Dramatis! Kisah Peristiwa Pembunuhan Orang Nias di Tanah Datar, Perjalanan Cinta Berujung Petaka

pelaku pembunuhan motif dendam dan sakit hati

SUMBARTIME.COM-Miris dan dramatis, begitulah kisah peristiwa pembunuhan warga Nagari Padang Ganting, Tanah Datar yang berasal dai Nias tersebut, pada Minggu (19/1) pagi yang membuat gempar warga sekitar.

Di ceritakan sebelumnya jika Osarao Gea alias Pendi (30) yang sehari hari berprofesi sebagai petani, tewas bersimbah darah ditangan A alias Anto Laia (25) yang juga berasal dari daerah Nias. Ternyata hubungan antara korban dengan pelaku adalah hubungan mertua dan menantu.

Iklan
Loading...

Menurut Kapolres Tanah Datar Rokhmad Hari Purnomo dalam gelaran jumpa pers, Senin (20/1) menjelaskan jika Pendi merupakan mertua dari A, yang mana anak korban telah dinikahi oleh pelaku dan juga telah memiliki anak satu orang usia 1 Tahun.

Selama berumah tangga dengan anak korban, pelaku tinggal di Pangkalan Kerinci Riau. Sebelumnya, pernikahan pelaku dan anak korban ditentang oleh korban sendiri dengan alasan jika pelaku belum membayar uang mahar pernikahan sebanyak 15 Juta Rupiah, papar Rokhmat Purnomo.

Setelah dua tahun tinggal dan hidup di Pangkalan Kerinci Riau, Pelaku pulang kembali ke Padang Ganting, Tanah Datar untuk mengantarkan istri serta anaknya ke rumah mertua sekitar dua minggu yang lalu. Selanjutnya pelaku kembali balik ke Pangkalan kerinci.

Pada Sabtu (18/1) kemaren, pelaku kembali lagi dari Pangkalan Kerinci menuju Padang Ganting, bermaksud hendak menjemput anak istrinta di rumah mertua. Ketika pelaku menghubungi korban untuk menanyakan kondisi anak serta istrinya untuk sekaligus dibawa kembali ke Pangkalan Kerinci, namun saat itu korban melarang pelaku untuk menemui anak dan istrinya.

Menurut pelaku dirinya dilarang oleh korban bertemu dengan anak serta istrinya. Tidak hanya dilarang untuk bertemu, akan tetapi korban juga melarang dirinya membawa kembali orang yang dicintainya tersebut sebelum membayar lunas mahar yang belum terbayarkan, ungkap pelaku.

Pada Minggu (20/1) subuh, dari kejauhan pelaku melihat anak dan istrinya. saat itu perasaan pelaku bercampur sedih dan jengkel. Sedih tidak bisa menemui anak dan istri umtuk dibawa kembali pulang ke Riau. Jengkel kepada mertua laki lakinya yang melarang dan menghalangi dirinya bertemu dengan buah hati dan cintanya.

Dari situlah timbul rasa dendam serta amarah terhadap mertua. laki lakinya tersebut. Selanjutnya pelaku mendatangi korban yang saat itu sedang berada di lereng perbukitan kawasan Padang Ganting, memperbaiki selang pipa air yang macet.

Dalam pertemuan tersebut mereka terlibat cekcok yang berujung petaka. Menurut pelaku dirinya saat itu didatangi oleh korban dengan sebilah parang. Pelaku yang saat itu menduga jika korban hendak menghabisi dirinya mengambil sebilah tombak yang berada di dekatnya.

Saat itu pelaku langsung menombak bagian dada korban hingga tembus. Selanjutnya dengan sebilah parang milik korban yang berhasil direbutnya, pelaku melayangkan ke ke tubuh korban dan mengenai punggung korban saat berusha lari menyelamatkan diri.

Selain itu korban sempat mengikat mertua perempuan bersama adiknya yang datang ke lokasi tempat mereka cekcok yang berujung petaka tersebut.

Selanjutnya, pelaku menjemput istri dan anaknya serta kabur meninggalkan kawasan Padang Ganting. Kurang lebih berjalan kaki selama 10 jam pelaku bersama anak dan istrinya sampai ke Derah Sulit Air, Solok. Di kawasan tersebut pelaku berhasil mendapatkan kendaraan travel menuju arah Riau.

Namun di kawasan Danau Singkarak pelarian pelaku berakhir. Dirinya berhasil ditangkap personil Polres Tanah Datar. Saat ini pelaku sudah mendekam di balik jeruji Mapolres. Dirinya terancam dengan hukuman penjara maksimal 15 Tahun kurungan. (aa/ezi)

Loading...
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here