Dihadapan Kapolda Sumbar Tokoh Nasrani Membantah Jika Ada Pelarangan Natal di Dharmasraya

Tokoh Kristen dan Tokoh Muslim di Dharmasraya membantah jika telah terjadi konflik agama

SUMBARTIME.COM-Di hadapan Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto dan Muspida Kabupaten Dharmasraya, Tokoh Tokoh masyarakat Nagari Sikabau berserta tokoh umat Katolik yang diwakili oleh Maradu Lubis dan Halasan Pandiangan, serta tokoh Protestan yang diwakili oleh Suwarno serta pemilik rumah ibadah Trisila Lubis, membantah telah terjadi intoleran di daerah mereka.

Hal itu dikatakan para tokoh Nasrani itu secara langsung di hadapan Kapolda dan Bupati Dharmasraya Sutan Riska, Senin (23/12) saat berlangsung pertemuan dengar pendapat di rumah dinas Bupati.

Iklan

Pada prinsipnya para tokoh Kristen yang datang dan didampingi oleh puluhan jemaat asal Kampung Baru tersebut, mengaku selama ini tidak ada masalah dengan warga asli terkait soal perayaan hari besar agama.

Mereka membantah jika ada umat muslim di Dharmasraya yang melarang mereka melakukan perayaan ibadah Natal.

Justru umat Kristiani yang berada di Kampung Baru tersebut merasa heran tiba tiba dalam seminggu ini viral informasi menyesatkan yang menyebutkan telah adanya pelarangan perayaan Natal di wilayah mereka.

” Mengapa ada media yang memberikan informasi yang menyesatkan,” tanya Maradu Lubis yang diaminkan oleh Halasan Pandiangan.

Menurut mereka hanya gara gara cuitan seseorang di sosmed lalu digoreng pemberitaannya seakan akan di Dharmasraya telah terjadi konflik agama. Secara tegas Maradu Lubis mengatakan jika dirinya beserta tokoh Kristiani yang lain di Dharmasraya tidak kenal dan tidak pernah didatangi oleh orang yang melemparkan isu yang menyesatkan tersebut, tuturnya lagi.

Sementara itu Kapolda Sumbar, Irjen Pol Toni Hermanto, mengatakan jika kerukunan umat antar beragama telah terjalin dengan rukun di Dharmasraya sejak dahulu. Seyogyanya kerukunan tersebut jangan dirusak dengan pemberitaan yang tidak berdasarkan situasi dan kondisi di lapangan.

” Kasihan kita dengan masyarakat Dharmasraya yang telah menjaga kerukunan umat beragama ditengah warganya yang multi etnis hanya gara gara pemberitaan yang negatif dan tak berdasar,” ujarnya. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here