ACEH SELATAN, Sumbartime.com — Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menetapkan masa tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari menyusul tergenangnya permukiman warga di Kecamatan Trumon Tengah. Langkah ini diambil usai meluapnya air sungai yang memaksa ratusan jiwa mengungsi. Pemerintah daerah bergerak cepat mempercepat penanganan darurat serta memperkuat kesiapsiagaan seluruh satuan tugas di wilayah terdampak.
Ketinggian air yang merendam permukiman warga di Gampong Cot Bayu dan Gampong Lhok Raya berkisar antara 30 hingga 60 sentimeter. Kondisi tersebut memicu sebanyak 112 warga dari kedua desa tersebut mengungsi ke markas Kompi Brimob serta kediaman kerabat guna mengantisipasi luapan air yang lebih parah.
Penetapan Status dan Kesiapsiagaan
Bupati Aceh Selatan Mirwan MS menjelaskan keputusan status darurat ini diambil setelah memantau titik lokasi banjir dan mengevaluasi laporan lapangan. “Kami meninjau beberapa titik banjir di Kecamatan Trumon Tengah serta membaca semua laporan, sehingga kami tetapkan status tanggap darurat banjir,” ujar Bupati Mirwan MS pada Sabtu.
Penetapan masa darurat ini bertujuan mempercepat respons dan memperkuat kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan akibat prakiraan curah hujan tinggi. Bupati telah menginstruksikan jajaran satgas bencana untuk bersiap. Mirwan juga meminta masyarakat tetap tenang serta tidak melakukan aksi borong barang kebutuhan pokok yang merugikan di tengah situasi darurat.
Penyaluran Bantuan dan Kerusakan Tanggul
Pemerintah daerah menyalurkan bantuan masa panik bagi para pengungsi di posko Kompi Brimob, Gampong Ie Jerineh. Logistik yang diserahkan mencakup beras, air mineral, minyak goreng, mi instan, kebutuhan keluarga, pakaian anak, selimut, kain, sarung, hingga bahan makanan siap saji. Selain itu, fasilitas dapur umum telah disiapkan pada area pengungsian.
Banjir di wilayah Trumon Tengah tersebut dipicu akibat runtuhnya tanggul Sungai Lae Soeraya sepanjang 210 meter. Keuchik Lhok Raya Rasi Riadi berharap pihak pemerintah segera melakukan perbaikan infrastruktur penahan air tersebut. “Kami berharap Pemkab Aceh Selatan membangun kembali tanggul sepanjang 210 meter yang roboh,” kata Rasi Riadi.






