BUKITTINGGI – Suasana pusat kuliner Nasi Kapau Kota Bukittinggi mendadak pecah oleh tawa dan sorak antusias, Senin siang (12/1/2026).
Bukan karena lomba makan pedas atau festival dadakan, melainkan kehadiran tamu spesial lintas negara: influencer, aktor, sekaligus YouTuber asal Malaysia, Aisar Khaled.
Yang membuat momen ini cepat menyebar di media sosial bukan semata popularitas sang bintang digital, tetapi aksi spontan para emak-emak pedagang keripik sanjai yang dengan gaya khas Minang, “menyeruduk halus” demi satu tujuan mulia: berswafoto bersama idola.
“Ini demi satu tujuan mulia, berswafoto bersama Aisar,” ujar Buk Yesi, pedagang Keripik Sanjai Esi 212 Pasar Atas, sambil tersenyum tipis namun penuh kemenangan.
Dengan kantong sanjai masih tergenggam di tangan, para pedagang sigap merapat, senyum merekah, kamera ponsel terangkat.
Bukittinggi pun seketika berubah menjadi panggung interaksi hangat lintas budaya, sederhana, spontan, dan penuh keakraban.
Kehadiran Aisar Khaled langsung menyedot perhatian warga. Pengunjung yang awalnya datang untuk makan siang, mendadak berubah menjadi penonton dadakan meet and greet gratisan.
Beberapa bahkan rela menunda suapan terakhir nasi kapau demi mengabadikan momen langka tersebut.
“Bukittinggi kota yang sangat indah. Orang-orangnya ramah, makan Nasi Kapaunya sungguh lezat. Antusias warga luar biasa,” kata Aisar dengan senyum khasnya, sembari menikmati sepiring nasi kapau lengkap dengan gulai Gajeboh khas Minang.
Bukan nama sembarangan, Aisar Khaled merupakan salah satu influencer papan atas Malaysia yang juga populer di Indonesia. Di usia 25 tahun, ia telah menorehkan prestasi gemilang di dunia digital.
Akun Instagram pribadinya diikuti lebih dari 4,8 juta followers, sementara TikTok-nya menembus angka fantastis 14,2 juta pengikut. Setiap langkahnya nyaris selalu menjadi magnet perhatian warganet.
Tak sekadar wisata dan kuliner, kunjungan Aisar ke Sumatra Barat juga membawa misi sosial. Ia mengungkapkan rencana untuk menyambangi sejumlah daerah yang terdampak bencana banjir.
“Insyaallah saya akan menemui daerah-daerah di Sumbar yang terdampak banjir. Semoga saudara kita yang tertimpa musibah diberi kesabaran,” tuturnya penuh empati.
Kunjungan ini menjadi warna tersendiri bagi pariwisata Bukittinggi. Dari aroma rendang dan gulai di pusat nasi kapau, hingga tawa emak-emak sanjai yang berhasil berswafoto dengan idola, semuanya berpadu menciptakan cerita hangat tentang Bukittinggi, kota ramah yang selalu punya cara unik menyambut tamu. (Aa)




















