ANGGOTA DPRD KOTA SOLOK DIHANTAM  KOMANDAN SECURITY PASAR RAYA SOLOK

SUMBARTIME.COM-Merasa tidak bisa menghargai pimpinannya yakni wakil walikota Solok, komandan security pasar raya Solok, Joni Basir hantam anggota DPRD kota Solok dengan kata kata kasar sehingga nyaris terjadi adu jotos.

Peristiwa  yang terjadi pada Jumat, 25 Mei 2018 itu, berawal dari keinginan anggota DPRD kota Solok yakni, Deni Nofri (Partai Demokrat) untuk melakukan Sidak dipasarkan raya Solok bersama Wakil walikota Solok,Reinier,ST.MM terkait penempatan pedagang kaki lima di pasar tersebut.

Iklan

Sidak yang dilakukannya itu, turut diikuti oleh Kabit Pasar Solok, instansi terkait lainnya, Irzan Sumarta (anggota DPRD kota Solok), serta didampingi oleh unsur Satpol PP dan diiringi oleh beberapa security pasar raya Solok.

Dislokasi yang dituju  itu, tepatnya dijenjang utama pasar raya Solok, anggota Dewan tersebut mempertanyakan kenapa pihak pasar raya Solok mengizinkan kembali orang berdagang dijenjang tersebut, sementara dahulunya telah dilakukan penggusuran.

Dari pertanyaan itu, wakil walikota Solok dan Kabit Pasar raya Solok mencoba untuk menerangkan bahwa tidak adalagi orang yang berdagang diarea tersebut, seperti yang terlihat pada sore itu, namun sang anggota dewan tersebut masih ngotot dan melirik ke pedagang lainnya.

Perdebatan  antara Wakil walikota Solok, anggota DPRD tersebut, dan beberapa peserta sidak lainnya tak dapat terelakan, namun ditengah kebisingan itu terdengar suara dari salah seorang pedagang yang mengatakan dia diberi izin untuk berdagang diarea tersebut oleh walikota Solok.

Mendengar jawaban pedagang itu, dengan tenang wakil walikota Solok menyarankan agar Deni Nofri menanyakan hal itu kepada walikota Solok, Zul Elfian,SH.M.Si, namun entah apa sebabnya emosinya pun memuncak, sehingga dengan nada keras Deni Nofri pun mengatakan, akan menempatkan kembali orang digusur sebelumnya untuk berdagang dijenjang tersebut.

Mendengar nada yang keras tersebut yang seakan akan tak menghargai wakil walikota Solok itu, emosi komandan security itupun tak bisa untuk dikendalikannya, sehingga Joni Basir naik pitam, dan mencoba untuk mencairkan perdebatan yang terjadi tersebut.

Karena Deni Nofri yang masih saja tidak bisa menerima keterangan yang diberikan itu, emosi Joni Basir pun semakin meninggi dan mencercak anggota dewan yang terhormat itu dengan kata kata kasar, sampai terjadi saling tantang menantang untuk adu jotos.

Melihat keadaan yang semakin tidak terkendali itu, wartawan Subartime.com segera menghalangi Joni Basir yang akan mengejar Deni Nofri, sementara itu Deni Nofri dihalangi oleh anggota Polres Solok Kota yang bertugas sebagai DanPos Pasar raya Solok.

” Di siko den nan batanggung jawab, Masalah penempatan itu wewenang Kabit pasa Jo jajarannyo, ang latakan urang manggaleh disiko Jo den ang baurusan, pasti den gusur ”

( Disini tanggung jawab saya, dan Maslah penempatan adalah wewenang Kabit pasar dan jajarannya, kamu akan berurusan dengan saya kalau berani meletakan orang berdagang disini, pasti akan saya gusur ) ” ungkap Joni Basir yang telah naik pitam.

Akhirnya suasana pun dapat mencair setelah dua orang yang sedang bersiteru itu dapat dipisahkan, dan sidak dihentikan.

Wibawa akan jatuh karena sikap arogan yang tak dapat dikendalikan, dan wibawa pimpinan daerah maupun anggota DPRD setempat, merupakan wibawa daerah itu sendiri. (Gia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here