BUKITTINGGI – Setelah Unit Donor Darah (UDD) Syahrial Leman PMI Bukittinggi resmi meraih sertifikat akreditasi dari Kementerian Kesehatan RI, kini target berikutnya sudah dipasang: ISO 9001 Tahun 2026.
Di bawah kepemimpinan Kepala UDD dr. Herijon, M.Kes, PMI Bukittinggi terus melakukan pembenahan menyeluruh, baik dari sisi mutu layanan, manajemen, hingga budaya kerja. Langkah ini bukan sekadar mengejar sertifikat, melainkan membangun sistem pelayanan darah yang profesional, modern, dan terpercaya.
Ketua PMI Kota Bukittinggi, H. Chairunnas, menyebut bahwa target ISO 9001:2026 bukan tanpa alasan. Standar terbaru ini, kata dia, akan menjadi tolok ukur sistem manajemen mutu yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Untuk diketahui, ISO 9001:2026 mengacu pada revisi terbaru standar Sistem Manajemen Mutu, yang dijadwalkan terbit sekitar September 2026. Fokusnya tidak hanya pada kualitas layanan, tetapi juga budaya mutu, perilaku etis, keberlanjutan, manajemen risiko strategis, hingga integrasi teknologi digital seperti AI,” jelas Chairunnas.
Menurut pria yang akrab disapa Pak Haji itu, pembaruan standar ISO kali ini akan menyempurnakan versi 2015, dengan penekanan lebih kuat pada kepemimpinan, keterlibatan pemangku kepentingan, serta pengalaman pelanggan atau masyarakat secara menyeluruh. Bahkan, revisi ini juga akan diikuti pembaruan standar lain seperti ISO 14001:2026.
“Secara bertahap dan menyeluruh, kami terus melakukan pembenahan. Semua ini semata-mata untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” imbuhnya.
Saat ini, PMI Bukittinggi masih menunggu dokumen resmi sertifikat akreditasi dari Kementerian Kesehatan RI. Setelah dokumen tersebut diterima, proses pengajuan sertifikasi ISO akan segera dilakukan.
“Begitu sertifikat akreditasi kami terima, kami secepatnya mengajukan ISO. Ini bagian dari komitmen kami menjaga kepercayaan masyarakat,” tegas Chairunnas.
Upaya besar PMI Bukittinggi ini juga diharapkan mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, legislatif, hingga masyarakat Kota Bukittinggi.
Dukungan tersebut sudah datang dari unsur DPRD. Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi, H. Zulhamdi Nova Candra IB, Amd, Pangulu Alam, memastikan bahwa lembaga legislatif siap berdiri di belakang langkah progresif PMI.
“Pembenahan dan perbaikan dalam rangka peningkatan mutu dan kualitas adalah hal yang wajib didukung. Apa yang telah dilakukan PMI Bukittinggi pantas diapresiasi,” ujarnya singkat.
Dengan langkah berani menuju ISO 9001:2026, PMI Kota Bukittinggi tak sekadar membangun sistem, tetapi juga menanamkan standar kelas dunia dalam pelayanan kemanusiaan.
Dari kota berhawa sejuk Jam Gadang, PMI Bukittinggi mengirim pesan jelas: pelayanan darah bukan hanya soal transfusi, tetapi tentang mutu, kepercayaan, dan masa depan kesehatan masyarakat.
BUKITTINGGI – Setelah Unit Donor Darah (UDD) Syahrial Leman PMI Bukittinggi resmi meraih sertifikat akreditasi dari Kementerian Kesehatan RI, kini target berikutnya sudah dipasang: ISO 9001 Tahun 2026.
Di bawah kepemimpinan Kepala UDD dr. Herijon, M.Kes, PMI Bukittinggi terus melakukan pembenahan menyeluruh, baik dari sisi mutu layanan, manajemen, hingga budaya kerja. Langkah ini bukan sekadar mengejar sertifikat, melainkan membangun sistem pelayanan darah yang profesional, modern, dan terpercaya.
Ketua PMI Kota Bukittinggi, H. Chairunnas, menyebut bahwa target ISO 9001:2026 bukan tanpa alasan. Standar terbaru ini, kata dia, akan menjadi tolok ukur sistem manajemen mutu yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Untuk diketahui, ISO 9001:2026 mengacu pada revisi terbaru standar Sistem Manajemen Mutu, yang dijadwalkan terbit sekitar September 2026. Fokusnya tidak hanya pada kualitas layanan, tetapi juga budaya mutu, perilaku etis, keberlanjutan, manajemen risiko strategis, hingga integrasi teknologi digital seperti AI,” jelas Chairunnas.
Menurut pria yang akrab disapa Pak Haji itu, pembaruan standar ISO kali ini akan menyempurnakan versi 2015, dengan penekanan lebih kuat pada kepemimpinan, keterlibatan pemangku kepentingan, serta pengalaman pelanggan atau masyarakat secara menyeluruh. Bahkan, revisi ini juga akan diikuti pembaruan standar lain seperti ISO 14001:2026.
“Secara bertahap dan menyeluruh, kami terus melakukan pembenahan. Semua ini semata-mata untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” imbuhnya.
Saat ini, PMI Bukittinggi masih menunggu dokumen resmi sertifikat akreditasi dari Kementerian Kesehatan RI. Setelah dokumen tersebut diterima, proses pengajuan sertifikasi ISO akan segera dilakukan.
“Begitu sertifikat akreditasi kami terima, kami secepatnya mengajukan ISO. Ini bagian dari komitmen kami menjaga kepercayaan masyarakat,” tegas Chairunnas.
Upaya besar PMI Bukittinggi ini juga diharapkan mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, legislatif, hingga masyarakat Kota Bukittinggi.
Dukungan tersebut sudah datang dari unsur DPRD. Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi, H. Zulhamdi Nova Candra IB, Amd, Pangulu Alam, memastikan bahwa lembaga legislatif siap berdiri di belakang langkah progresif PMI.
“Pembenahan dan perbaikan dalam rangka peningkatan mutu dan kualitas adalah hal yang wajib didukung. Apa yang telah dilakukan PMI Bukittinggi pantas diapresiasi,” ujarnya singkat.
Dengan langkah berani menuju ISO 9001:2026, PMI Kota Bukittinggi tak sekadar membangun sistem, tetapi juga menanamkan standar kelas dunia dalam pelayanan kemanusiaan.
Dari kota berhawa sejuk Jam Gadang, PMI Bukittinggi mengirim pesan jelas: pelayanan darah bukan hanya soal transfusi, tetapi tentang mutu, kepercayaan, dan masa depan kesehatan masyarakat.


















