Dilaporkan Lakukan Ujaran Kebencian, Gus Nur Ditangkap Bareskrim Mabes Polri

Gus Nur

SUMBARTIME.COM-Penceramah Sugi Nur Raharja alias Gus Nur ditangkap Bareskrim Mabes Polri di rumahnya kawasan Sawo Jajar, Kecamatan Pakis, Malang, Jawa Timur pada Sabtu (24/10) dini hari.

Dirinya ditetapkan sebagai tersangka Ujaran Kebencian atas laporan Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Cirebon pada Rabu 22 Oktober 2020. Belum diketahui secara detail konstruksi hukum terkait penangkapan Gus Nur tersebut.

Iklan

Namun seperti diketahui Gus Nur dilaporkan ke Bareskrim Polri lantaran dinilai telah menghina organisasi Nahdlatul Ulama, dalam sebuah pernyataannya di acara dialog salah satu channel YouTube.

Adapun yang langsung melakukan pelaporan adalah Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim. Dalam laporannya, yang bersangkutan membawa barang bukti berupa CD yang berisikan pernyataan dari Gus Nur yang dianggap telah melecehkan NU serta disebut melakukan ujaran kebencian.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyon, kepada wartawan membenarkan penangkapan tersebut. Awi mengatakan jika saat ini status Gus Nur adalah tersangka.

Sementara itu, dari berbagai sumber, dugaan penghinaan Gus Nur yang dimaksud terhadap NU adalah ketika sebuah video di YouTube yang dianggap menghina dan melecehkan pimpinan NU serta kaum nahdliyin.

Dalam video tersebut Gus Nur mengatakan NU ibarat bus, yang sopir, kernet, dan penumpangnya tidak beres. Dirinya mengungkapkan jika  bahwa sopir dari bus NU ini mabuk, kondekturnya teler dan kernetnya juga begitu pula.

Sedangkan penumpangnya diibaratkan nya kurang ajar semua dimana isinya perokok, suka bernyanyi dan buka aurat serta suka dangdutan. Menurutnya, kesucian NU telah hilang.

Gus Nur antara lain juga mengatakan dengan membuat perumpamaan bahwa kernetnya adalah Abu Janda, dengan kondektur Gus Yaqut dan sopirnya Kyai Aqil Siraj.

“Bisa jadi kernetnya Abu Janda, bisa jadi kondekturnya Gus Yaqut, dan sopirnya Kiai Aqil Siraj. Mungkin begitu. Nah, penumpangnya liberal, sekuler, PKI, macam-macam,” ujarnya.

Karena adanya perbedaan itulah maka dirinya (Gus Nur) keluar dan turun dari bus (NU) tersebut. (bn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here