMI mengurus administrasi kunjungan sempat terjadi insiden kecil. Rombongan tertahan di pintu masuk oleh polisi dengan alasan dilarang berkerumun.

Ahmad Yani lantas mengambil alih keadaan. Dia mencoba menjelaskan kembali maksud kedatangan mereka kepada aparat yang berjaga di pintu masuk. Namun usaha mereka tetap kandas dan gagal untuk menemui para tahanan.

Selanjutnya tanpa banyak bicara rombongan elite KAMI memutuskan meninggalkan Bareskrim.

Sementara terkait batalnya kunjungan KAMI ke Bareskrim, Gatot Nurmantyo menanggapi dengan santai.

“Ya nggak tau juga, pokoknya tidak dapat izin. Tidak Masalah,” ujarnya saat ditanyai para awak media.

Terpisah, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono, membeberkan alasan Bareskrim Polri tidak mengizinkan elite KAMI mnejenguk Syahganda Cs.

Menurutnya penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat dan Anton Permana.

Argo menambahkan Gatot dan rombongan tidak mengetahui jadwal kunjungan tahanan. Kalaupun mengetahui jadwal kunjungan, tetapi penyidik masih melakukan proses pemeriksaan tetap tidak dibolehkan, paparnya. (bn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here