Cerita Unik Dibalik Nama John Kenedy Azis

SUMBARTIME.COM,-Jakarta – Suara canda tawa hangat, terdengar dari taman belakang sebuah rumah di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Propinsi Banten, pertengahan bulan September 2021 lalu.

Iklan

Pemilik rumah yang merupakan seorang politikus dari Partai Golkar, John Kenedy Azis sedang kedatangan tamu satu tim lengkap dari sebuah stasiun Televisi Nasional, yang sedang membuat sebuah program acara yang mengulas profile tokoh-tokoh inspiratif dari berbagai daerah. Dan salah satunya adalah Sang Tuan Rumah, yang merupakan seorang tokoh dari daerah Sumatera Barat.

Suasana sejuk dan asri di taman itu, yang diselingi dengan bunyi gemericik air dari kolam renang mungil, seakan senada dengan pembawaan tuan rumah yang ramah, penuh kekeluargaan dan sangat rendah hati.

“Waduh dek, saya belum tokoh. Masih banyak orang Minang yang layak jadi tokoh. Saya ini hanya orang dari kampung kecil di Padang Pariaman,” katanya saat tim dari televisi tersebut menyatakan maksud kedatangan mereka.

“Kita ngobrol santai ajalah ya. Kalau bisa ada manfaatnya bagi orang Alhamdulillah. Tapi saya hanya butiran kecil dek, banyak yang lain yang memang layak jadi tokoh,” saat terus didesak oleh pimpinan tim televisi tersebut.

Karena seorang John Kenedy Azis yang saat ini adalah Anggota Komisi VIII DPR RI, adalah tokoh asal Sumatera Barat yang wajib menjadi inspirasi bagi masyarakat terutama dari Sumatera Barat, tentang perjalanan hidupnya yang sukses di perantauan.

Pernah Mau Ganti Nama

Terlahir di Nagari Sungai Garinggiang, Padang Pariaman pada tanggal 6 Juni 1959, dari pasangan orang tua yang merupakan petani sekaligus pedagang kopra, disematkannya nama John Kenedy Azis merupakan sesuatu yang agak asing pada waktu itu.
Karena dengan kondisi alat komunikasi dan media massa yang masih sangat minim, bisa dipastikan hanya orang-orang yang memiliki wawasan serta pengetahuan luas lah, yang mengenal nama John Kennedy yang masa itu merupakan Presiden Amerika Serikat.

Beruntungnya sang ayah merupakan satu dari sedikit orang yang mengetahui itu, bahkan sang ayah merupakan salah satu pengidola dari Presiden Amerika Serikat yang memang dikenal, pintar, tampan dan fenomenal tersebut.

“Jadi tanggal saya lahir itu, persis sama dengan tanggal lahir Bung Karno, yaitu 6 Juni. Pada tahun 1959 itu Bung Karno juga bersahabat dengan John Kennedy, yang merupakan Presiden Amerika Serikat.
Ayah saya mungkin berharap saya bisa mencontoh kedua tokoh tersebut,” terang John Kenedy Azis saat ditanyakan tentang asal usul namanya yang unik untuk nama orang Indonesia, terutama di Sumatera Barat.

Keunikan nama yang disandang oleh dirinya itu, sering juga menjadi bahan candaan dan olok-olokan bagi teman-teman sebayanya di masa sekolah.

“Waktu kecil sampai SMA, sering diolok-olok sama teman-teman.
Apalagi waktu guru absen, pas pada nama saya selalu menjadi bahan tertawaan,” kenang John sambil mengingat masa lalunya.

“Pernah juga waktu pertama-pertama kuliah, saat nama saya disebut, mungkin kawan-kawan menyangka, saya orangnya tinggi, putih dengan tampang bule.
Eh ternyata, orangnya kecil, hitam dan orang kampung lagi,” sambung anggota DPR RI, Dapil Sumatera Barat ini sambil tertawa lepas.

Dan saat berkuliah di Jurusan Hukum, Universitas Katolik Parahyangan itu, John Kenedy Azis sempat ingin mengganti namanya, karena merasa risih selalu menjadi bahan perhatian dan candaan.
Dan saat disampaikan kepada orang tuanya, mereka marah dan melarang keras terutama sang ayah, sehingga keinginan mengganti nama itu dibatalkannya dan dirinya berusaha untuk menerima dengan ikhlas.

“Tapi memang pemberian orang tua itu pasti ada hikmahnya, dan ini sangat saya rasakan ketika saya menjadi pengacara.
Orang jadi cepat kenal dan karir saya di dunia pengacara, Alhamdulillah bagus dan baik,” terang mantan pengacara Tommy Soeharto ini.

Dari sebuah nama ada doa dari orang tua untuk anaknya,
saat ini sudah menjadi kenyataan bagi seorang John Kenedy Azis, dirinya sudah menjadi tokoh di tingkat nasional, seperti harapan sang ayah.
Namun walau sukses di dunia pengacara dan di dunia politik nasional, Ketua DPP Partai Golkar itu tetap sangat rendah hati serta tidak pernah melupakan asal usulnya, dari sebuah kampung kecil di Padang Pariaman, Sumatera Barat.*
(mon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here