Dalam Sehari Rentetan Musibah Terjadi di Kota Padang

banjir menggenangi rumah warga

Sumbartime-Rentetan musibah terjadi dalam sehari di Kota Padang. Banjir, kebakaran serta longsor mewarnai susanana di pusat Ibu Kota Propinsi tersebut. Hujan deras yang mengguyur Kota Padang, sejak sore hingga pukul 22.00 WIB, Rabu (17/2) membuat sejumlah kawasan dan beberapa ruas jalan digenangi banjir.

Dari pantauan sumbartime.com, tidak saja terjadi banjir, hujan deras juga mengakibatkan tanah longsor di kawasan Seberang Pebayan, Kelurahan Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan. Akibatnya satu rumah warga atas nama Agusrini tertimpa material longsor.

Iklan

Agusrini mengaku dirinya sudah merasakan adanya pergerakan tanah akibat hujan yang begitu deras, sehingga saat terjadi longsor dirinya dan keluarga mengungsi kerumah kerabat yang tidak jauh dari rumahnya.

Sementara itu di Komplek Perumahan Palimo Indah juga terjadi musibah lainnya,yakni rumah warga atas nama Aris Mukhtar, mengalami kebakaran yang diduga kuat akibat disambar petir. Namun dalam musibah tersebut tidak terdapat korban jiwa. Api akhirnya dapat dipadamkan setelah 1 unit mobil pemadam kebakaran dari PT. Semen Padang dapat menjinakan api yang hampir saja menghanguskan seluruh bangunan.

Sementara itu, Banjir juga melanda beberapa lokasi di Kota Padang. Nyaris separo wilayah Padang, mulai dari Rabu (24/02) sore hingga malam, digenangi banjir. Akibat hujan deras yang melanda kawasan Padang, membuat genangan air sangat cepat meninggi. Peristiwa tersebut, diperparah dengan banyaknya tidak berfungsi Drainase jalan, mengakibatkan banyak rumah warga tergenang banjir.

Seperti halnya Amirudin (53) yang tinggal di kawasan Bandar Purus yang rumahnya terkena banjir yang berasal dari jalan. “Rumah saya sebelumnya tidak pernah terkena banjir, namun drainase yang sudah menyempit akibat sedimen tanah, air jadi meluap hingga kejalan,” keluhnya.

Ia berharap pemerintah segera mengatasi persoalan tersebut dengan cara melebarkan saluran drainase, agar debit air tidak meluap ke jalan.

Sementara itu, di kawasan Kampung Nias, beberapa warga yang tinggal di tepi jalan, meminta agar pengendara melambatkan laju kendaraannya. “Karena kalau ada yang ngebut, air nyiprat ke dalam rumah, kalau cuma sedikit tidak apa-apa, ini genangan sampai ikut masuk ke dalam rumah,” kata beberapa diantara mereka.

Saat ini, pemerintah tengah membangun saluran drainase di kawasan ini, namun masih dalam proses pengerukan tanah. “Mudah-mudahan persoalan drainase cepat tuntas, jadi kalau hujan deras, kami tidak seperti ini terus,” keluh warga.

Sementara warga Pengambiran juga mengalami kondisi yang sama, genangan air menutupi permukaan jalan. Namun setelah genangan air menurun, warga yang melintasi jalan menuju Pasar Ampang ini, harus sangat berhati-hati.Pasalnya, genangan air menyisakan lumpur dan membuat permukaan jalan menjadi licin. “Tadi ada beberapa pengendara motor yang terjatuh, karena licin,” ungkap Razali, warga yang bermukim di sebelah Pasar Ampang itu.

Jalan Bandar Purus juga menjadi langganan banjir, pasalnya, jalan ini tidak memiliki saluran drainase yang memadai, tampak sejumlah kendaraan mogok. Warga Kecamatan Padang Barat kerap mengeluhkan kondisi ini, pasalnya selain jalan licin, lumpur di jalan juga membuat pakaian dan kendaraan mereka kotor.

“Motor tidak bisa bersih, karena setiap hari lewat jalan berlumpur. Tidak cuma motor, baju juga jadi kotor karena lumpur dari ban terciprat ke pakaian,” kata Ramli, warga Lubuk Buaya yang setiap hari melintasi jalan ini ( yendra )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here