BPBD KOTA SOLOK SELENGGARAKAN SEKOLAH VERTICAL RESCUE LEVEL I

Sumbartime.com-Untuk meningkatkan pengetahuan dan tehknik evakuasi kelevel yang lebih aman, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solok selenggarakan sekolah vertical rescue level I di Taman Pramuka Ampang Kualo Kota Solok.

Sekolah yang dilaksanakan selama tiga hari itu, yakni pada 7  sampai dengan 9 Mei 2018, diikuti oleh 77 orang peserta yang berasal dari luar dan dalam Provinsi Sumatera Barat, diantara lain adalah, Perwakilan BPBD seluruh Sumatera Barat, Satpol PP Babel, perwakilan KPA yabg ada di Sumbar, Bukit Tinggi Rescue Team, Penggiat Alam, PMI Bukit Tinggi, APGI Sumbar, Mapala Solok, Batam Vertikal Industri, Pramuka Peduli, dan Kipal Fisua Padang.

Iklan

Ori Affilo mengatakan, segala bentuk anggaran yang dikeluarkan dari kegiatan tersebut, dibiayai oleh APBD kota Solok yang terletak di DPA BPBD kota Solok dalam bentuk kontribusi kota Solok, serta kontribusi dari pihak lain yang tidak mengikat.

Dalam keterangan Pers  kepala BPBD kota Solok, Drs.Ori Affilo, mengatakan, kegiatan yang dilaksanakannya itu mendatangkan 6 orang Pemateri dari Badan Vertical Nasional yang berpusat di Kota Bandung, Pemateri dipimpin oleh Teddy Ixdiana, yang pernah menerima Kick Andy Herois pada beberapa waktu lalu.

Ori Affilo mengatakan, adapun materi yang akan disampaikan dalam pelatihan Vertical Rescue Evacuation Level I antara lain adalah, tehknik penjankauan objek atau korban, tehknik evakuasi objek atau korban, dan praktek lapangan.

” Atas nama pemerintah kota Solok kami menyampaikan Apresiasi dan terimakasih kepada Semen Padang Peduli, Telkomsel Drive Sumbar, dan Bank Nagari, yang telah betkontribusi untuk kelancaran kegiatan ini ” ungkap Kepala BPBD kota Solok itu mengakhiri.

Sementara itu wakil walikota Solok, Reinier,ST.MM, saat mewakili Walikota Solok membuka kegiatan itu mengatakan, sejak disahkannya UU nomor 24 tahun 2017 tentang Penanggulangan Bencana, maka mengubah Paradigma penanggulangan bencana dari Perspektif Responsibilities ke Preventif.

Dalam hal itu telah melahirkan beberapa legislasi yang mendukung kegiatan mitigasi dan kesiapsiagaan relawan untuk menghadapi bencana.

Lebih jauh wakil walikota menyampaikan, bencana dikota Solok bukanlah menjadi isu yang utama, namun kota Solok san sekitarnya merupakan daerah yang rawan gempa, karena kota Solok dilintasi oleh segmen aktif patahan Sumatera (Cesar Semangka) yakni segmen Sumani dan Segmen Sulit.

Mengakhiri paparannya itu, wakil walikota Solok mengharapkan agar semua peserta bisa mengikuti pelatihan itu dengan serius, sehingga dapat memahami materi materi yang diberikan dan simulasi yang dipraktekkan, dan dapat dipergunakan sebagai praktek sosial ditengah tengah masyarakat, ungkap wakil walikota Solok mengakhiri. ( Gia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here