LIMAPULUH KOTA, Sumbartime.com — Koperasi Multi Pihak Nusantara Garuda menginisiasi program dronisasi pertanian di Kabupaten Limapuluh Kota guna meningkatkan efisiensi pemupukan lahan sawah masyarakat. Pemupukan lahan seluas 1 hektare kini dapat diselesaikan hanya dalam durasi 7 menit memanfaatkan teknologi pesawat tanpa awak. Program ini juga membuka peluang kerja baru melalui pelatihan pilot drone bagi pemuda setempat.
Sekjen Koperasi Multi Pihak Nusantara Garuda, Prof. Rizky Hadam menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi modern di bidang pertanian menjadi kebutuhan mendesak untuk memaksimalkan potensi lahan daerah di Sumatera Barat. Koperasi yang dipimpinnya kini telah memiliki pabrik pupuk mandiri sekaligus menyediakan armada drone guna membantu efisiensi proses pemupukan di wilayah perkebunan dan persawahan setempat.
Peluang Kerja Pilot Drone Muda
Selain mempercepat proses pemupukan lahan, program modernisasi teknologi pertanian ini dirancang untuk mencetak tenaga kerja lokal yang memiliki keahlian khusus. Pemuda di Kabupaten Limapuluh Kota akan difasilitasi melalui jenjang sekolah khusus agar menguasai teknik pengoperasian armada drone secara profesional, sehingga sanggup melayani kebutuhan pemupukan ribuan hektare lahan pertanian milik masyarakat di kawasan tersebut.
“Sawah 1 hektare cuma 7 menit kami pupuk dengan drone itu. Bayangkan kalau anak-anak mudanya nanti jadi pilot drone kita sekolahkan karena itu harus ada sekolahnya,” kata Sekjen KMP Nusantara Garuda, Prof. Rizky Hadam dalam Podcast Kusieh Bendi. Menurutnya, skema pencetakan pilot drone ini akan membuka ribuan peluang kerja baru bagi pemuda daerah.
Modernisasi Sektor Pertanian Daerah
Langkah integrasi teknologi ini diharapkan sanggup menjawab masalah keterbatasan sumber daya manusia serta mahalnya biaya operasional manual yang selama ini membebani para petani lokal. Melalui efisiensi pemupukan berbasis drone, waktu pengerjaan lahan dapat dipangkas secara signifikan sehingga siklus pemeliharaan tanaman menjadi lebih teratur dan produktivitas hasil panen masyarakat dapat meningkat.
KMP Nusantara Garuda juga siap menyerap dan membeli hasil panen dari para petani yang memanfaatkan fasilitas pemupukan drone tersebut. Kehadiran rantai pasok terpadu dari penyediaan pupuk hingga penampungan panen ini bertujuan melindungi harga di tingkat petani dari permainan spekulan, sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan di Kabupaten Limapuluh Kota.
Pemerintah daerah diharapkan mendukung penuh langkah efisiensi pertanian ini dengan memfasilitasi regulasi serta pelatihan wirausaha bagi kalangan muda di perdesaan. Kolaborasi antara teknologi modern dan kelembagaan koperasi multipihak diyakini menjadi fondasi utama dalam mentransformasi sektor pertanian tradisional menuju era digitalisasi yang lebih efisien, mandiri, dan berdaya saing tinggi.
Pembahasan lengkap soal ini bisa disimak dalam episode podcast Kusieh Bendi di kanal YouTube Dimensia Creative.






