ANIAYA MURID, GURU AGAMA SMPN 1 KOTA SOLOK  DI POLISIKAN

Sumbartime– Akhirnya Ds (inisial) guru agama SMPN 1 Kota Solok dilaporkan kepolisi oleh orang tua muridnya sendiri, adapun hal tersebut disebabkan karena Ds diduga telah melakukan penganiayaan kepada  Anak muridnya AW  didalam kelas IX D sekolah tersebut, Ds dilaporkan atas Tindak Pidana Kekerasan Kepada Anak dengan nomor : STPL/17/B-1/I/2018/ Polres Solok Kota.

Iklan

Dari keterangan AW saat didampingi oleh orang tuanya mengatakan, tindak kekerasan yang dilakukan oleh guru agamanya itu hanya gara gara AW memakai kaus kaki berwarna, dan bukan kaus kaki putih polos seperti peraturan yang telah dikeluarkan oleh SMPN 1 Kota Solok.  Ds yang juga merupakan wali kelas AW, seperti biasanya sebelum memulai proses belajar mengajar memerikasa kelengkapan dan pakaian seluruh muridnya itu.

Dan dikarenakan AW memakai kaus kaki berwarna tersebut, Ds memerintahkan untuk membukanya, karena mendapatkan perintah dari guru agamanya itu, AW pun segera melepas kaus kakinya itu dan memberikan kepada Ds seraya AW minta izin untuk pergi ke Toilet, berselang tidak berapa lama AW pun kembali ke dalam kelas, dan karena merasa diperlakukan tidak adil AW mempertanyakan kenapa dia saja yang dihukum sementara masih banyak temannya yang lain mengenakan kaus kaki serupa.

” Kenapa cuma saya yang dihukum pak..
kan masih banyak murid yang mengenakan kaus kaki yang tidak sesuai dengan peraturan ” tanya AW kepada Ds.

Mendengar pertanyaan sang muridnya itu, Ds pun lansung naik pitan dan mengeluarkan kata kata kasar yang tidak sepantasnya diucapkan oleh seorang pengajar apalagi oleh seorang guru agama.

” Malawan waang ka Den, himbaulah kapalo sekolah waang tu ndak takuit bagai den do, beko den bunuh ang lai ”
( Kamu melawan kepada saya, panggil saja kepala sekolah kamu saya tidak takut , nanti kamu bisa saya bunuh juga)

Mendengar ancaman dari sang guru tersebut, AW pun menjawab, bahwa tidak semudah itu untuk membunuh orang, dan berdasarkan dari jawaban itulah, Ds bertambah naik pitan dan menarik AW sehingga seragam sekolahnya robek, dan tidak sampai disitu saja, AW pun dicekik seraya  menghayunkan tangannya yang seakan akan hendak memukul AW yang sudah tersandar kedinding.

Karena lehernya dicekik oleh Ds, AW pun berusaha meronta sehingga cekikannya lepas, dan disanalah Ds mengajak AW untuk berduel, AW pun melayani tantangan itu dan keduanya menuju keluar kelas ,  sesampainya diluar kelas perkelahian antara murid dan guru pun tidak terjadi melainkan AW dibawa kepada kepala sekolah oleh Sang guru untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Berselang beberapa jam setelah itu, proses belajar mengajar pun selesai dilaksanakan, para murid pun segera pulang kerumahnya masing masing termasuk AW dengan bajunya yang robek, dan sesampainya dirumah karena melihat baju anaknya robek orang tua AW pun mempertanyakan penyebabnya.

Awalnya AW tidak mau mengakui apa yang telah terjadi, namun karna dipaksa AW pun menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada orang tuanya tersebut.

Mendengar laporan sang anak,  orang tua AW pun tidak menerima perlakuan sang guru yang sangat brutal tersebut, sehingga mendatangi sekolah dengan wajah yang Padam seraya mencari oknum guru yang telah menganiaya anaknya itu, melihat kedatangan orang tua AW tersebut, para guru yang ada pada saat itu merasa ketakutan, namun juga ada diantara sang pengajar itu yang mencoba untuk menenagkan orang tua AW, namun tampa ada yang mengetahui disaat kejadian yang agak menegangkan itu terjadi, ada seorang guru yang menelpon pihak kepolisan dan polisi dari Polres Solok Kota pun datang ke SMPN 1 Kota Solok.

Kehangatan suasanapun segera mereda setelah pihak berwajib datang, dan akhirnya permasalahan tersebut dibawa ke Mapolres Solok Kota untuk diselesaikan menurut hukum dan undang undang yang berlaku. (Gia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here