ASET YANG TERABAIKAN..!! Kesenian Tradisional Hilang Ditelan Waktu.

KESENIAAN YAANG MULAI TERLUPAKAN

SUMBARTIME.COM-Pengembangan budaya dan kesenian  tradisional yang ada didaerah setempat sepertinya hanya sebuah lelucon yang kerap diteriakan oleh para pemangku jabatan yang ada, dan jutaan rupiah uang APBD berhamburan, yang katanya untuk meningkatkan kunjungan wisata ke kota Solok, namun sampai sekarang belum menuai hasil yang pasti, melainkan hanya sebuah seremonial yang nyaris tidak berarti, sementara itu aset yang ada dan jelas lebih berpotensi dibiarkan hilang begitu saja.

Mengapa mereka diabaikan, bukankah itu aset yang berpotensi besar untuk menarit para pengunjung wisata ke kota Solok, dan bukankah mereka dulu pernah memperkenalkan dan membawa nama baik kota Solok dikancah nasional, tutur RF.Rangkuti, Minggu 22 April 2018, disanggar seni yang dikelolanya itu.

Iklan

RF.Rangkuti adalah salah seorang seniman senior dikota Solok, dari amatan yang selama ini dilakukannya, ia menyimpulkan, sejak kota Solok dipimpin oleh walikota Zul Elfian, SH.M.Si, dan wakil walikota Reineir,ST.MM, bidang pariwisata hanyalah jalan ditempat tampa adanya kemajuan, sementara itu  kesenian tradisional yang kita miliki tidak dapat untuk dibudayakan sehingga terkikis oleh derasnya arus globalisasi yang semakin berkembang.

Dikatakannya, kesenian tradisional yang ada tersebut,  dulunya sempat berkiprah dalam mengisi ruang waktu masyarakat saat menghabiskan hari liburnya, serta tak jarang aset yang kita miliki itu menerima undangan untuk memperagakan kebolehannya diluar pulau Samatera dan bahkan sampai kepulau Dewata.

Pada kepemimpinan yang sebelumnya, Tarian diatas batok kelapa, tarian diatas beling (Pecahan kaca), dan kesenian Randai serta Kesenian tradisional Jawa seperti penampilan Kuda Kepang, menjadi tontonan yang menarik pada tiap minggunya, dan itu disajikan secara bergantian disetiap keluarahan yang ada dikota Solok,   namun sekarang semua itu menjadi sangat langka dan nyaris tidak ada lagi, kecuali kesenian Jawa yang masih bertahan  walaupun telah sekarat.

” Bagaikan telah teragenda, pada kepemimpinan sebelumnya, hiburan rakyat itu rutin disajikan satu kali dalam seminggu secara bergantian disetiap kelurahan yang ada di kota Solok,  namun kenapa sekarang menjadi sesuatu yang langka dan nyaris tidak berbekas ”

” Sekarang semuanya telah hilang, dan nyaris  tidak ada lagi, kecuali kesenian Jawa yang masih bertahan, walaupun dalam keadaan sekarat ” Tutur RF.Rangkuti.

RF. Rangkuti yang akrab disapa dengan panggilan Angku Parmato itu memaparkan, menurut dia, kota Solok membutuhkan tangan terampil dan sosok yang inovatif untuk mengembangkan bidang pariwisata dan menjadikan itu sebagai salah satu sumber PAD kota Solok.

Seharusnya pengelola dibidang pariwisata, mampu untuk membangun dalam dua arah yang berbeda, yang berorientasi kepada peningkatan  kunjungan wisata ke kota Solok, seperti halnya, disaat mengembangkan destinasi wisata harus diiringi dengan pembudayaan kesenian tradisional yang telah ada, sehingga memilki dua daya tarik yang dapat disajikan kepada masyarakat yang menjadi calon pengunjung wisata, yakni keindahan Alam kota Solok dan biburan kesenian tradisional.

” Kota Solok bukanlah kota yang miskin, kita kaya akan budaya dan sumber alam yang luas untuk dikembangkan, berbagai kesenian tradisional dari berbagai macam paguyuban ada di sini, mulai dari kesenian Minang, Jawa, Batak, dan lainnya kita miliki, namun mengapa itu harus diabaikan, atau juga pengelola  Pariwisata dikota Solok belum terlahirkan, imbuh Angku Parmato mengakhiri. (GIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here